Ini bukti Pemerintah dan FPI lebih mendukung merampok itu halal daripada 
berdagang selama bulan puasa. Pertanyaannya, beranikah Pemerintah cq Kepolisian 
menegakkan hukum dengan menangkap FPI yang mengobrak abrik dagangan orang, 
apapun alasannya, karena Indonesia bukanlah negara Islam, yang mengharamkan 
berdagang makanan selama bulan Puasa.

Menghormati orang berpuasa apakah boleh dengan menghancurkan gerobak dagangan 
orang yang notabene adalah mata pencariannya untuk bisa menafkahi keluarganya ?

---------------------------------------

FPI Banjar mengobrak-abrik Warung Nasi dan Pedagang Baso + FPI Sweeping� Pasar
17 Agustus Pamekasan
http://www.indonesiamedia.com/2011/08/24/fpi-banjar-mengobrak-abrik-warung-nasi-dan-pedagang-baso-fpi-sweeping-pasar-17-agustus-pamekasan/


BANJAR Aksi sekitar 50 anggota Front Pembela Islam (FPI) Kota Banjar 
mengobrak-abrik beberapa warung nasi dan pedagang baso yang buka saat bulan 
suci Ramadaan, berujung ricuh pada Minggu (21/
8/2011). Dalam aksinya, puluhan anggota FPI yang menyisir warung nasi mau 
pedagang bakso yang berjualan di siang hari, berlangsung anarkistis.

Ngaenah (40) bersama suaminya Jana (43), salah satu pedagang bakso di Jalan 
Kenanga menjadi amukan puluhan massa FPI hingga gerobak miliknya hancur.

Sebentar lagi kan lebaran, saya perlu makan perlu resiko (biaya), apalagi 
sekarang serba mahal, daripada nyolong,� ungkap Ngaenah kepada INILAH.COM di 
lokasi kejadian. Menurut dia, puluhan anggota FPI itu langsung menyerang dan 
merusak gerobak dagangan mereka tanpa berkata apa-apa.

Datang-datang mereka langsung merusak gerobak. Saya juga
kenal sama santri-santri itu karena mereka tetangga saya,� paparnya

Massa FPI merusak gerobak para pedagang menggunakan kayu tongkat. Bahkan Jana 
sempat kena pukul oleh salah seorang anggota FPI. Saat itu, saya hanya bisa 
pasrah melihat perusakan gerobak oleh FPI.
Semoga kelakuan santri-santri itu dibalas sama Allah,� ucap Jana.

Sementara itu, Ketua FPI Kota Banjar Ujer Jamaludin mengaku, apa yang dilakukan 
anggotanya itu di luar kendalinya. Diduga aksi itu terjadi karena ada 
provokasi. Karena pada awalnya, aksi tersebut
hanya memberikan imbauan kepada pedagang yang berjualan di siang hari.

�Secara pribadi saya sangat menyayangkan terjadinya aksi tersebut. Aksi massa 
FPI yang diluar kendali itu diduga ada provokasi,�
ujar Ujer kepada wartawan di kediamannya seusai berkordinasi dengan perwakilan 
pedagang.

Dia menegaskan, tindakan anarkistis seperti pengrusakan dan pemukulan, tidak 
dibenarkan dalam hukum Islam dan negara. �Jika kalian merasa dianiaya atau 
dirugikan oleh oknum FPI, silahkan anda laporkan ke
pihak kepolisian,� tegasnya.

Kapolresta Banjar AKBP Teddy Hermansyah pun menyayangkan. insiden pengrusakan 
disertai pemukulan yang dilakukan massa FPI tersebut. �Sebelum bulan puasa, 
kami telah berkordinasi dengan
berbagai pihak agar tidak melakukan sweaping secara sendiri-sendiri,� terang 
Teddy kepada wartawan di Mapolresta Banjar. Jika ada warga yang melaporkan 
kejadian  pengrusakan dan pemukulan, Teddy berjanji akan memprosesnya sesuai 
hukum yang berlaku.



FPI Sweeping� Pasar 17 Agustus Pamekasan

PAMEKASAN  Front Pembela Islam (FPI) Pamekasan, Madura, Jawa Timur, tidak 
memberi ampun kepada sejumlah pemilik warung di pasar 17 Agustus, Pamekasan, 
yang memaksa membuka warung
dan berjualan di bulan Ramadhan. Warung-warung tersebut diobrak-abrik karena 
sudah dianggap mengganggu kesucian Ramadhan.

Bersarkan pantauan di lapangan, Kamis (18/8/2011), anggota FPI melakukan 
tindakan dengan menendang pintu warung yang berjejer di sebelah barat pasar 
tradisonal tersebut. Semua orang yang
sedang asyik menikmati secangkir kopi, lari tunggang-langgang berhamburan 
keluar dari warung saat mengetahui laskar FPI merazia tempat tersebut.

Nuriyah (47), salah satu pemilik warung yang diobrak-abrik FPI tidak mau 
disalahkan. Sebab bukan cuma dia sendiri yang membuka warung dan berjualan di 
siang hari, tapi beberapa warung lainnya ikut
berjualan terutama di saat hari pasaran.

Bukan hanya saya yang jualan, kenapa kalian tiba-tiba ngamuk di warung saya,� 
terang Nuriah lantang.
Tampaknya ocehan Nuriah tidak dihiraukan anggota FPI. Beberapa gelas dan piring 
di dalam warung tetap dihancurkan.�Ini sudah tidak menghormati orang yang 
berpuasa,� kata salah satu anggota FPI.

Aksi FPI menjadi tontonan ratusan warga yang sedang berbelanja di pasar 
tersebut. Maklum hari ini bertepatan dengan hari pasaran. Beberapa komentar 
warga menanggapi aksi tersebut. Ngapain FPI
ngamuk di warung-warung, terserah orang apa mau puasa atau tidak. Tak perlu FPI 
yang menjaganya,ungkap Subaidi, salah satu warga.

Setelah puas mengobrak-abrik beberapa warung, anggota FPI terlihat adu argumen 
dengan beberapa anggota Satuan Polisi Pamong Praja Pamekasan yang ikut dalam 
aksi sweeping tersebut.

FPI menilai tidak ada tindakan nyata yang dilakukan pasukan berseragam coklat 
tersebut. Menurut salah satu anggota FPI, sepantasnya Satpol PP memberikan 
sanksi tegas berupa penutupan atau angkut paksa yang tidak
mematuhi peraturan daerah. Sebab mereka sudah tidak menghormati mereka yang 
sedang menjalankan ibadah puasa.

Blog Jakarta Post Online Reviews
Akses berita lokal dan mancanegara terkini
dengan Gratis dan realtime (seketika)
Kunjungi disini
http://jakartapost.blogspot.com

Blog Komunitas Tionghoa di Indonesia
Akses berita, updates kegiatan komunitas Tionghoa
di Indonesia serta komentar komunitas Tionghoa dan para
pemerhati dan yang peduli dengan negeri ini.
Kunjungi
http://tionghoanet.blogspot.com
atau
http://chinese-clubs.blogspot.com
http://indonesiaupdates.blogspot.com


Kirim email ke