Ya jelaslah, karena yang ngomong orang Demokrat. Kalau yang ngomong dari partai lain, ceritanya juga lain.
________________________________ From: sunny <[email protected]> To: [email protected] Sent: Wednesday, January 27, 2010 22:14:25 Subject: [inti-net] SBY Diharapkan Bertahan hingga 2014 http://www.suarapem baruan.com/ index.php? detail=News& id=13339 010-01-27 SBY Diharapkan Bertahan hingga 2014 Wakil Ketua Umum Partai Demokrat, Achmad Mubarok: SP/Ruht Semiono [JAKARTA] Di tengah terpaan skandal Bank Century dan isu pemakzulan, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) diharapkan tetap bisa menuntaskan masa jabatannya hingga 2014. Alasannya, SBY adalah figur bersih, sehingga akan ditolong oleh kekuatan-kekuatan di luar perhitungan. Harapan tersebut disampaikan Wakil Ketua Umum Partai Demokrat, Achmad Mubarok, saat berkunjung ke redaksi SP, Selasa (26/1). "Beliau (SBY, Red) itu bersih. Karena dirinya bersih maka akan datang pertolongan dari Tuhan. Jangan lupa banyak orang berdoa untuk beliau, termasuk tokoh-tokoh spiritual. Ada ulama di gunung-gunung tersembunyi berdoa untuk beliau. Mereka tidak perlu lapor," katanya. Selain bersih dan ditolong tokoh spiritual, SBY bisa bertahan hingga 2014 karena gaya kepemimpinan soft power yang dimilikinya. Menurutnya, gaya kepemimpinan seperti itu yang dibutuhkan masyarakat saat ini. Gaya kepemimpinan hard power, seperti Soekarno dan Soeharto tidak relevan saat ini. Ke- kuatan soft power adalah lemah lembut, halus, toleran, dan lebih sipil daripada masyarakat sipil. Hasil kepemimpinan soft power tidak akan segera terlihat, sehingga harus berlangsung lama. "Soft power itu ibarat air yang menetes di batu. Lama-lama batu akan lembut karena tetesannya," ujarnya. Pemimpin Besar Pemimpin BesMenurutnya, SBY adalah salah satu pemimpin besar dalam sejarah bangsa ini, setelah melewati tikungan sejarah. Dalam masa tikungan itu, ada yang jatuh, tergelincir, bahkan mati. Masa itu dimulai sejak berakhirnya kepemimpinan Soeharto hingga kepemimpinan Megawati Soekarnoputri. "Saya menganggap kepemimpinan Habibie, Gus Dur, dan Megawati, hanya selingan sejarah. Mereka memimpin saat berada di tikungan sejarah. Jadi, baru ada tiga pemimpin besar, yakni Soekarno, Soeharto, dan SBY," ujarnya. Ketika ditanya apakah kasus Century yang terjadi saat ini bisa membuat SBY jatuh, dia menegaskan hal itu tidak akan terjadi. Menurutnya, kasus Century hanya sebuah sial di awal pemerintahan SBY dan akan segera diatasi. "Partai Demokrat tak pernah menerima aliran dana Century. Pada pemilu lalu, Demokrat justru berutang ke pihak lain untuk membiayai kampanye. Jadi aneh juga kalau ada pihak yang menilai Demokrat berkelimpahan uang," ujarnya. Demonstrasi Tak Lama Terkait demonstrasi akhir-akhir, Achmad Mubarok menyatakan hal itu tidak akan berlangsung lama dan tidak bisa menurunkan SBY. "Saya kira yang di luar gedung DPR (demonstrasi, Red) usianya tidak lama, bergantung kepada yang bayar. Tetapi kalau yang di dalam DPR memang punya kekuatan politik dan ini didorong terus. Ini karena partai-partai politik punya kepentingan masing-masing, " tuturnya. Diakui, koalisi yang dibangun pemerintahan SBY tidak solid, karena janji para elite parpol sulit dipegang. "Memang ada kontrak politik, tetapi sangat longgar, sehingga koalisi sangat sulit bertahan lama," katanya. Ditanya mengenai isu perombakan kabinet, dia menyatakan SBY tidak akan melakukan hal itu dalam waktu dekat. SBY masih akan mempertahankan komposisi kabinet seperti sekarang ini, paling tidak untuk satu tahun masa pemerintahannya. "Jika melihat karakter Pak SBY yang hati-hati, rasanya setelah 100 hari memimpin tidak akan melakukan reshuffle. Saya tidak tahu kalau sudah setahun memimpin," ujarnya. Khusus posisi Menkeu Sri Mulyani, Achmad Mubarok menyatakan dirinya belum tahu, apakah akan diganti atau tidak. "Soal posisi Sri Mulyani, bergantung hasil kesimpulan Pansus Hak Angket DPR. SBY punya cara sendiri untuk menyelesaikan setiap persoalan yang ada," katanya. Sedangkan menyangkut dana operasional parpol, dia menyatakan hampir semua parpol mengandalkan pungutan kepada para calon kepala daerah. Proses perekrutan calon pemimpin daerah, tak lepas dari politik uang. Bahkan, dalam beberapa kasus terjadi pemerasan oleh pengurus parpol. Ke depan, dana operasional parpol seharusnya diperoleh dari iuran anggota. Dengan demikian, tidak ada lagi politik uang dalam perekrutan calon pemimpin. [R-14] ------------ --------- --------- --------- --------- --------- - [Non-text portions of this message have been removed] Get your preferred Email name! Now you can @ymail.com and @rocketmail.com. http://mail.promotions.yahoo.com/newdomains/aa/ [Non-text portions of this message have been removed]
