Pengamat : "Reshuffle" Kabinet Karena Alasan Politis 
Selasa, 8 Maret 2011 22:25 WIB | 701 Views

Jakarta (ANTARA News) - Pengamat politik dari Universitas Indonesia (UI) 
Andrinof Chaniago menilai rencana perubahan susunan (Reshuffle) kabinet lebih 
didasarkan pada alasan politis daripada evaluasi kinerja menteri.

"Saya melihat `reshuffle` karena alasan politis, ini sudah terlihat. Saya tidak 
melihat alasan `reshuffle` ini untuk menaikkan kinerja," katanya di Jakarta, 
Selasa.

Andrinof mengatakan, jika benar perubahan susunan kabinet didasarkan pada 
alasan politis, maka perubahan yang dilakukan pemerintah tidak akan memberikan 
manfaat bagi masyarakat.

"Buat masyarakat ini tidak ada untungnya, hanya melanjutkan kegaduhan politik 
saja. `Reshuffle` ini tidak akan ada manfaatnya untuk masyarakat kalau 
alasannya politis," ujarnya.

Ia mengatakan jika dilakukan perubahan susunan kabinet maka seharusnya 
dilakukan berdasarkan evaluasi kinerja kabinet yang dilakukan oleh Unit Kerja 
Presiden Bidang Pengawasan dan Pengendalian Pembangunan (UKP4).

Apabila Presiden Susilo Bambang Yudhoyono akan mengubah susunan kabinet maka 
yang harus dilakukan adalah merasionalisasi kabinet dengan mengganti 
menteri-menteri yang dianggap kurang mampu.

"Harusnya penekanannya pada orang-orang yang mampu. Kalau dia (menteri) 
mewakili partai maka harusnya orang yang mampu sehingga tidak menghambat 
pemerintahan," katanya.

Menurut dia, komposisi maupun perubahan di kabinet seharusnya tidak sekedar 
mengutamakan representasi politik.

Sementara itu, sejumlah menteri Kabinet Indonesia Bersatu II menyatakan siap 
untuk digeser dari jabatannya oleh Presiden.

Menteri Pertanian Suswono menyatakan dirinya siap digeser jika Presiden 
menginginkan itu.

Hal serupa juga disampaikan Menteri Lingkungan Hidup, Gusti Muhammad Hatta. Ia 
mengatakan dirinya menyerahkan sepenuhnya soal perubahan susunan kabinet kepada 
Presiden.

Kemudian, Menteri Komunikasi dan Informatika Tifatul Sembiring juga menyatakan 
kesiapannya jika Presiden mengambil langkah perubahan susunan kabinet.

Ia mengatakan, jika Presiden SBY mengambil langkah tersebut, maka itu berarti 
Presiden telah memperhitungkannya dengan matang.(*)

http://groups.yahoo.com/group/inti-net
http://indonesiaupdates.blogspot.com/
http://tionghoanet.blogspot.com/
http://chinese-clubs.blogspot.com/
http://export-import-indonesia.blogspot.com/
http://lowongannet.blogspot.com

Kirim email ke