http://www.lampungpost.com/buras.php?id=2010012701341516
Rabu, 27 Januari 2010
BURAS
JSS, Belajar dari Kisah Suramadu!
H. Bambang Eka Wijaya
"JSS--jembatan Selat Sunda--harus dibangun dengan persiapan lebih baik
pada masyarakat dan prasarana serta sarananya di sisi hinterland--dalam hal ini
Lampung--agar tak mengulang kisah antiklimaks Madura pada pembangunan Jembatan
Surabaya-Madura--Suramadu!" ujar Umar.
"Antiklimaks seperti apa?" tanya Amir.
"Menurut Dr. M. Ikhsan Modjo, ekonom Unair, di seminar Lampung
Menyongsong JSS, akibat persiapan prapembangunan secara multidimensi
kemasyarakatannya kurang memadai, dewasa ini bukan investor yang
berbondong-bondong ke Madura seperti dibayangkan semula!" jelas Umar. "Justru
sebaliknya, warga Madura yang ramai-ramai rekreasi dan belanja ke Surabaya!
Artinya, uang dari Madura yang malah disedot Surabaya!"
"Berarti, dalam waktu yang masih tersedia sekitar 15--20 tahun sampai JSS
selesai dibangun, warga Lampung harus menyiapkan pusat-pusat daya tarik baru
yang mampu menyaingi kemajuan di sisi lain jembatan, agar bisa menyedot
perhatian warga Jakarta dan Pulau Jawa umumnya!" timpal Amir. "Sebab,
katakanlah tak terelakkan dengan JSS warga Sumatera tertarik berkunjung ke
Jawa, tapi dengan daya tarik yang seimbang sehingga warga Jawa juga ingin ke
Lampung, jumlah penduduknya jauh lebih besar Pulau Jawa, juga kemakmurannya!
Jadi, secara kuantitatif (jumlah orang) maupun kualitatif (besar belanjanya)
Lampung tetap untung!"
"Pusat-pusat daya tarik baru untuk liburan berupa tempat hiburan,
rekreasi, dan belanja itu bukan pula hanya di sekitar ujung jalan keluar dari
JSS!" tegas Umar. "Dengan jalan yang baik antarkota di Lampung, semua daerah
menata diri bersaing sebagai tujuan lanjutan! Kalau terbatas hanya di sekitar
JSS, orang cepat bosan sekali berkunjung selesai! Jadi, tujuan-tujuan
alternatif harus siap!"
"Tapi, untuk semua itu, apakah pembangunan JSS bakal betul-betul
terlaksana?" tukas Amir. "Sebab, JSS itu sudah digagas sejak zaman Bung Karno,
tapi selalu jadi angin lalu!"
"Kali ini lebih konkret!" jawab Umar. "Keppresnya sudah keluar 28
Desember 2009! Itu dasar Bank Indonesia cabang Bandar Lampung dan Lampung Post
membuat seminar JSS, di mana Dr. Kausar Ali Saleh, M.Sc., pakar pemerintahan
dan otonomi daerah menyingkap, dari sisi suprastruktur, masih diperlukan
seperangkat aturan hukum baru bagi pemda untuk memayungi realisasi gagasan
besar tersebut! Misalnya, aturan untuk konsolidasi dukungan dan partisipasi
warga pada JSS sebagai bagian dari shareholder pemda, di luar obligasi daerah,
agar JSS jadi milik masyarakat! Sekaligus, JSS tak terlalu membebani APBD yang
harus tetap fokus untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat!"
"Pikiran bagus!" tegas Amir. "Jangan sepenuhnya andalkan investor asing,
nanti ironis--di negeri kita ada jembatan terpanjang di dunia, ternyata milik
China!" ***
[Non-text portions of this message have been removed]