Refleksi:  Anda benar. Pengaruh TV kurang baik untuk umat, karena sering  rumah 
ibadah kaum ninoritas dibakar.
  

http://www.antaranews.com/berita/1264925499/menag-teknologi-informasi-tantangan-umat

Menag: Teknologi Informasi Tantangan Umat
Minggu, 31 Januari 2010 15:11 WIB | Peristiwa | Pendidikan/Agama | 

Medan (ANTARA News) - Menteri Agama menyatakan bahwa perkembangan teknologi 
informasi yang semakin agresif dewasa ini, merupakan tantangan bagi semua 
elemen baik tokoh-tokoh agama maupun orangtua dalam mendidik anak.

"Kekuatan informasi melalui teknologi yang modern dan canggih, selain untuk 
dipergunakan bagi kepentingan yang positif, tidak sedikit juga dipergunakan 
untuk kepentingan yang negatif," kata Suryadharma Ali saat membuka Tabligh 
Akbar dan Harlah Al-Ittihadiyah di Medan, Sumatra Utara, Minggu.

Ia mengatakan, informasi dari belahan dunia mana pun dengan isi segala 
materinya sangat mudah menyebar dan merasuk keruang-ruang kesadaran masyarakat 
melalui kemajuan teknologi informasi.

Nilai- nilai yang dulu dianggap sakral, kini mulai bergeser menjadi hal yang 
dianggap tidak memiliki makna lagi. Dengan teknologi informasi siapa pun bisa 
menjadi berita dan siapa pun dapat menyerapnya tanpa filter dan saringan yang 
memadai.

Sebagai contoh nyata, perkembangan jejaring sosial di Internet seperti facebook 
dan Twitter tanpa disadari telah membentuk budaya hidup baru. Tentunya fenomena 
ini mengandung manfaat seperti jaringan silaturahmi dan menyebarkan nilai-nilai 
positif lainnya. 

Namun tidak dapat dipungkiri juga bahwa hal tersebut juga membentuk sikap dan 
prilaku negatif masyarakat 

Oleh karena itu, kondisi tersebut perlu kontruksi nyata dari para ulama, kyai 
dan tokoh agama agar ikut berperan aktif dalam masalah-masalah tersebut.

Posisi ulama dan tokoh agama saat ini tidak cukup hanya sebagai pendakwah yang 
hanya berada pada level moral. Namun juga harus ikut mengentaskan berbagai 
persoalan nyata yang dihadapi masyarakat.

Tentunya ulama tetap menjaga keulamaanya, namun melihat kondisi yang dinamis 
karena cepatnya perubahan, maka peran ulama, kyai, ustad dan tokoh agama harus 
lebih ditingkatkan, minimal dapat mengikuti perkembanagan yang terjadi.

Hal ini diperlukan agar masyarakat dapat dikawal dan dibina sesuai dengan 
dinamikanya sehingga eksistensi ulama kyai, ulama dan ustad tetap menjadi 
penjaga moral yang tadak pernah lekang dari zaman.

"Peran orang tua juga sangat dituntut untuk lebih mengawasi anak-anaknya agar 
jangan sampai menyerap informasi yang dapat merusak moral dan keyakinan 
mereka," katanya.








[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke