Indonesiaku  setengah tiang 
 

 PANCA SILA DI INDONESIA DEWASA KINI DITERAPKAN MENJADI.....................
..........:  ( seperti yg disandang ara Pemuda dewasa kini dibawah ini  )  :
-------Original Message-------
 
From: ASAHAN
Date: 25.8.2011 12:54:37
To: [email protected]
Subject: [inti-net] Fw: Megawati Tawarkan Pancasila kepada Dunia
 
  
Pepatah Belanda: "Zo vader, zo dochter" atau begitu sang bapak, begitu
pulalah sang anak".
Mau menaklukkan dunia dengan "Panca sila"?. "Di Indonesia saja Panca Sila
tidak pernah bisa dipraktekkan dan cuma dibikin untuk main munafik-munafikan
 Dari Sukarno, suharto hingga SBY semuanya mengaku kecanduan Panca Sila.
Tapi yang mereka lakukan adalah "Pencet Sila" menjadi "Lima gembos".
Semuanya digembosin bukan hanya lima sila tapi semua saja asalkan punya
rencana untuk memperbaiki nasib rakyat. Islam yang punya mayoritas lebih
dari 90 persen itu tidak menerima Panca Sila dan hanya menerima sila 
KETUHANAN YANG MAHA ESA" untuk mendirikan Negara Islam Indonesia (NII).
Orang Tiongkok itu pandai berdiplomasi halus. Di muka tamu terhormat mereka 
 mereka memuji-muji untuk menyenangkan tamunya, tapi dibelakang layar mereka
lantas cekikikan, ketawa sampai terberak berak.
"Yang bener aje neng, masa Panca Sila kalian mau menggantikan filsafat
Tiongkok: "tidak penting kucing putih atau kucing hitam, yang penting dia
pintar menangkap tikus". 
ASAHAN.

----- Original Message ----- 

Megawati Tawarkan Pancasila kepada Dunia
Kamis, 19 Mei 2011 | 7:58

Megawati Soekarnoputri [google] 

Berita Terkait

a.. Megawati Berbicara pada World Cultural Forum di Tiongkok 

b.. Keluarga Megawati Diobok-obok 

c.. Kader-Kader PDI-P Bela Megawati 

d.. Megawati Dipanggil KPK, Cap Jempol Darah Kembali Bergulir 

e.. PDI-P Hormati Proses Hukum 
[SUZHOU] Prinsip-prinsip dasar Pancasila bisa dipertimbangkan untuk
diterapkan dan diadopsi di belahan dunia manapun, termasuk di Tiongkok.
Sebab di dalamnya terkandung nilai kemanusiaan, keadilan sosial dan
persaudaraan antarabangsa.

Demikian dikatakan Ketua Umum DPP PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri saat
menjadi keynote speaker pada World Cultural Forum (WFC) di Suzhou, Tiongkok,
Rabu (18/5) sebagaimana disiarkan dalam siaran pers yang diterima SP. 

“Saya sangat menyarankan bahwa prinsip-prinsip dasar Pancasila dapat
sepenuhnya dipertimbangkan dan diadopsi, dimana mengenai kemanusiaan,
keadilan sosial dan persaudaraan di antara bangsa-bangsa adalah nilai-nilai
utama untuk membangun dunia baru dan untuk memastikan perdamaian dunia,
keadilan sosial dan kemakmuran rakyat,” ujar Megawati.

Forum ini diselenggarakan oleh Departemen Budaya Republik Rakyat Tiongkok.
Para peserta berasal dari berbagai kalangan. Megawati hadir dalam
kapasitasnya sebagai Presiden Kelima Republik Indonesia. Bagi Megawati,
forum ini sangat penting dan bergengsi apalagi dengan tujuan yang sangat
baik. Disebutkannya, harapan menuju dunia yang harmoni diimpikan semua pihak
dan negara.

“Termasuk salah satu pemikir terbesar Konfusius, yang telah mendedikasikan
dirinya dalam mencari kedamaian dan harmoni. Upaya untuk mencari harmoni dan
perdamaian di dunia, saya pribadi senang untuk menghadiri pertemuan semacam
ini seperti Forum Peradaban Dunia di Qufu, kota kelahiran Konfusius tahun
lalu di Cina di mana saya diundang memberikan keynote speech,” papar
Megawati.

Megawati dalam pidatonya mengelaborasi satu per satu makna Pancasila. Dia
meyakinkan seluruh audiens bahwa nilai Pancasila itu sangat bermakna dalam
kehidupan dan kebudayaan yang sangat beraneka ragam di Indonesia. “Kami
sangat beruntung Bung Karno telah merumuskan Pancasila dari jantung budaya
Indonesia dan ini telah menjadi landasan dasar Bangsa Indonesia,” jelasnya.

Pancasila sangat menekankan pada titik-titik kesamaan nilai-nilai dan
praktik sosial yang telah lama melekat dalam masyarakat sejak dahulu kala,
tambah Mega. “Saat kita menuju dialog multikultural, maka pemikiran pendiri
negara Indonesia, Soekarno, sangat relevan untuk bisa dipahami,” ujar mantan
Wakil Presiden itu.

Ketika Megawati menyebutkan jumlah pulau di Indonesia yang lebih dari 17.800
 secara spontan seluruh peserta forum dialog kebudayaan, menyatakan rasa
herannya, dan kagum dengan Indonesia yang disebut sebagai negara kepulauan
terbesar di dunia.

Disambut Hangat
Disela-sela agenda itu, putri proklamator Bung Karno itu melakukan pertemuan
dan dialog yang akrab dengan salah satu tokoh utama Pemerintah Tiongkok, Liu
Yandong. Dalam pertemuan tersebut, Liu Yandong, yang menjabat sebagai
anggota Dewan Penasehat Negara Tiongkok menyambut hangat kunjungan Megawati,
bukan hanya dalam kapasitas sebagai presiden kelima Indonesia, tetapi juga
mengingat sejarah hubungan kedua bangsa, khususnya peran Presiden pertama
Indonesia Bung Karno yang telah meletakkan dasar-dasar persahabatan yang
kokoh antara kedua bangsa.

"Pemerintah dan bangsa Tiongkok masih ingat betul, bagaimana Bung Karno
dengan gigih memperjuangkan Republik Rakyat Tiongkok (RRT) agar menjadi
anggota tetap Dewan Keamanan PBB. Hal itu disampaikan Bung Karno dalam
membangun tata dunia baru di PBB," ujar Liu.
Liu merupakan anggota dari politbiro Partai Komunis China. Sewaktu Menteri
Luar Negeri Amerika Serikat Hillary Clinton berkunjung ke China, Liu juga
yang menerimanya.

Menurut Liu, dalam setiap kunjungan ke Tiongkok, Bung Karno selalu
menegaskan posisinya sebagai "jembatan persahabatan" kedua bangsa. Di
samping menyinggung peran Bung Karno yang mendapat tempat terhormat dalam
sejarah negara tirai bambu itu, Liu Yandong juga memberikan apresiasi atas
kepemimpinan Megawati, khususnya di dalam mempererat persahabatan kedua
negara.

Liu menyampaikan apresiasi kepada Megawati yang mempunyai atensi besar
terhadap dialog peradaban dan kerjasama kebudayaan sehingga Megawati telah
dua kali hadir di China menjadi pembicara kunci terkait dengan kebudayaan.

Sementara menurut Wakil Sekjen PDI-P Hasto Kristianto, Megawati secara
khusus memberikan perhatian yang besar tidak hanya pada peningkatan dialog
kebudayaan, namun juga masalah pendidikan, penelitian, dan bagaimana
memberikan perhatian pada ibu dan anak sebagai bentuk investasi bangsa untuk
generasi penerus bangsa.

"Dalam dialog tersebut secara khusus dibahas bagaimana mengurangi angka
kematian ibu saat melahirkan," jelas Hasto seraya menambahkan bahwa dialog
berlangsung akrab dan penuh dengan suasana kehangatan. [A-21]
Blog INTI-net online
http://tionghoanet.blogspot.com
Feeds : 
http://feeds.feedburner..com/tionghoanet

Blog JAKARTA POST Online
http://jakartapost.blogspot.com
Feeds :
http://feeds.feedburner..com/jakartapost

Blog INDONESIA UPDATES
http://indonesiaupdates.blogspot.com/
Feeds :
http://feeds.feedburner.com/indonesiaupdates

Online News Blog :
http://jakartaonlinenews..blogspot.com/
http://indofinancialnews..blogspot.com/
http://chinese-clubs.blogspot.com/
http://batavia-news-networks.blogspot.com/
http://indoexchanges.blogspot.com/
http://jaktvnewsonline.blogspot.com/



 

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke