http://www.suarapembaruan.com/home/garuda-bantah-telanjangi-calon-pramugari-korea/10724#Scene_1

Garuda Bantah Telanjangi Calon Pramugari Korea
Jumat, 26 Agustus 2011 |

[SEOUL] PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk membantah pemberitaan sejumlah media 
lokal Korea pada Rabu (24/8) yang menyebutkan bahwa warga negara Korea yang mau 
menjadi pramugari Garuda harus terlebih dahulu ditelanjangi sebagai salah satu 
proses rekrutmen.

Seperti yang dilaporkan “Chosun.com” yang juga dikutip oleh sejumlah media 
nasional, termasuk Suarapembaruan.com, salah satu calon pramugari yang 
diwawancarai selepas mengikuti wawancara tahap akhir untuk menjadi awak kabin 
Garuda di kantor Garuda Korea menyampaikan, seluruh calon pramugari tetap 
menggunakan “bra” dan pakaian (gaun) pemeriksaan kesehatan, dan dokter hanya 
memeriksa dada bagian atas pada saat melakukan proses pemeriksaan.

“Kami merasa malu dan tidak nyaman karena adanya pemberitaan bahwa calon 
pramugari Korea yang menjalani proses seleksi untuk menjadi awak kabin Garuda 
harus melepas pakaian, dan dokter menyentuh payudara kami dalam proses 
pemeriksaan kesehatan yang dilaksanakan,” cantumnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, sebuah media telah melaporkan bahwa dokter yang 
melakukan pemeriksaan kesehatan terhadap calon pramugari Garuda di Korea diduga 
melakukan tindakan yang kurang pantas dalam proses pemeriksaan kesehatan yang 
dilakukan.

Sementara itu, VP Corporate Communication Pujobroto juga menegaskan, 
pemeriksaan dilakukan secara profesional. "Proses pemeriksaan kesehatan 
terhadap calon pramugari dari Korea yang akan bertugas di Garuda tersebut 
dilakukan oleh dokter sesuai standar profesi dan terikat sumpah dokter. 
Disamping itu pada saat melakukan pemeriksaan, dokter juga didampingi staf 
lokal wanita berwarga negara Korea, yang membantu menyampaikan penjelasan 
berkaitan dengan pemeriksaan kesehatan yang dilaksanakan," ungkap dia.

Proses seleksi pramugari Korea tersebut telah dilaksanakan Garuda mulai tanggal 
27 Juli 2011, dan lima peserta diantaranya tidak berhasil lulus untuk mengikuti 
tahapan seleksi selanjutnya. [PR/O-2]

Kirim email ke