Refleksi: Kalau langkah baru dengarkan rakyat, bisa berarti langkah selama ini tidak dengar rakyat? Berapa banyak derita rakyat, karena mereka tidak didengar dan dihormati suara mereka? Apa jaminan bahwa rakyat didengar? Bisa saja rakyat didengar, tetapi seperti ucapan kata-kata mutiara : "masuk telinga kiri keluar telinga kanan". Dengan lain kata juga bisa "Lain di bibir lain di hati".
http://nasional.kompas.com/read/2011/03/17/08235948/Langkah.Baru.PDI-P.Dengarkan.Rakyat Partai Politik Langkah Baru PDI-P Dengarkan Rakyat Penulis: Caroline Damanik | Editor: Heru Margianto Kamis, 17 Maret 2011 | 08:23 WIB KOMPAS IMAGES/DHONI SETIAWAN Simpatisan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) mengibarkan bendera berukuran raksasa saat rapat akbar partainya di Stadion Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta Pusat, Sabtu (4/4/2009). SOLO, KOMPAS.com - Ketua Umum PDI-P Megawati Soekarnoputri secara resmi akan mencanangkan program Cabang Pelopor di Desa Jambakan, Kecamatan Bayat, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, Kamis (17/3/2011) pagi. Mega akan meresmikan program ini di hadapan sekitar 50.000 kader, yang terdiri dari masyarakat dan sejumlah pengurus DPC dari seluruh provinsi di desa yang berjarak sekitar 18 km dari pusat kota Klaten. Desa Jambakan merupakan desa pertama yang menjadi tempat implementasi program ini. Cabang Pelopor diharapkan menjadi perpanjangan tangan PDI-P dalam menerima aspirasi akar rumputnya dan meneruskannya dari tingkat pengurus anak cabang (PAC), Dewan Pimpinan Cabang (DPC), dan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) untuk disampaikan ke DPRD setempat hingga ke Dewan. Setiap jenjang diharapkan bisa mengidentifikasi masalah akar rumputnya sehingga dapat dicapai solusi yang tepat untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dengan bekerja sama bersama pemerintah. "Ini menjadi pelopor untuk jadi pilot project di mana DPC akan diarahkan menjadi jembatan antara masyarakat dan DPD. Artinya, aspirasi masyarakat akan ditampung dan disampaikan hingga ke pusat," ungkap Ketua DPP bidang Informasi dan Komunikasi PDI-P Rano Karno kepada wartawan di Solo, Rabu (16/3/2011) malam. Menurut mantan aktor kawakan 'Si Doel Anak Sekolahan' ini, program Cabang Pelopor merupakan bentuk sinergi dari tiga pilar, yaitu legislatif, eksekutif, dan masyarakat. Dengan demikian, PDI-P berharap kebutuhan masyarakat di kalangan bawah mudah terpenuhi. Masyarakat bisa datang langsung ke para pengurus, atau para pengurus sendiri juga bisa langsung 'jemput bola' ke masyarakat. Misalnya, dalam menghadapi persoalan riil di tengah masyarakat, seperti minimnya lahan irigasi bagi kelompok tani, tekanan tengkulak pada pedagang pasar atau produsen bahan makanan, balita kurang gizi hingga persoalan putus sekolah. Desa Jambakan di Kecamatan Bayat ini dipilih menjadi contoh yang pertama karena sudah mempersiapkan diri secara maksimal, baik dari segi teknis maupun kekompakan. Ada lebih dari 30 daerah lagi yang akan menjadi pelopor di seluruh Nusantara. Setelah ini, program ini juga akan dicanangkan di sebuah daerah di Kalimantan. "Daerah pelopor adalah daerah yang sudah siap. Sudah selesaikan permasalahan internalnya. (Program) ini kan sebenarnya bagian dari konsolidasi," tandasnya. [Non-text portions of this message have been removed]
