Bung Suny yb,
Janganlah berpikir penyakit yang akibatkan stroke itu hanya sejenis saja,
katanya ada beberapa jenis penyakit yang akibatkan stroke. Juga harus diketahui
juga, kondisi orang seorang itu berbeda-beda, tidak sama 100%, jadi pasti ada
yang cocok dan sembuh dengan kunyit, ... pasti juga ada yang tidak cocok dengan
kunyit. Yang dimaksudkan disini, kan bisa sembuh untuk kondisi diri Agus itu.
Untuk orang lain yang kondisi dan penyebab stroke-nya beda, bisa saja kunyit
tidak memecahkan soal. Belum lagi bicara kunyit yang dijual dipasar itu, ada
yang masih muda dan udah tua, ... mana sesungguhnya yang lebih baik? Masih
perlu diteliti lebih lanjut.
Lalu ditulisan tsb, pakar herbal, Putu Oka juga udah jelaskan: "Pakar
pengobatan tradisional (herbalis dan akupunturis), Putu Oka Sukanta,
menambahkan bahwa stroke harus dilihat dari penyebabnya. Sebab stroke itu
akibat dari sesuatu. Keluhan apa saja yang menyertainya. Bila dilihat
kelumpuhan sebagai hasil serangan darah tinggi, maka fungsi kunyit hanyalah
sebagai antiseptik, terutama bekerja di daerah pencernaan.
Sedangkan untuk regenerasi sel otak, justru lebih baik menggunakan pegagan.
Selain itu, temulawak dan meniran bagus juga digunakan untuk mengobati organ
yang rusak. "Kunyit membersihkan, bisa mengurangi bakteri dalam makanan yang
masuk ke tubuh," kata Putu Oka Sukanta."
Itu sama saja dalau kita lihat dari sudut yang berbeda, dimana sekarang rokok
sudah dipastikan merusak kesehatan manusia, tapi kan juga ada kenyataan,
perokok berat malah usianya lewsat dari 90 tahun masih sehat, sebalik ada juga
pemuda usia 20-an sekalipun tidak merokok udah mati! Lalu, pilih yang mana?
Hehehee, ...
Salam sehat,
ChanCT
----- 原始郵件-----
寄件者: sunny
傳送日期: 2011年3月14日 23:51
主旨: Si Kuning Mengobati Stroke
Kalau tesis yang diberitakan ini benar berarti orang India, Pakistan,
Srilanka, Bangladesh jarang diserang stroke, karena makanan mereka tiap hari,
pagi, siang dan sore hari ada kunyitnya.
----- Original Message -----
From: ChanCT
To:
Sent: Monday, March 14, 2011 3:22 PM
Subject: Si Kuning Mengobati Stroke
http://www.gatra.com/artikel.php?id=146202
Khasiat Kunyit
Si Kuning Mengobati Stroke
Tangan dan kaki kanan Agus Hariyanto tak bisa digerakkan. Lelaki 64 tahun
asal Sidoarjo, Jawa Timur, itu bicaranya cadel. Tapi kaki dan tangan kirinya
masih berfungsi normal. "Bapak saya itu seperti mati separo," kata Mohammad
Hanafi, 35 tahun, putra sulung Agus Hariyanto.
Agus mengalami stroke sejak delapan bulan silam. Menurut Hanafi, ayahnya
sempat menjalani pengobatan dan rawat inap di rumah sakit selama dua bulan
lebih. Merasa jemu dan persediaan uang menipis, Agus kemudian memutuskan untuk
berobat jalan. Pada waktu yang sama, dia juga menjalani pengobatan alternatif.
Namun, hingga kini, kata Hanafi, ayahnya masih merasa sakit. "Bapak memang
punya riwayat darah tinggi. Tapi kami akan tetap berusaha dan berdoa supaya dia
bisa cepat disembuhkan," Hanafi berharap. Agus barangkali bisa mencoba obat
herbal yang terbuat dari kunyit atau kunir (Curcuma sp.) untuk menyembuhkan
penyakitnya.
Kondisi tubuh yang rusak akibat serangan stroke dapat pulih setelah diobati
dengan kunyit. Begitulah hasil penelitian Cedars-Sinai Medical Center di Los
Angeles, Amerika Serikat. Awal Februari lalu, hasil penelitian itu dijabarkan
dalam sebuah konferensi tentang stroke. BBC News melaporkan, uji coba yang baru
sebatas pada kelinci itu tak lama lagi bakal diterapkan pada manusia.
Dokter Paul Lapchak, yang memimpin riset itu, mengungkapkan bahwa obat yang
berbasis kunyit bekerja pada sel-sel otak dan mampu mengurangi masalah pada
gerak serta otot. Selama ini, kunyit memang banyak digunakan sebagai obat
tradisional, terutama di India dan Indonesia. Zat curcumin yang terkandung di
dalam kunyit tak mampu lolos dari penghalang darah ke otak yang melindungi otak
dari molekul-molekul beracun.
Tim peneliti dari Amerika itu memodifikasi curcumin menjadi versi baru
CNB-001 yang dapat menembus penghalang tadi. CNB-001 muncul memperbaiki empat
"jalur sinyal" yang membantu penghancuran jalan penghalang dari sel-sel otak.
Dari percobaan pada kelinci ditemukan, obat dari kunyit efektif hingga tiga jam
setelah stroke terjadi pada manusia. Ini sama dengan jendela waktu pada
pengobatan yang sekarang berlaku.
Dokter Sharlin Ahmed dari Asosiasi Stroke menyatakan, riset ilmiah itu
merupakan hasil signifikan yang pertama kali dicapai lantaran komposisi obat
dari kunyit yang sanggup membantu pasien stroke. "Ini penelitian signifikan
pertama yang menunjukkan bahwa kunyit bermanfaat untuk penderita stroke, dengan
mendorong sel-sel baru agar tumbuh dan mencegah kematian sel setelah terjadi
stroke," Dokter Sharlin Ahmed menegaskan.
Dengan begitu, Sharlin menambahkan, temuan itu sepertinya sangat
menjanjikan. Tapi dia tetap memperingatkan. "Hasilnya memang terlihat
menjanjikan, tapi masih sangat dini. Uji coba pada manusia harus dilakukan
terlebih dahulu," kata Sharlin.
Ahli rehabilitasi medik dari Universitas Indoensia, Dokter Ira Mistivani,
SpKFR, menyatakan bahwa terapi lewat obat herbal sama pentingnya dengan obat
medis dan rehabilitasi. Obat-obatan berperan memperbaiki gangguan sistemik yang
terjadi pada pasien stroke dan mengontrol faktor risikonya. Sedangkan
rehabilitasi medik lebih berperan mengoptimalkan kemampuan fungsional pasien,
sehingga kualitas hidup pasien dapat meningkat.
"Terapi diberikan selama diperlukan, sesuai dengan evaluasi kondisi
pasien," kata Dokter Ira Mistivani. Menurut dia, tingkat keberhasilan
rehabilitasi stroke itu dipengaruhi berbagai hal. Yakni jenis, lokasi, dan luas
lesi pada stroke. Lalu stimulasi yang diberikan lebih awal (enam bulan
pertama), faktor-faktor risiko, penyakit penyerta atau komplikasi yang terjadi,
motivasi penderita dan dukungan keluarga, serta ketersediaan sarana dan tenaga
profesional rehabilitasi. "Karena itu, penanganannya harus dilakukan sedini
mungkin," ujar Dokter Ira Mistivani.
Pakar pengobatan tradisional (herbalis dan akupunturis), Putu Oka Sukanta,
menambahkan bahwa stroke harus dilihat dari penyebabnya. Sebab stroke itu
akibat dari sesuatu. Keluhan apa saja yang menyertainya. Bila dilihat
kelumpuhan sebagai hasil serangan darah tinggi, maka fungsi kunyit hanyalah
sebagai antiseptik, terutama bekerja di daerah pencernaan.
Sedangkan untuk regenerasi sel otak, justru lebih baik menggunakan pegagan.
Selain itu, temulawak dan meniran bagus juga digunakan untuk mengobati organ
yang rusak. "Kunyit membersihkan, bisa mengurangi bakteri dalam makanan yang
masuk ke tubuh," kata Putu Oka Sukanta.
Deni Muliya Barus, Bernadetta Febriana, dan M. Nur Cholish Zaein (Surabaya)
[Kesehatan, Gatra Nomor 17 Beredar Kamis, 3 Maret 2011]