Ref: Selamat bergolak-golokan

http://lampungpost.co.id/component/content/article/39-nasional/4074-demokrat-tetap-bergolak.html

      Demokrat Tetap Bergolak     | Print |  ail  

 
      Senin, 25 July 2011 01:01  

       

      JAKARTA (Lampost): Rapat Koordinasi Nasional Partai Demokrat diprediksi 
tidak mampu meredam gejolak internal. Imbauan petinggi partai penguasa itu 
dianggap hanya wacana oleh fungsionaris partai.


      Gonjang-ganjing diperkirakan terus berlanjut karena Ketua Dewan Pembina 
Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) tidak secara tegas akan menindak 
kader-kader bermasalah. "Masih akan gonjang-ganjing karena isinya hanya 
imbauan-imbauan. Tidak ada instruksi yang tegas dari SBY. Dia hanya mengimbau 
kader-kader yang bermasalah mengundurkan diri," ujar pengamat politik LIPI 
Indria Samego, Minggu (24-7). 
      Menurut Indria, imbauan SBY untuk para menteri pun banyak yang tidak 
diindahkan, apalagi untuk di internal partainya. "Sudahlah, jangan wacana. 
Rakornas tidak lebih dari perhelatan formal," ujarnya.

      Jauh hari sebelumnya, para elite Demokrat berkoar-koar menjadikan 
Rakornas yang menelan biaya Rp5 miliar itu sebagai ajang pembersihan. Serangan 
masif yang dilancarkan mantan Bendahara Umum Demokrat Muhammad Nazaruddin 
terhadap Ketua Umum Demokrat Anas Urbaningrum, juga tidak dibahas. Saat menutup 
rakornas, Anas hanya berkata, "Burung yang terlalu banyak berkicau tidak 
berkesempatan membikin sarang."

      Serangan Nazar tidak main-main. Anas dituding menerima aliran duit ilegal 
yang bersumber dari proyek-proyek yang didanai APBN untuk memenangi kongres. 
Dari proyek wisma atlet di Palembang, Anas kebagian Rp7 miliar. Anas juga 
menerima Rp100 miliar dari proyek Kementerian Pemuda dan Olahraga di Hambalang, 
Bogor.



      Pembungkaman

      Peserta rakornas pun tidak diberi kesempatan untuk bicara. "Sejauh ini 
kita (peserta) hanya menerima. Tidak boleh berbicara. Padahal banyak yang ingin 
kami sampaikan. Ini kan sama seperti rapat pembekalan bukan rakornas," kata 
Sekretaris DPD Partai Demokrat Jawa Tengah Dani Sriyanto. Adalah Dani yang 
menuntut Anas harus dinonatifkan.

      Menurut Dani, ada upaya membungkam arus bawah sehingga rakornas tidak 
membahas kicauan Nazar dan masalah surat palsu Mahkamah Konstitusi yang diduga 
melibatkan Andi Nurpati, petinggi Demokrat. 

      Rakornas menghasilkan 10 komitmen yang dibacakan Wakil Ketua Umum Jhony 
Allen Marbun. Jhony pernah disebut oleh mantan anggota DPR dari Fraksi PAN, 
Abdul Hadi Djamal, terlibat kasus korupsi pembangunan dermaga di kawasan 
Indonesia timur. Djamal sudah lebih dulu dihukum dalam kasus itu.

      Sebagian dari 5.300 peserta rakornas kemarin lebih memilih jalan-jalan di 
sekitar arena kongres. Tidak sedikit juga yang berbelanja berbagai suvenir 
partai daripada mengikuti pembekalan. Mobil-mobil berplat merah berseliweran di 
lokasi kongres, Sentul International Convention Center.

      Yudhoyono pun langsung kembali menuju ke kediamannya di Puri Cikeas, 
Bogor, usai memberi pembekalan. Ia batal menutup rakornas yang dimajukan pukul 
17.00 dari jadwal semula pukul 19.00.

      Wakil Ketua Dewan Pembina Marzuki Alie juga tidak tampak saat penutupan. 
Sementara Sekretaris Dewan Pembina Andi Mallarangeng datang terlambat ke lokasi 
penutupan. Marzuki dan Andi adalah pesaing Anas dalam perebutan kursi ketua 
umum pada kongres di Bandung, Mei 2010. (MI/U-1)

      Share this post 


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke