Praktisi Penerbangan Korea: Cek Implan Bisa Pakai X-Ray
Ken Yunita - detikNews
Rabu, 24/08/2011 17:06 WIB  

Jakarta - Garuda Indonesia di Seoul menginvestigasi tes fisik dan kesehatan 
hampir bugil dengan perabaan payudara bagi pelamar kru kabin, karena memalukan. 
Sejumlah pihak yang bekerja di maskapai penerbangan juga mengklaim, tes seperti 
itu tidak umum dilakukan.

The Korea Herald edisi Rabu (24/8/2011) melansir, orang-orang yang berkecimpung 
di dunia maskapai mengakui tes kesehatan memang merupakan salah satu hal wajib. 
Namun tidak pernah dengan cara hampir bugil seperti itu.

"Saya tidak bisa percaya sebuah perusahaan maskapai internasional melakukan 
itu. Tentu saja ada tes kesehatan tapi tidak perlu sampai hampir telanjang dan 
diraba-raba payudaranya," kata seorang pekerja maskapai domestik Korea yang 
tidak disebutkan namanya.

Dia juga tidak habis pikir dengan alasan pihak maskapai yang menyebutkan tes 
tersebut untuk melihat adanya implan di payudara atau tidak. Menurutnya, untuk 
mengetahui hal itu bisa dengan sinar X.

"Untuk cek kulit biasanya menggunakan sinar X dan itu pun masih dengan 
berpakaian," katanya.

Sedangkan seorang kru kabin maspakai asing menyebut pemeriksaan itu "menghina 
dan tidak manusiawi".

Juru Bicara Garuda Indonesia di Korea yang tidak disebut namanya mengklaim, 
prosedur tes kesehatan seperti itu adalah sesuatu yang biasa dilakukan oleh 
maskapai-maskapai lainnya.

"Para kandidat telah setuju dengan proses tersebut. Meraba payudara dilakukan 
untuk melihat apakah para calon tersebut memiliki implan. Kami memiliki aturan 
untuk memeriksa orang-orang (yang memasang implan) itu karena tekanan udara 
yang turun tajam di dalam pesawat kadang-kadang dapat mengganggu kesehatan 
mereka. Kami juga harus mengecek keseluruhan kulit untuk mengetahui ada 
tidaknya tato," kata perempuan itu.

Jubir tersebut juga menyebutkan, proses tes kesehatan semacam itu juga 
dilakukan oleh cabang-cabang Garuda lain termasuk di Jepang dan Australia, dan 
juga semua maskapai lainnya. 

Sejumlah gadis yang melamar untuk menjadi awak kabin di Korea merasa tidak 
nyaman dengan prosedur tes yang diterapkan. Saat mengikuti tes tersebut, para 
gadis itu diminta melepaskan pakaiannya kecuali celana dalam.

Calon-calon pramugari itu diminta tidur di sebuah tempat tidur dan kemudian 
seorang dokter laki-laki Indonesia meraba-raba payudara dan sejumlah bagian 
yang lain. Prosedur ini pun dikomplain dan dikecam. Juru bicara Garuda 
Indonesia di Seoul, Park Sung-Hyun, kepada AFP menyebut tes semacam itu 
memalukan dan menggelar penyelidikan.


Kirim email ke