SAMBUTAN KETUA YPKP HAM
DALAM RANGKA ULANG TAHUN YPKP HAM
YANG KE  12, 7 APRIL 2011

Saudara  saudara sekalian,

Tanpa terasa kita sudah bertemu lagi dengan tanggal 7 April, hari ulang tahun 
YPKP – HAM yang ke – 12. Perlu saya tegaskan disini bahwa walau dalam kenyataan 
YPKP yang didirikan 7 April 1999 sekarang sudah menjadi 3 ( tiga ) lembaga 
yaitu : LPKP, YPKP 1965/1966 dan YPKP HAM, kita tetap mengakui tanggal 7 April 
sebagai hari lahir YPKP – HAM dengan alas an :
1. YPKP – HAM adalah penerus YPKP 1965/1966, walau nama YPKP 1965/1966 sekarang 
sudah di pergunakan oleh salah satu pecahan dari YPKP 1965/1966 semula.
2. YPKP – HAM merasa dan dalam kenyataanpun demikian, bahwa YPKP – HAM 
satu-satunya dari tiga lembaga pecahan tersebut yang secara konsekuen melakukan 
kegiatan sebagai lembaga Penelitian berbentuk yayasan .
Penelitian apakah yang kita lakukan ? yaitu penelitian mengenai jumlah korban 
pembunuhan dalam peristiwa tahun 1965/1966 yang dikenal dengan peristiwa G30S ( 
Gerakan 30 September ). YPKP – HAM lah satu-satunya dari tiga lembaga pecahan 
tersebut yang menyimpan data hasil penelitian itu, dan terus melakukannya.

Di sini perlu saya singgung isi Anggaran Dasar YPKP, yaitu bahwa hasil 
penelitian itu nantinya akan diserahkan kepada Pemerintah, sebagai salah satu 
usaha untuk menegakkan hokum, hak asasi dan demokrasi, tetapi apabila 
Pemerintah masih menginjak-injak Pancasila, ada kemungkinan YPKP – HAM akan 
menempuh jalur Internasional, untuk itu harus di kaji dahulu, apakah hasil 
penelitian tersebut sudah disimpulkan. YPKP – HAM pada waktu ini belum membuat 
kesimpulan atas hasil penelitiannya, karena angka hasil penelitian tersebut 
dianggap terlalu kecil dibandingkan dengan angka perkiraan korban yang sampai 
sekarang dikenal oleh umum. Walaupun demikian tidak tertutup kemungkinan bagi 
pihak-pihak yang berminat untuk mengetahui aspek-aspek hasil penelitian 
tersebut, asalkan dipenuhi syarat-syarat yang wajar.

Memang akhir-akhir ini, karena langkanya dana, kegiatan penelitian tersebut 
mengalami hambatan serius, di sini pada tempatnya kita menggalakkan usaha untuk 
menggalang dana, dan untuk menjaga semangat berkorban untuk tetap melakukan 
penelitian.

Hambatan disebabkan juga karena sejumlah relawan, baik yang tegabung dalam 
dewan pengurus maupun relawan biasa, sudah mendahului kita. Secara umum memang 
dapat dimengerti bahwa para korban dari tahun ke tahun bertambah tua dan 
meninggalkan dunia yang fana ini, itu berarti obyek penelitian kita pun dari 
tahun ke tahun mengalami penyusutan. Itu sebabnya dibutuhkan regenerasi relawan 
yang berpulang digantikan oleh yang masih hidup yang berumur digantikan oleh 
yang lebih muda.

Namun perlu saya singgung juga di sini bahwa kehiatan penelitian ini tidak 
terbatas pada pengumpulan data. Dalam misi YPKP – HAM disebutkan, salah satu 
misi YPKP – HAM adalah meneliti dan menjelaskan kepada umum, apa yang terjadi 
dengan yang namanya Peristiwa G30S. Untuk itu perlu saya sebut di sini 2 ( dua 
) naskah yang saya susun yaitu :
1. Kronik Adalah Demokrasi Terpimpin ( 1959-1967 )
2. Pokok dan Tokoh dalam G30S.
Satu hal yang ingin saya mintakan perhatian ialah masa kepengurusan yang 
sekarang saya pimpin.Masa kepengurusan pengurus sekarang ini resmi dimulai 
bulan januari 2007 dan berlaku 5 ( Lima ) tahun, yang berarti akan berakhir 
Januari 2012 nanti, kurang dari setahun lagi. Sehubungan dengan ini saya minta 
saudara-saudara ikut memikirkan bagaimana membentuk pengurus baru nanti.

Saya tidak pesimis dalam hal ini, terutama kalau saya ingat dua acara besar 
memperingati meninggalnya salah seorang pendiri YPKP yaitu Pramoedya Ananta 
Toer dengan tema :
1. Pram seratus hari, mengenang kepergian seorang pejuang kebudayaan, pada 7 
Agustus 2006.
2. Mengenang 3 tahun kepergian Pramoedya Ananta Toer, Pram dibalik jeruji 
penjara, pada 24 April 2009.

Kedua acara tersebut dipimpin oleh YPKP – HAM, dengan panitia yang dipimpin 
oleh Ibu Uchi, dan kedua acara tersebut dapat dinyatakan sukses dengan 
peluncuran buku masing-masing :
1. Pramoedya Ananta Toer dari dekat sekali dan
2. Bersama mas Pram.

Dua-duanya diterbitkan oleh KPG ( Kepustakaan Populer Gramedia ).
Saya ulangi tegas yang masih kita hadapi di masa depan ini, yaitu :
1. Meneruskan penelitian mengenai jumlah korban dalam peristiwa tahun 1965/1966.
2. Meneruskan penelitian dan menjelaskan kepada umum mengenai apa yang 
dinamakan G30S itu.
3. Memikirkan cara untuk mengganti pengurus sekarang yang masa kepengurusannya 
akan segera berakhir.
Saya tutup uraian saya ini dengan harapan semoga semua relawan YPKP – HAM sehat 
wal afiat sehingga dapat melaksanakan tugas-tugas yang masih ada.

Jakarta, 9 April 2011

Koesalah Soebagyo Toer
Ketua YPKP – HAM

Kirim email ke