Refleksi : Apakah GP Ansor tidak lagi pertahankan watak keagamaan ataukah 
maksudnya pertahankan wakil presiden dengan melupakan kasus BC?
  ------
Jawa Pos
[ Selasa, 26 Januari 2010 ] 


Wapres Minta GP Ansor Modern, Pertahankan Watak Keagamaan dan Kebangsaan 


JAKARTA - Wakil Presiden Boediono mengapresiasi Gerakan Pemuda Ansor sebagai 
organisasi kepemudaan yang telah melewati sejarah panjang sejak berdiri 1934. 
Untuk itu, Wapres meminta GP Ansor menjadi organisasi yang modern, namun tetap 
mempertahankan watak keagamaan dan kebangsaan. 

''GP Ansor jangan sampai terlena oleh kemegahan sejarah, namun harus siap 
mengantisipasi modernisasi, terutama berkembangnya teknologi informasi,'' ujar 
Boediono dalam pembukaan Muktamar Ke-16 GP Ansor di Istana Wakil Presiden 
kemarin (25/1). 

Karena kedewasaan umurnya, Boediono meminta agar GP Ansor tidak lantas menjadi 
organisasi yang kolot sehingga kehilangan daya tarik bagi generasi muda 
sekarang. ''Jika sebuah organisasi kepemudaan bersikap keras, kolot, dan 
ortodoks, ia mudah kehilangan daya tarik generasi muda. Organisasi kepemudaan 
itu akan kehilangan jati diri," katanya. 

Boediono kembali mengingatkan bahwa kebebasan dan demokrasi harus tetap 
diarahkan untuk mencapai kesejahteraan rakyat. Dia menegaskan, demokrasi 
sekadar alat untuk mencapai kesejahteraan rakyat dan bukan tujuan akhir. 

''Kesejahteraan rakyat yang sebenarnya menjadi tujuan sejati. Jangan sampai 
kita kehabisan energi bermain demokrasi, sementara perbaikan kesejahteraan 
rakyat justru terabaikan.'' (noe/tof) 








[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke