Refleksi :  Tanpa ucapan nasehat  duta besar Da'i,  Dengan TKI  dibayar gaji 
terendah dan  tanpa perlindungan hukum  mereka sudah menampilkan diri  bahwa 
mereka dari negeri  besar segalanya. Besar penipuan terhadap rakyat, besar 
jumlah koruptor,  besar jumlah kaum kemiskinan, bersar jumlah pembesar 
pembohong, apa lagi yang kurang besarnya.

http://www.antaranews.com/berita/248844/dai-tki-harus-tunjukkan-diri-dari-negara-besar

Da`i: TKI Harus Tunjukkan Diri dari Negara Besar 
Minggu, 6 Maret 2011 23:13 WIB | 995 Views

 
Duta Besar Indonesia untuk Malaysia, Da'i Bachtiar (FOTO ANTARA/R. Rekotomo )

Kuala Lumpur (ANTARA News) - Duta Besar Republik Indonesia untuk Malaysia, Da`i 
Bachtiar meminta tenaga kerja Indonesia harus mampu menunjukkan diri datang 
dari negara besar yang merantau ke Malaysia, bukan untuk meminta-minta tapi 
turut membangun negeri jiran itu.

"Tunjukkan anda datang dari negara besar yang punya potensi dan turut membantu 
pembangunan Malaysia," kata Da`i dengan suara lantang dihadapan para TKI yang 
hadir dalam acara Karnival Nusantara diselenggarakan Perhimpunan Masyarakat 
Indonesia di Malaysia (Permai) di lapangan Sultan Sulaiman, Kuala Lumpur, 
Malaysia, Minggu.

Dikatakannya, Indonesia memang berterima kasih kepada pemerintah Malaysia, 
namun sebaliknya, Malaysia juga berterima kasih karena kehadiran para TKI di 
negeri itu juga untuk kemajuan ekonominya.

Oleh karenanya, kata Da`i, dirinya sangat sedih apabila ada warga Indonesia 
yang melakukan kriminal di Malaysia. Tapi sebaliknya dirinya sangat bangga bila 
warga Indonesia menunjukkan prestasinya termasuk di tingkat perguruan tinggi.

"Tolong jangan sampai Dubes RI di Malaysia malu karena tindak kriminal yang 
dilakukan orang Indonesia," ungkapnya.

"Kita semua harus mampu menjaga hubungan saling menguntungkan di kedua belah 
pihak," tegasnya.

Da`i selanjutnya mengutip perkataan mantan Perdana Menteri Malaysia, Tun 
Mahathir Mohamad yang berbunyi "Kalau diseberang sini, Malaysia tidak dijajah 
Inggris, ataupun diseberang sana, Indonesia tidak dijajah Belanda, apakah ada 
Malaysia dan Indonesia,"

Kutipan ini, menurut Da`i menunjukkan bahwa sejarah nenek moyang ke dua bangsa 
serumpun ini, dulunya bersatu.

"Banyak keturunan Indonesia di negeri ini, begitupula sebaliknya bangsa Melayu 
adalah satu rumpun. Jadi kita harus mempererat hubungan tersebut," kata Da`i.

Dikatakanya, hubungan antar kedua pemerintahan sejauh ini terbina dengan baik 
dan tidak ada masalah. 

Begitupula dengan hubungan bisnis antar pelaku usaha di kedua negara juga 
berjalan lancar dan terus menunjukkan peningkatan yang positif. 

"Bahkan pengusaha Malaysia (para pemimpin perusahaan) dalam suatu pertemuan 
telah mengeluarkan resolusi yang menyatakan meningkatkan investasinya ke 
Indonesia pada 2011," kata Da`i dengan menyebutkan investasi Malaysia di 
Indonesia diantaranya untuk sektor kelapa sawit, pertambangan dan infrastruktur.

Selanjutnya, hubungan persaudaraan dan persahabatan kedua belah pihak juga 
terus diperkuat dengan meningkatkan rasa persaudaraan bangsa serumpun.

Oleh karena itu, kata Da`i, jembatan untuk mendekatkan hubungan masyarakat 
kedua negara ini harus diperkokoh dan menjadi tugas bersama baik secara 
individu dan antar masyarakat.

"Menjadi tugas individu dan warga masyarakat untuk mempererat hubungan kedua 
negara ini," kata Da`i.

Sementara itu, Ketua Permai, M Machrodji Maghfur pada saat mengukuhkan 
kepengurusan permai untuk masa bakti 2011-2013 mengingatkan agar mereka bekerja 
secara iklas membangun silahturahmi antar sesama warga Indonesia di Malaysia 
dengan menjunjung tinggi harkat dan martabat bangsa Indonesia.

"Kepada teman-teman di Permai diharapkan bersatu demi kepentingan bangsa 
Indonesia tanpa memandang dari mana asalnya. Sehingga keberadaan Permai ini 
menjadi wadah untuk meningkatkan komunikasi positif antar sesama warga 
Indonesia di negeri ini," ungkapnya.

Sedangkan acara Karnival Nusantara, selain d ramaikan bazar makanan Indonesia 
juga dimeriahkan atas kehadiran penyanyi terkenal Indonesia, Dewi Yull.

Dewi membawakan sejumlah lagu-lagu yang menjadi hit di dalam negeri seperti 
"Jangan ada dusta diantara kita" yang dipopulerkan bersama almarhum Broery 
Pesolima serta lagu berjudul "Jujur" dari grup band Radja.(*)

Berita Terkait
  a.. FIFA Larang Nurdin Maju pada Kongres PSSI 
  b.. Kemlu: Masih Ada 61 WNI di Libya
  c.. KBRI Kairo Kembali Evakuasi 13 TKI dari Libya
  d.. KBRI Kairo Kembali Evakuasi 13 TKI dari Libya
  e.. 60 Persen Permasalahan TKI di Malaysia Terkait Gaji 
Video
  a.. TKI Tak Boleh Berangkat Tanpa Sertifikat
  b.. Pemerintah Akan Benahi Nasib TKI
  c.. Polisi Tangkap Dua Pengirim TKI


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke