Refleksi : Agaknya bukan misteri, tetapi ritual tahunan, karena tiap tahun ada saja penembakan ini, kurang lebih ditempat yang sama. Mungkin ini tembakan permintaan atau tuntutan agar gaji dan tunjangan pengawal keamanan tambang dinaikan oleh Freeport Inc.
http://www.suarapembaruan.com/index.php?detail=News&id=13324 2010-01-26 Misteri di Freeport Keresahan terus melanda karyawan PT Freeport Indonesia dan masyarakat di Timika, Kabupaten Mimika, Provinsi Papua. Keresahan itu disebabkan penembakan yang sering terjadi dikawasan pertambangan emas dan tembaga yang dikelola PT Freeport Indonesia. Karyawan dan masyarakat kerap menjadi korban penembakan misterius, dan selama ini penembakan tersebut senantiasa dikaitkan dengan ulah gembong Tentara Pembebasan Nasional Organisasi Papua Merdeka (TPN/OPM), almarhum Kelly Kwalik Namun setelah Kelly tewas tertembak oleh operasi aparat kepolisian baru-baru ini, kasus penembakan masih saja terjadi. Sumber SP di Timika, Selasa (26/1) mengungkapkan, kasus penembakan yang pekan lalu cukup aneh dan misterius karena terjadi menjelang akhir masa penugasan aparat keamanan di PT Freeport. "Siapa dalangnya? Ini harus diungkap tuntas oleh aparat Kepolisian karena tak mungkin Kelly Kwalik bangkit dari kubur dan melakukannya," katanya. Bukan hanya itu, lanjut sumber itu, menjelang pergantian pengamanan terjadi pula perang antarsuku di Kota Timika. "Ini sangat aneh. Kenapa rakyat asli Papua terus berperang padahal sudah tinggal di dekat kota metropolitian. Saya khawatir ada yang menggerakannya," tambahnya. Menurutnya, pemerintah pusat, Pemprov Papua, Pemkab Mimika, Kapolda, Pangdam XVII Cenderawasih, PT Feeport dan masyarakat adat harus duduk untuk menyelesaikan masalah ini. [W-8] ++++ http://www.suarapembaruan.com/index.php?detail=News&id=13300 2010-01-26 Pelaku Diburu Penembakan di Area PT Freeport [JAYAPURA] Kepala Kepolisian Daerah (Polda) Papua Mayjen Pol Bekto Suprapto menegaskan, aparat keamanan gabungan antara TNI dan Polri terus melakukan pengejaran tak terbatas terhadap pelaku penembakan karyawan PT Freeport Indonesia yang terjadi Minggu (23/1) di Mile 60 hingga Mile 66 Tembaga Tembagapura Timika, Kabupaten Mimika, Papua. "Pengejaran terus dilakukan tanpa batas waktu dan tak ada penambahan pasukan di area PT Freeport Indonesia," ujar Kapolda Mayjen Pol Bekto Suprapto kepada SP di Jayapura, Selasa (26/1) pagi. Kapolda Bekto mengatakan sampai sekarang pihaknya belum menemukan pelaku penembakan dari kelompok mana."Sampai saat ini setiap bus karyawan yang menuju dataran tinggi maupun dataran rendah mendapat pengawalan ketat dari aparat," katanya. Ditambahkan, sudah memeriksa beberapa saksi soal penembakan yang terjadi pada minggu pagi itu. Namun ia enggan memberi komentar soal siapa saksi-saksi tersebut. Menurut Kabid Humas Polda Papua, Kombes Agus Riyanto, hingga hari ini mengatakan pencarian dan penyelidikan terhadap para pelaku penembakan terus dilakukan. "Yang pasti penembakan itu dilakukan oleh kelompok kriminal bersenjata, "ujarnya. Sementara itu, Sekretaris Jenderal Asosiasi Mahasiswa Pegunungan Tengah Papua se Indonesia, Markus Haluk saat dihubungi SP, Selasa pagi di Jayapura mengatakan, kejadian yang selama ini terjadi yang selalu dialamatkan kepada Almarhum Kelly Kwalik terbantahkan. "Selama almarhum hidup bila ada penembakan di area Freeport selalu almarhum dituding. Sekarang semua tuduhan yang dialamatkan kepadanya terbalik. Kini terjadi penembakan lagi. Siapa lagi yang mau dituduh. Apakah Kelly Kwalik bangkit dari kubur dan melakukan itu?" ujarnya. Dia minta aparat harus mengusut tuntas dan mengumumkan kepada rakyat Indonesia dan seluruh dunia siapa yang melakukan penembakan itu. "Jangan-jangan ada pembiaran terhadap pelaku penembangkan yang menteror di areal penambangan PT Freeport ini terus terjadi. Segara tangkap dan ungkap siapa pelakunya," tandasnya. Usut Tuntas Menanggapi kasus penembakan tersebut, Wakil Pokja Agama Majelis Rakyat Papua (MRP), Pendeta Wilem Rumsarwir mengatakan, Kelly Kwalik sudah meninggal harusnya keadaan sudah aman. "Bagaimana bisa ada penembakan disana. Katanya ada 2.000 aparat keamanan disana, kok terjadi lagi,"katanya. Dia minta agar penembakan harus diusut tuntas dan diumkan hasilnya terbuka. "Jangan belum tertangkap sudah ada tuduhan dan ini sudah sering terjadi. Sepertinya ada pembiaran teror penembakan di Freeport terus menerus terjadi," tandasnya. Ketua Dewan Adat Papua, Forkorus Yoboisembut di Jayapura, Selasa pagi meminta harus diusut tuntas dan tangkap pelakunya. "Jika selama ini tudingan dialamatkan kepada almarhum Kelly Kwalik, dan ketika dia tidak ada, rakyat Papua semakin curiga siapa pelakunya. Harus diungkap siapa dalang penembakan tersebut. Ini permintaan masyarakat adat dan rakyat di Tanah Papua," katanya. Ia meragukan penembakan selama ini terjadi di sana karena ulah Tentara Pembebasan Nasional Organisasi Papua Merdeka (TPN/OPM)."Apakah benar dilakukan TPN/OPM? Coba semua pasukan ditarik dari PT Freeport Indonesia atau dikosongkan agar bisa kita lihat siapa sebenarnya yang lakukan penembakan tersebut, "tandasnya.. Selain itu, Direktur Institute for Civil Strengthening (ICS) Budi Setyanto, menegaskan ada ketakutan kasus ini akan seperti kasus-kasus lain yang terjadi di Papua selama ini peyelidikannya tidak tuntas. "Seperti yang sudah-sudah tidak tuntas siapa pelakunya. Sekarang ini kami inginkan Polisi tuntas mengungkapkan siapa pelaku, "ujarnya. Bukan hanya menjadi wacana pelakunya ini dan itu. "Kalau Polisi tidak mampu, bisa minta tolong kepada yang mampu," ujarnya. [154] [Non-text portions of this message have been removed]
