Singapura bisa ikut masuk kategori Negara besar, sedangkan Indonesia tidak ikut 
dilibatkan. Anehnya lagi, pejabat terkait dari Indonesia cuma bisa diam saja, 
alias pasrah. Ntar kalau sudah terlambat, baru teriak-teriak, minta dibatalkan, 
ditunda, dan lain lain. 


Negosiasi FTA Trans-Pasifik Dimulai di Australia

MELBOURNE - Pemerintah Amerika Serikat (AS) dan tujuh negara mitra 
perdaganganya di Asia-Pasifik memulai pembicaraan di Australia kemarin sebagai 
langkah pertama membuka kesepakatan perdagangan bebas (Free Trade Area/FTA) di 
kawasan tersebut.

Ketujuh calon mitra perdagangan AS itu adalah Australia, Selandia Baru, 
Singapura, Cile, Brunei Darussalam, Peru dan Vietnam. Negara-negara itu akan 
bergabung dengan AS dalam kerangka kerja sama yang disebut Trans-Pacific 
Partnership (TPP). Kesepakatan tersebut juga memungkinkan negara raksasa Asia 
lainnya yakni China, Jepang dan Korea Utara turut bergabung.

"Ini adalah negosiasi perdagangan potensial dan sangat signifikan. Kesepakatan 
ini akan menjadi dasar untuk menjembatani FTA di kawasan Asia Fasifik," kata 
Menteri Perdagangan Australia Simon Crean di Canberra, seperti di kutip dari 
AFP, Senin (15/3/2010).

Kerja sama TPP antara AS dan tujuh mitra perdagangannya itu mencakup populasi 
pasar sebanyak 470 juta orang dengan total produk domestik bruto (PDB) 
diperkirakan mencapai USD16,2 triliun. Meski demikian, kata Crean, potensi 
konflik dalam pembicaraan tersebut diperkirakan muncul di sektor pertekstilan, 
pertanian, peternakan, dan hak kekayaan intelektual.

"Tapi semuanya akan dibicarakan di meja perundingan. Itu artinya, dengan 
pendekatan komprehensif dalam skema TPP, tidak ada yang di luar itu," kata 
Crean.

Negosiasi tersebut merupakan salah satu kesempatan bagi AS untuk meneruskan 
kesepakatan di Asia bertepatan dengan kunjungan Presiden Barack Obama ke ke 
kawasan tersebut pekan depan. Crean menilai, partisipasi AS yang ditandai 
dengan kedatangan Obama akan menjadi sinyal adanya komitmen di kawasan Asia 
Pasifik di tengah berbagai isu kebijakan perdagangan luar negeri.

Sementara itu, Perdana Menteri Selandia Baru John Key menyatakan, pembicaraan 
TPP merupakan potensi besar tidak hanya akses yang lebih baik bagi pasar AS, 
tetapi juga jalan menuju kesetaraan bagi kawasan Asia Pasifik secara lebih luas.

Di samping TPP, salah satu pakta kesepakatan yang termasuk terbesar dilihat 
dari populasi jumlah penduduknya saat ini adalah FTA antara China dan Asean 
(CAFTA). Meski demikian pengaruh CAFTA dinilai baru akan bisa terasa pada akhir 
tahun ini. Selain itu potensi besar lain adalah kemungkinan kerja sama 
perdagangan ASEAN+3 (Jepang, Korea Selatan dan China).


Kirim email ke