http://www.jambiekspres.co.id/utama/20040-sby-rayu-nazaruddin-pulang.html


      Sabtu, 23 Juli 2011 10:20  

      SBY Rayu Nazaruddin Pulang  
      Informasi untuk Pembenahan Internal Partai
      SBY, Anas Urbaningrum dan Nazaruddin













      JAKARTA - M. Nazaruddin yang terus "bernyanyi" dari tempat 
persembunyiannya, sepertinya, ikut membuat Presiden Susilo Bambang Yudhoyono 
gerah. SBY sampai menggelar keterangan pers untuk meminta mantan bendahara umum 
Partai Demokrat itu kembali dan mengkuti proses hukum.

      "Kembalilah Nazaruddin ke tanah air, kembalilah," ujar SBY usai salat 
Jumat di komplek Istana Kepresidenan, kemarin (22/7). Menurutnya, sulit jika 
posisi Nazaruddin tidak diketahui pasti, termasuk dengan siapa saat ini dan apa 
yang dilakukannya. "Kita serba menduga," katanya.

      Dugaan-dugaan yang muncul, kata dia, justru menggangu dan membuat saling 
curiga satu sama lain. SBY meminta Nazaruddin mengikuti proses hukum di Komisi 
Pemberantasan Korupsi (KPK) dan kepolisian. "Negara kita ini negara hukum. 
Silakan dijelaskan semua sangkaan atau tuduhan itu," tutur SBY.

      Proses hukum, kata SBY, akan berjalan transparan dan akuntabel. Selain 
itu juga memegang asas praduga tak bersalah. "Sekali lagi jalani proses hukum 
itu dengan terlebih dahulu kembali ke Indonesia," bujuknya.

      Dia menegaskan, jika berdasar proses hukum Nazaruddin tak bersalah, tentu 
tidak ada hukuman yang diterimanya. Begitu juga sebaliknya, jika dia dinyatakan 
bersalah oleh pengadilan. "Terpulang pada kesalahannya, berat atau ringan. 
Sehingga trial by court, bukan trial by press atau trial by apapun," kata SBY.

      Tidak hanya untuk menjalani proses hukum, SBY juga meminta Nazaruddin 
pulang untuk menjelaskan isu-isu yang berkaitan dengan internal Partai 
Demokrat. Sebagai ketua dewan pembina PD, dia mengharapkan informasi yang 
selengkap-lengkapnya.

      "Tentu bukan fitnah dan siap diuji kebenaran dari yang disampaikan 
Nazaruddin itu. Partai Demokrat punya alat untuk menguji semuanya itu, mana 
yang benar, mana yang tidak benar, mana yang masih harus diperdalam," urainya.

      Semua informasi yang diberikan, nanti akan diuji kebenarannya. Jika 
memang ada kader PD yang melanggar etika dan kehormatan, tentu akan diberikan 
sanksi. SBY menjelaskan, informasi yang diterima itu berguna bagi partai. 
"(Informasi) itu berguna bagi saya, bagi partai, untuk melakukan penataan, 
melakukan pembersihan kalau memang ada yang tidak bersih di dalam tubuh kami," 
terangnya. 



      Polri Periksa Anas Pekan Depan


      Penyidik Bareskrim Mabes Polri akan memanggil Anas Urbaningrum Rabu 
(27/05) pekan depan. Ketua Umum Partai Demokrat itu akan dimintai keterangan 
soal laporan pencemaran nama baik yang dilakukan Muhammad Nazaruddin, bekas 
Bendahara Umum Partai Demokrat.

      "Sudah diagendakan oleh penyidik, (dipanggil) sebagai saksi," ujar Kepala 
Divisi Humas Mabes Polri Irjen Anton Bachrul Alam di kantornya kemarin (22/07). 
Melalui pengacaranya, Denny Kailimang dan Patra M Zen, Anas melaporkan 
Nazaruddin ke polisi awal Juli lalu. Mereka menggunakan pasal 27 juncto pasal 
45 UU ITE dan pasal 310 juncto pasal 311 KUHP dengan tuduhan menyerang 
kehormatan dan nama baik dan fitnah.

      Buronan Interpol itu dilaporkan karena menuduh Anas menerima suap dalam 
kasus pembangunan Wisma Atlet SEA Games XXVI di Jakabaring, Palembang, Sumatra 
Selatan. Tuduhan Nazaruddin itu diungkapkan melalui pesan BlackBerry ke 
sejumlah media cetak dan elektronik. Belakangan, tudingan itu disampaikan 
langsung Nazarudin melalui telpon ke dua stasiun televisi. 

      "Kasus itu akan diproses terpisah dengan pengejarannya. Sebab, pengejaran 
itu sebenarnya kita membantu KPK," kata mantan Kapolda Jatim itu. Anton 
mengatakan, Anas akan dimintai keterangan mengenai isi laporannya. Namun, ia 
tak menjelaskan lebih lanjut bentuk keterangan yang akan diminta kepada Anas. 
"Nanti saja pekan depan,"katanya. 

      Soal pengejaran Nazarudin, Polri mengaku sudah punya strategi khusus 
untuk segera membawa politisi asal dapil Jember, Jatim itu. "Sudah ada tim di 
luar (negeri)," kata jenderal bintang dua ini. 

      Dimana - Anton tak merinci. "Tunggu saja tanggal mainnya," katanya lalu 
tersenyum. 

      Anton mengatakan Interpol dan jaringannya, sangat merespons upaya 
pencarian Nazar. Mereka kini menelusuri keberadaan Nazar di negara 
masing-masing. "Termasuk Singapura," katanya. Foto Nazar, kata Anton, juga 
sudah disebar di bandara-bandara internasional. "Kita berharap ada hasil 
positif secepatnya," tambahnya.

      (fal/rdl)

      Komentar P 


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke