Dunia Akan Alami Krisis Pangan? Ester Meryana | Erlangga Djumena | Jumat, 19 Agustus 2011 | 07:41 WIB KOMPAS/RONY ARIYANTO NUGROHO Ilustrasi bahan makanan 1 JAKARTA, KOMPAS.com — Dunia terancam mengalami krisis pangan pada tahun 2050. Saat itu, sebanyak 9,3 miliar penduduk kemungkinan mengalami kekurangan persediaan makanan.
Hal ini disampaikan oleh Corporate Affairs Lead Mosanto Indonesia Herry Kristanto dalam acara buka puasa dengan wartawan di Jakarta, Kamis ( 18/8/2011 ). "(Sektor) pertanian berada di suatu titik yang cukup rumit, tapi (tetap) seksi," ujar Herry. Herry pun menjelaskan, sektor pertanian saat ini berada pada kondisi di mana sumber daya terbatas dan terjadi perubahan iklim. Banyak lahan pertanian mengalami konversi menjadi properti. Namun, lanjut dia, populasi penduduk di dunia terus tumbuh dengan perkiraan mencapai 9,3 miliar penduduk, sekitar 40 tahun yang akan datang. "Kita menghadapi isu global food security," katanya. "Satu dari enam orang tidak mempunyai makanan yang cukup dalam sehari. Setengahnya merupakan petani," ungkap dia sebagai gambaran dari krisis pangan yang mungkin terjadi. Ia mengatakan, peningkatan pendapatan penduduk dunia juga berpengaruh terhadap peningkatan kebutuhan pangan. "China yang dulu negara pengekspor biji-bijian sekarang sudah menjadi net importir," ujarnya. Padahal, biji-bijian pun diperlukan tidak hanya untuk dikonsumsi manusia, tetapi juga sebagai pakan ternak. Oleh sebab itu, lanjutnya, pertanian yang berkelanjutan menjadi solusi. Ini merupakan inti dari yang dilakukan Monsanto sekarang ini. Maksud dari pertanian tersebut adalah bagaimana pertanian mencukupi kebutuhan masyarakat saat ini sembari meningkatkan kemampuan generasi berikutnya untuk mencukupi kebutuhan mereka. Ia menuturkan, Monsanto mempunyai tiga solusi inti terkait dengan pertanian berkelanjutan, yaitu memproduksi lebih banyak dari setiap benih yang ditanam (produce more), menanam dengan sedikit sumber daya alam (conserve more), dan meningkatkan kesejahteraan petani (improving lives). "(Terkait conserve more) yang kami tawarkan adalah bagaimana menghasilkan (jumlah) output yang sama, tetapi input-nya hanya sepertiga," tutur Herry terkait salah satu solusi inti. Input yang akan dapat dikurangi adalah pemakaian air, pupuk, dan bahkan lahan. Dengan hal tersebut, Monsanto akan berupaya menyediakan benih pertanian yang unggul sekaligus memberikan pelatihan kepada petani agar dapat menghasilkan produksi maksimal dari sumber daya alam yang minimal. Blog Jakarta Post Online Reviews Akses berita lokal dan mancanegara terkini dengan Gratis dan realtime (seketika) Kunjungi disini http://jakartapost.blogspot.com Blog Komunitas Tionghoa di Indonesia Akses berita, updates kegiatan komunitas Tionghoa di Indonesia serta komentar komunitas Tionghoa dan para pemerhati dan yang peduli dengan negeri ini. Kunjungi http://tionghoanet.blogspot.com atau http://chinese-clubs.blogspot.com http://indonesiaupdates.blogspot.com
