Wapres: Tidak Benar Ekonomi Indonesia Gagal Antara - Kamis, 10 Maret Wapres: Tidak Benar Ekonomi Indonesia Gagal Perth, Australia (ANTARA) - Wakil Presiden Boediono menegaskan, tidak benar jika ekonomi Indonesia mengalami kegagalan dan pesimistis, mengingat banyak indikator yang menunjukkan perekonomian nasional mengalami kemajuan.
"Jadi sebenarnya kalau kita pesimis mengenai perkembangan ekonomi Indonesia tidak pada tempatnya dan kalau pesimis seakan-akan ekonomi kita gagal menurut saya sama sekali tidak benar," kata Wapres Boediono, di Perth, Rabu. Wapres menyampaikan hal itu saat melakukan dialog dengan masyarakat dan mahasiswa Indonesia yang tinggal di kota tersebut dan dihadiri oleh Menteri Pendidikan Nasional M Nuh serta Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi EE Mangindaan. Menurut Wapres, situasi ekonomi Indonesia sesungguhnya bagus walaupun tidak bagus sekali. Dia mencontohkan, saat krisis ekonomi melanda dunia pada 2008-2009 banyak negara yang alami krisis ekonomi tapi ekonomi Indonesia ternyata tetap bisa bertahan, di saat pertumbuhan ekonomi negara pertumbuhannya negatif. "Yang paling kebal akibat adanya krisis saat itu hanya ada tiga negara di Asia, yakni China, India dan Indonesia," kata Wapres. Sejumlah indikasi yang menunjukkan ekonomi nasional tumbuh baik adalah banyak sekali investor asing yang menginginkan investasi langsung (FDI) ke Indonesia. "Jangan lupa investor tentunya kalau mau berinvestasi lihat dahulu mengenai kondisi suatu negara. Kalau ada investor asing datang ke Indonesia maka ini mengindikasikan kondisi kita baik," kata Wapres Boediono. Investor asing, kata Boediono, tidak bisa dikelabui dengan kondisi di suatu negara karena mereka tentunya telah mempelajari situasi dan kondisi berbagai bidang suatu negara. "FDI meningkat sangat pesat tahun 2010 dan ini adalah indikasi kepercayaan di luar negeri terhadap ekonomi Indonesia bagus," kata Wapres. Indikator lain membaiknya ekonomi Indonesia yakni kurs rupiah yang makin menguat terhadap dolar AS hingga mencapai Rp8.700 per dolar AS. Selain itu juga cadangan devisa nasional yang meningkat hingga melampaui angka 100 miliar dolar AS. "Dulu waktu saya menjadi gubernur Bank Indonesia cadangan devisa maksimal 62 miliar dolar AS. Hal ini penting untuk menunjukkan bahwa Indonesia mampu menghadapi krisis," kata Wapres. Dubes: Kematangan Politik Indonesia Jadi Daya Tarik Antara - 1 jam 50 menit lalu London (ANTARA) - Dubes RI untuk Republik Federal Jerman Eddy Pratomo mengatakan ekonomi dan politik Indonesia yang semakin menunjukkan kematangannya, menjadi salah satu daya tarik "riving force" masyarakat internasional untuk datang ke Indonesia. Hal itu disampaikan Dubes Eddy Pratomo ketika meresmikan paviliun Indonesia di ajang Bursa Pariwisata Internasional ITB Berlin yang juga dihadiri Dirjen Promosi Pariwisata, Kementerian Budaya dan Pariwisata RI Dr Sapta Nirwandar, di gedung Messe Berlin, Rabu (9/3) lalu. Keikutsertaan Indonesia dalam bursa pariwisata terbesar di dunia untuk yang ke-31 kalinya itu mengusung branding "Wonderful Indonesia", dan akan berlangsung hingga 13 Maret mendatang, ujar Fungsi Penerangan, Sosial dan Budaya KBRI Berlin, Purno Widodo kepada Antara London, Kamis. Delegasi Indonesia dipimpin langsung Dirjen Pemasaran Pariwisata Kemenbudpar, Dr Sapta Nirwandar dengan menggandeng lima dinas pariwisata daerah serta 79 industri pariwisata dari seluruh Indonesia. Dubes mengatakan, promosi wisata tetap menjadi hal penting, namun kondisi internal Indonesia sendiri merupakan salah satu daya tarik utama dalam menarik wisatawan asing ke Indonesia. Rasa optimisme yang tinggi untuk memenuhi target 7,7 juta wisman di tahun 2011 juga secara langsung diungkapkan Dirjen Dr Sapta Nirwandar. Dikatakannya, saat ini Indonesia sedang menunjukkan prestasi yang bagus secara ekonomi, serta semakin mendorong berkembangnya pariwisata Indonesia seperti yang diharapkan. Hal ini terlihat dengan makin banyaknya pelaku wisata yang berpartisipasi dalam ITB tahun ini. Selain didukung dengan beroperasinya kembali maskapai penerbangan Garuda Indonesia di Eropa sejak Juni tahun lalu, juga keketuaan Indonesia di ASEAN yang berdampak positif dengan maraknya konferensi Internasional di Indonesia. Menurut Dirjen, diperkirakan tidak kurang dari 600 pertemuan internasional akan berlangsung sepanjang tahun 2011 di Indonesia. ASEAN Tourism Forum 2011 juga akan digelar di Indonesia, ujarnya. Tahun emas Dirjen Dr Sapta Nirwandar menyebutkan bahwa tidak berlebihan jika tahun ini diprediksikan menjadi tahun emas pariwisata Indonesia. "Indonesia memang patut lebih diperhitungkan dalam kancah pariwisata dunia," ujarnya. Dikatakannya, indikator tersebut sudah tampak dari naiknya jumlah wisatawan asing ke Indonesia periode Januari 2011 yang sudah mencapai lima persen. Harapan masuknya satu juta masyarakat Eropa berwisata ke Indonesia tampaknya tinggal menunggu waktu. Branding pariwisata Indonesia "Wonderful Indonesia" dengan fokus utama pada sektor Eco, Culture dan MICE, sejalan dengan tren pasar wisata dunia yang menekankan objek wisata eco tourism, yang tidak saja menjual daya tarik alam tapi juga menyumbang upaya pelestarian alam. Hal itu juga disampaikan Sekjen United Nation World Tourism Organization (UN WTO) Dr Taleb Rifai dalam pembukaan ITB 2011, yang menyatakan sektor pariwisata sangat berperan dalam meningkatkan economic growth, social progress and especially environtment sustainability. Penyelenggaraan ITB merupakan agenda tahunan yang dinilai penting mengingat sifatnya sebagai salah satu pameran pariwisata terbesar dan barometer kemajuan industri pariwisata di dunia. Paviliun Indonesia bernuansa kontemporer dan ornamen etnik dengan desain ukiran Bali, serta keelokan alam Papua dan replika komodo berbagai ukuran diwarnai berbagai visualisasi pesona eksotisme alam dan budaya Indonesia. Hal tersebut menjadi daya tarik dari media masa internasional seperti TV Berlin, EURO Sport, AVUS TV Berlin, Jazz Radio dan berbagai media cetak lainnya yang melakukan liputan di Paviliun Indonesia. Paviliun Indonesia juga menampilkan berbagai acara budaya, demo lukis, dan suguhan kopi Indonesia yang diminati pengunjung pameran yang diikuti 11.127 peserta dari 188 negara, serta dikunjungi lebih dari 180.000 pengunjung dari 180 negara dengan mencatat transaksi sekitar enam miliar Euro. Selain itu berbagai capaian penting juga diraih Paviliun Indonesia seperti tahun 2009 dan 2008, yakni masuk dalam peringkat kelima The Best Exhibitor Awards untuk kategori Asia, Australia dan Oceania. Capaian nyata keikutsertaan Indonesia pada ITB Berlin setiap tahunnya, ialah terpenuhinya target kunjungan wisman ke Indonesia sebanyak lebih dari tujuh juta wisman dengan menyumbang pendapatan sebesar 7,6 miliar dolar AS, yang merupakan penyumbang terbesar ketiga devisa negara. [Non-text portions of this message have been removed]
