Indonesia menjadi pengimpor bahan bakar (minyak), sekalipun negeri penghasil 
minyak. Agak aneh tetapi benar. 

  ----- Original Message ----- 
  From: Dharma Semesta 
  To: [email protected] 
  Sent: Friday, January 29, 2010 3:27 AM
  Subject: Re: [inti-net] Insinyur Diminta Tingkatkan Daya Tahan Industri


    
  Lha kalau minyak habis, gimana mau mempertahankan industri?

  -dharma

  2010/1/28 sunny <[email protected]>

  >
  >
  > Refleksi : Daya tahan industri sesuatu negeri tergantung pada politik
  > ekonomi, sosial dan kebudayaan negera tsb, jadi bukan khusus tergantung pada
  > grup bidang tertentu, tetapi kalau menteri mau kentut, tentu tidak ada yang
  > melarang.
  >
  >
  >
  > 
http://www.antaranews.com/berita/1264664580/insinyur-diminta-tingkatkan-daya-tahan-industri
  >
  > Insinyur Diminta Tingkatkan Daya Tahan Industri
  > Kamis, 28 Januari 2010 14:43 WIB | Ekonomi & Bisnis | Bisnis |
  >
  > Menko Bidang Perekonomian Hatta Rajasa. (ANTARA/Widodo S. Jusuf)Jakarta
  > (ANTARA News) - Pemerintah cq Menko Bidang Perekonomian Hatta Rajasa meminta
  > kalangan insinyur meningkatkan daya tahan industri nasional sehingga mampu
  > meningkatkan volume perdagangan Indonesia di era perdagangan bebas saat ini.
  >
  > "Dalam persaingan perdagangan saat ini saya ingin mengajak insinyur
  > berpikir keras bagaimana mengembangkan perdagangan kita yang berbasis sumber
  > daya alam dengan keunggulan komparatif menjadi keunggulan kompetitif," kata
  > Hatta pada pelantikan pengurus Persatuan Insinyur Indonesia (PII) periode
  > 2009-2012 di Jakarta, Rabu malam.
  >
  > Ia mengatakan, Indonesia tidak bisa lari dari tren perdagangan bebas saat
  > ini dan ia melihat peranan insinyur sangat penting dalam merespon tantangan
  > global tersebut menjadi peluang agar neraca perdagangan Indonesia menjadi
  > surplus, meskipun terjadi era keterbukaan dalam perdagangan dunia.
  >
  > "Insinyur selalu melihat peluang. Insinyur tidak pernah mengatasi
  > persoalan, tetapi mengatasi potensial problem sebelum menjadi problem,"
  > ujarnya.
  >
  > Dalam kaitan itu, Hatta meminta kalangan insinyur mengatasi potensi
  > pemutusan hubungan kerja (PHK) dan runtuhnya industri nasional akibat
  > perdagangan bebas, melalui penguatan daya tahan industri dan peningkatan
  > produktivitas agar potensi masalah itu bisa teratasi.
  >
  > Pemerintah sendiri, lanjut dia, telah memiliki langkah agar perdagangan
  > bebas tidak menimbulkan kerugian yang besar bagi industri nasional melalui
  > revitalisasi industri dengan cara pengembangan klaster-klaster pada enam
  > koridor utama.
  >
  > "Dalam hitungan minggu, Presiden akan menandatangani Komite Inovasi
  > Nasional 2025," katanya. Ia berharap akan banyak insinyur terlibat dalam
  > komite tersebut.
  >
  > Lebih jauh ia berharap kalangan insinyur meningkatkan peran dalam tiga
  > pilar pembangunan nasional yaitu peningkatan sumber daya manusia
  > berkualitas, peningkatan ilmu pengetahuan dan teknologi untuk merespon
  > masalah pembangunan, dan peningkatan daya saing nasional.
  >
  > Sementara itu, dalam pidato Ketua Umum PII yang terpilih pada Munas di
  > Manado pada awal Desember 2009 lalu, M Said Didu, mengatakan, kalangan
  > insinyur akan mendukung konsep pembangunan industri melalui klaster seperti
  > yang dicanangkan pemerintah tersebut.
  >
  > "Itu kebijakan yang tepat dan perlu didukung bersama," ujar Sekretaris
  > Kementerian BUMN itu yang dalam kepimpinannya di PPI menekankan pentingnya
  > kebersamaan.
  >
  > Said Didu mengakui pada saat ini Indonesia mengalami ancaman
  > deindustrialiasasi yang terlihat dari menurunnya pertumbuhan peranan
  > industri terhadap produk domestik bruto (PDB).
  >
  > Ia menguraikan sejak krisis ekonomi pertumbuhan industri nasional terus
  > menurun secara signifikan. Pada 10 tahun sebelum krisis 1997/1998
  > pertumbuhan industri rata-rata mencapai 12 persen per tahun atau sekitar
  > lima persen lebih tinggi dari pertumbuhan ekonomi nasional. "Itulah yang
  > membuat Indonesia masuk kategori `macan` Asia waktu itu," katanya.
  >
  > Namun setelah krisis, pertumbuhan industri nasional, lanjut dia, terus
  > menurun dengan rata-rata pertumbuhan sebesar 5,2 persen per tahun sepanjang
  > 2000-2008, sedangkan pertumbuhan PDB rata-rata 5,2 persen.
  >
  > Ia juga menguraikan pada era keemasan pertumbuhan ekonomi nasional,
  > kontribusi industri manufaktur terhadap PDB mendekati angka 35 persen, namun
  > sejak 2000 peranan industri turun menjadi rata-rata 28 persen.
  >
  > "Untuk menghentikan laju deindustrialisasi diperlukan terobosan kebijakan
  > yang dilaksanakan secara konsisten dan tidak sekedar menjawab persoalan
  > kekinian, namun memiliki dimensi jauh ke depan," ujar Said Didu.
  >
  > Ia mengatakan, terobosan terpenting yang harus dilakukan pemerintah adalah
  > keamanan pasokan energi dan dukungan infrastruktur. Dua hal tersebut, lanjut
  > dia, membutuhkan kebijakan yang "extra-ordinary" untuk mewujudkannya.
  > (*)
  >
  > [Non-text portions of this message have been removed]
  >
  > 
  >

  [Non-text portions of this message have been removed]



  

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke