http://www.mediaindonesia.com/read/2011/03/03/210480/37/5/Bom-Utan-Kayu-Diduga-Kerjaan-Intelijen


Bom Utan Kayu Diduga Kerjaan Intelijen 


Selasa, 15 Maret 2011 23:42 WIB      
Penulis : Herybertus Lesek
JAKARTA--MICOM: Pengamat intelijen Soeripto menduga bom buku yang ditujukan 
kepada mantan Koordinarot Jaringan Islam Liberal (JIL) Ulil Abshar Abdalla yang 
berkantor di Utan Kayu, Jakarta Timur, merupakan pekerjaan intelijen. Untuk 
situasi Indonesia saat ini, yang paling mungkin melakukan kekerasan dengan 
menggunakan bom adalah intelijen profesional. 

â?oYang bisa melakukan itu adalah orang yang profesinya sebagai intelijen. Bisa 
saja agen intel yang melakukan pekerjaan itu. Orang biasa sulit,� ujarnya 
saat dihubungi Media Indonesia, Selasa (15/3). 

Soeripto tidak yakin, bom tersebut diprakarsai oleh teroris. Karena teroris di 
Indonesia hampir tidak lagi berjalan pasca-Abubakar Baazir ditangkap. 

Namun, yang perlu diperhatikan, kata Soeripto, intelijen tersebut bekerja untuk 
siapa atau siapa yang mengkoordinasi kegiatan mereka. Ia belum bisa menyebutkan 
siapa di balik pengeboman tersebut namun dia menilai tindakan tersebut 
merupakan perbuatan liar yang sulit terkontrol. â?oIntel kita saat ini sangat 
liar. Mereka tidak terkontrol, bekerja sesukanya,� ujarnya. 

Soeripto menambahkan, hingga sekarang paradigma kerja intelijen Indonesia masih 
pakai paradigma Orde Baru (Orba). Kekerasan selalu menjadi acuan untuk meredam 
kebebasan pihak lain atau ingin mengontrol pihak tertentu. 

â?oIntelijen kita masih gunakan paradigma Orba. Intel masih bekerja represif. 
Padahal, intelijen kerjanya mengumpulkan data demi kepentingan negara,� 
ujarnya. 

Sementara itu, pengamat militer dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) 
Indria Samego menjelaskan, di negara seperti Asia Selatan dan Asia Tenggara, 
bom sering dipergunakan sebagai alat represif. Hal tersebut merupakan bagian 
dari upaya menyampaikan kehendak atau aspirasi dengan cara yang biadab. 

Di Indonesia, hal tersebut terjadi, kata Indria, karena hukum tidak lagi 
menjadi panglima. Hukum sering dibeli oleh kekuatan uang. â?oBanyak orang yang 
mengambil jalan pintas. Lebih baik bom daripada pakai langkah hukum,� 
terangnya. (*/OL-8) 

++++
http://www.mediaindonesia.com/read/2011/03/03/210576/37/5/Bom-Buku-Ditemukan-di-Rumah-Yapto


Bom Buku Ditemukan di Rumah Yapto 

Rabu, 16 Maret 2011 00:30 WIB    
Penulis : Rita Ayuningtyas


JAKARTA--MICOM: Bom buku yang meledak di Kompleks Komunitas Utan Kayu, Selasa 
(15/3) sore dan Kantor Badan Narkotika Nasional (BNN), juga ditemukan di rumah 
Yapto Suryosumarno di kawasan Ciganjur, Jakarta Selatan, Selasa (15/3) malam. 

Keberadaan bom buku itu dibenarkan Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes 
Baharudin Jafar saat dihubungi mediaindonesia.com, Rabu (16/3) dini hari. 

Baharudin menjelaskan, bentuk sama berupa buku. "Tetapi material masih 
diselidiki," jelas Baharudin. Bom tersebut sudah ada sejak pukul 20.00 WIB, 
tetapi baru ditangani pada pukul 22.00 WIB. (Bob/OL-2) 

+++

http://www.mediaindonesia.com/read/2011/03/03/210592/37/5/Bom-di-Rumah-Yapto-Dikirim-dari-Bogor



Bom di Rumah Yapto Dikirim dari Bogor 

Rabu, 16 Maret 2011 07:54 WIB      
Penulis : Rita Ayuningtyas
JAKARTA--MICOM: Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Baharudin Djafar mengatakan 
ada kemiripan bom yang ditemukan di Utan Kayu dengan yang di kediaman Ketua 
Pemuda Pancasila Yapto S Soeryosumarno.  Menurut Baharudin, kedua bom itu 
sama-sama berasal dari Bogor, Jawa Barat. 

"Dari keterangan sementara, bom buku yang di Utan Kayu dan kediaman Yapto 
sama-sama berasal dari Bogor. Tapi judulnya berbeda. Alamatnya dan nomer 
teleponnya juga tidak sama dengan yang di Utan Kayu," kata Baharudin saat 
dihubungi Rabu (16/3) dini hari. 

Ia menambahkan, polisi telah menjinakkan bom buku tersebut sekitar pukul 22.00 
WIB. Awalnya, Yapto tidak menyadari bahwa kiriman paket amplop berwarna cokelat 
yang sudah ada di rumahnya sekitar pukul 20.00 itu merupakan bom. Kecurigaan 
muncul setelah ia tidak bisa membuka buku tersebut dari belakang. 

"Waktu pulang ke rumah, Yapto membuka bikisan amplop yang ternyata berisi buku. 
Tapi, buku itu tidak bisa dibuka dari belakang. Ia lalu menyuruh ajudannya 
untuk memeriksa. Karena ada kelainan, Yapto lalu menelepon polisi. Dia bilang, 
amplop tersebut sudah ada di rumahnya sekitar pukul 20.00," lanjut Baharudin. 

Kabid Humas Polda Metro Jaya menambahkan, polisi telah memeriksa sejumlah saksi 
di lokasi kejadian. Namun, ia belum bisa menyebutkan secara terperinci. "Saya 
baru mendapat laporan dari anak buah di lapangan. Yang jelas, Gegana sudah 
menjinakkan bom tersebut dan kini sedang memeriksa sejumlah saksi. Kemungkinan 
mereka akan datang ke kantor untuk dimintai keterangan lebih lanjut," ujarnya. 
(OL-12) 


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke