Refleksi : Burung kakaktua hitam di Seram Barat sudah punah akibat pembabatan 
hutan, sekarang gilaran burung Maleo. 

http://www.ambonekspres.com/index.php?option=read&cat=55&id=32790

KAMIS, 17 Maret 2011 | 156 Hits


Abrasi Hancurkan Habitat Burung Maleo




TANJUNG Maleo-Kailolo, kawasan ini terletak di pantai utara barat Pulau Haruku, 
tepatnya di Tanjung Maleo, kurang lebih 37 km dari Kota Ambon. 

Tipe habitat utama adalah hutan pantai yang telah termodifikasi. Lokasi ini 
sempit dan sangat landai. Separoh dari penduduk Desa Kailolo bekerja di bidang 
pertanian, nelayan dan jasa transposrtasi. Jenis tanaman komoditi utama 
masyarakatnya adalah cengkih dan pala. Namun, belakangan ini, telah terjadi 
abrasi yang menghancurkan tanggul pantai di Desa Kailolo hingga mengancam 
kelangsungan ekosistem burung Maleo (Macrocephalon Maleo) yang setiap hari 
bertelur di sekitar tanjung dekat pantai itu. "Abrasi membuat banyak pohon di 
hutan Tanjung Maleo tumbang. 

Padahal, pohon ini sebagai habitatnya burung Maleo,"terang Wawan Ohorella, 
aktivis lingkungan kepada Koran ini kemarin. Dia berharap, pengikisan pantai 
akibat ombak dapat diperhatikan Pemerintah Kabupaten Maluku Tengah serta Balai 
Konservasi Hutan sehingga tidak berdampak terhadap kelangsungan ekosistem 
burung Maleo. "Burung Maleo di Desa Kailolo telah ada sejak zaman nenek moyang. 
Burung-burung itu tinggal dan bertelur seiring pergantian musim barat dan 
timur,"paparnya. (F

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke