Dari Kunjungan Lech Walesa, terbersit pengakuan yang jujur.
Indonesia yang terdiri dari beragam suku dan etnis, memang agak sulit untuk 
bisa menjaga Pluralisme utk masa yang lama. 


KUNJUNGAN LECH WALESA
Pluralisme di Indonesia Lebih Rumit

Sabtu, 15 Mei 2010 | 05:14 WIB

YOGYAKARTA, KOMPAS - Pada kunjungannya di Yogyakarta, pemenang Nobel Perdamaian 
tahun 1983, Lech Walesa, menyatakan mengagumi persatuan bangsa Indonesia. 
Berisi ratusan etnis, beragam budaya, dan agama, Indonesia ternyata mampu 
bersatu untuk waktu lama.

"Perbedaan di Indonesia jauh lebih rumit daripada di Eropa. Namun, persatuan 
bisa terjalin begitu lama. Saya ingin belajar soal persatuan bangsa Indonesia," 
tuturnya pada seminar bertema "Kontribusi Pluralisme dalam Demokrasi" di 
Universitas Atma Jaya Yogyakarta, Jumat (14/5).

Selama kunjungannya di Indonesia, mantan Presiden Polandia itu mendorong 
tumbuhnya solidaritas dan kesetaraan untuk mewujudkan perdamaian serta 
demokrasi di negara yang plural. Kesadaran kesetaraan dan solidaritas 
antarwarga merupakan landasan terpenting mempersatukan bangsa yang terdiri atas 
beragam suku dan agama dalam sistem demokrasi.

"Tanpa solidaritas dan kesadaran kesetaraan, demokrasi yang damai dan sehat 
akan sulit terwujud di sebuah negara yang plural," tuturnya. Dia mengatakan, 
saat ini persatuan antarbangsa semakin penting karena tantangan dunia semakin 
berat di masa mendatang.

Lech Walesa adalah tokoh reformasi damai di Polandia. Sebelum terpilih sebagai 
presiden, mantan pemimpin serikat buruh Polandia, Solidarnosc, itu sukses 
menggerakkan reformasi melawan rezim komunisme tanpa kekerasan. Ia memimpin 
Polandia periode 1990-1995.

Duta Besar Republik Polandia untuk Indonesia Tomasz Lukaszuk mengatakan, 
kunjungan Walesa ke Indonesia juga untuk meningkatkan kerja sama ekonomi antara 
Polandia dan Indonesia.

Rektor Universitas Atma Jaya Yogyakarta A Koesmargono mengatakan, Indonesia 
perlu belajar dari reformasi damai di Polandia. Kedatangan Walesa ke Yogyakarta 
atas undangan Yayasan Indonesia Kebanggaanku. (IRE)

Kirim email ke