http://bintangpapua.com/index.php?option=com_content&view=article&id=9351:socratez-luncurkan-buku-opm&catid=25:headline&Itemid=96
Sabtu, 12 Maret 2011 00:32
Socratez Luncurkan Buku 'OPM'
Pdt. Socratez S Yoman
JAYAPURA - Salah satu tokoh asal Pegunungan Tengah Papua, Pdt. Socratez S
Yoman yang rajin menyusun buku, Jumat (11/3) kembali meluncurkan buku
terbarunya berjudul OPM (Otonomi, Pemekaran dan Merdeka). Buku setebal 136
halaman tersebut diluncurkan di Aula STT GKI Padang Bulan dengan menghadirkan
Pdt. Herman Awom,S.Th. Sebelum diakhiri acara peluncuran bukunya yang
menggunakan sub judul 'Saatnya kebenaran bersuara di Tanah Papua' dan
dimoderatori oleh Mathius Murib, Socratez menyatakan bahwa apa yang
dilakukannya adalah sebagai salah satu tugasnya sebagai utusan Allah.
"Penyusunan buku ini, hanya untuk melaksanakan tugas sebagai utusan
Allah, sebagai malaikat Allah. Jadi nanti kalau menghadap Allah dan
dipertanyakan apa yang telah saya lakukan, apakah dinilai salah dan harus masuk
neraka, ya saya terima," ungkapnya sebelum acara do'a. Usai acara peluncuran,
Socratez mengatakan kepada Wartawan bahwa buku baru yang diluncurkannya yang
dipatok dengan tarif Rp. 30 ribu, tidak dititipkan di toko-toko buku. "Buku ini
saya pasarkan melalui anak-anak mahasiswa. Sehingga keuntungannya bisa membantu
mereka," ungkapnya.
Sementara itu, Herman Awom yang diundang untuk mengomentari buku terbaru
karya Socratez tersebut mengatakan bahwa nilai atau bobot buku karya Socratez
adalah adanya pelarangan peredaran buku-bukunya.
"Mengapa buku-bku itu dilarang oleh Jaksa Agung, karena buku-buku itu
memuat pengaman orang Papua, tentang sejarahnya yang dibengkokkan, pengalaman
Pepera yang dibengkokkan, kemudian mengenai pelanggaran HAM di Papua yang tidak
dituntaskan, kekerasan di Papua," ungkapnya saat ditemui usai acara peluncuran.
Dikatakan, dari sisi Gereja, ia menulis sebagai pendeta yang berkhutbah
melalui tulisannya yang tidak semua gereja berani menulis seperti yang
dilakukan Socratez. "Saya melihat bahwa beliau menggunakan satu terminology
yang selalu menimbulkan kekerasan OPM," lanjutnya.
Menurut mantan pimpinan sinode dan sebagai seorang Emiritus, bahwa
Socrates menulis sebagai seorang pengkhotbah melalui tulisannya. "Saya melihat
bahwa ia memilih jalan itu, berkhotbah dengan cara menulis, supaya orang baca,
supaya orang tahu," jelasnya.(aj/don/03)
[Non-text portions of this message have been removed]