Kanker, Kesadaran Rendah, Ancaman Membesar
Editor: Lusia Kus Anna

TERKAIT:
  a.. Kanker Payudara Tak Dipicu Penggunaan Bra
  b.. 20 Persen Pasien Kanker Paru Terus Merokok
  c.. Deodoran Memicu Kanker Payudara Cuma Mitos
  d.. Tak Benar Pembalut Memicu Kanker

Jakarta, Kompas - Kesadaran masyarakat terhadap penyakit kanker masih rendah. 
Padahal, kanker semakin menjadi ancaman, termasuk di negara berkembang seperti 
Indonesia.

”Masyarakat cenderung tidak menyadari bahaya kanker. Namun, begitu terkena 
kanker, cenderung putus asa dan menganggap sebagai vonis mati. Padahal, terkena 
kanker bukan berarti hidup selesai. Ada tindakan dapat dilakukan dan survivor 
juga banyak. Masyarakat perlu melihat kanker itu sebagaimana penyakit lain dan 
harus selalu waspada,” kata Menteri Kesehatan Endang Rahayu Sedyaningsih dalam 
peringatan ulang tahun ke-34 Yayasan Kanker Indonesia, Sabtu (9/4) malam di 
Jakarta.

Jenis kanker yang perlu diwaspadai, antara lain kanker leher rahim dan payudara 
pada perempuan. Adapun kanker yang banyak menyerang laki-laki adalah kanker 
paru dan prostat.

Endang yang tengah berjuang melawan kanker paru berbagi cerita. ”Saya anggap 
sebagai anugerah. Saat ini masih terkendali dan rutin berobat dua bulan sekali 
kemoterapi,” katanya.

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Linda Amalia Sari Gumelar 
juga memberikan testimoninya sebagai orang yang bertahan dari kanker payudara 
16 tahun lalu. Dia menekankan pentingnya deteksi dini dalam memperbesar peluang 
bertahan dari kanker dan peranan dukungan keluarga serta masyarakat.

Lebih lanjut, Endang mengatakan, kanker termasuk penyakit tidak menular yang 
makin menjadi ancaman lantaran naiknya angka kesakitan dan kematian.

Menurut data Riset Kesehatan Dasar 2007, prevalensi tumor/kanker adalah 4,3 per 
1.000 penduduk. Kanker merupakan penyebab kematian nomor 7 (5,7 persen) setelah 
stroke, tuberkulosis, hipertensi, cedera, gangguan perinatal, dan diabetes.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperkirakan, kematian karena kanker akan 
meningkat 45 persen dari tahun 2007 hingga tahun 2030 (dari 7,9 juta menjadi 
11,5 juta kematian) di dunia. Kasus baru kanker pada periode yang sama 
diperkirakan melonjak dari 11,3 juta menjadi 15,5 juta.

Endang mengatakan, Kementerian Kesehatan mengalokasikan Rp 35 miliar tahun ini 
untuk deteksi dini kanker.

Ketua Umum Yayasan Kanker Indonesia (YKI) Adiati Arifin Siregar mengatakan, 
kanker merupakan penyakit yang dapat menjadi beban berat bagi penderita. YKI 
berkomitmen untuk membantu penderita kanker yang tidak mampu. (INE)

Blog Jakarta Post Online Reviews
Akses berita lokal dan mancanegara terkini
dengan Gratis dan realtime (seketika)
Kunjungi disini
http://jakartapost.blogspot.com

Blog Komunitas Tionghoa di Indonesia
Akses berita, updates kegiatan komunitas Tionghoa
di Indonesia serta komentar komunitas Tionghoa dan para
pemerhati dan yang peduli dengan negeri ini.
Kunjungi
http://tionghoanet.blogspot.com
atau
http://chinese-clubs.blogspot.com
http://indonesiaupdates.blogspot.com


Kirim email ke