Anak-anak Kaya Bertingkah
Egidius Patnistik

 chinadaily Inilah foto mobil BMW yang dikendarai Li Tianyi, remaja putra 
Jenderal Li Shuangjiang. Li Tianyi berusia 15 tahun dan tidak punya surat ijin 
mengemudi. Foto diambil pada 7 September 2011.


BEIJING, KOMPAS.com - Anak-anak orang kaya dan elite pejabat China kini menjadi 
sasaran kemarahan masyarakat karena tingkah laku mereka memuakkan. Status 
istimewa orangtuanya sering disalahgunakan. Publik pun mulai menggugat hak 
istimewa elite politik dan status orang kaya itu.

Salah satu kasus dirilis media, Selasa (13/9), tentang perilaku anak seorang 
jenderal militer dan anak seorang elite politik Partai Komunis, partai 
berkuasa. Mereka, orangtuanya, juga keluarga pejabat dan kaya menjadi sasaran 
kemarahan publik setelah sebuah insiden di Beijing.

Pekan lalu, Li Tianyi, remaja putra Jenderal Li Shuangjiang, petinggi di 
Tentara Pembebasan Rakyat China, mengendarai mobil BMW. Seorang lain, putri 
seusianya, Su Nam, anak elite politik terkenal Partai Komunis, juga mengendarai 
mobil mewah lainnya. Mereka lalu keluar dari mobil dan mengeroyok pasangan lain 
di satu mobil lain.

Anak petinggi militer dan elite politik itu lalu berteriak, ”Siapa berani 
menelepon 110?” 110 adalah nomor darurat yang biasa digunakan untuk memanggil 
polisi. Media melaporkan, sejak itu, publik China marah besar kepada keluarga 
kaya dan elite politik akibat arogansi anak-anaknya.

Li Senior dan Yunior itu telah menjadi sasaran kemarahan terbaru masyarakat 
China. Bahwa putra dan putri elite Partai Komunis China telah merendahkan hukum 
karena mereka memiliki status istimewa.

”Bagaimana seorang anak kecil menjadi begitu congkak, sungguh tidak masuk 
akal,” komentar Pu Zhenghuan dalam sina.com, situs microblog terpopuler di 
China. ”Kamu mempunyai seorang ayah yang amat berkuasa, oleh karena itukah kamu 
bisa berbuat sesuatu sesukamu? Tak seorang pun berani menelepon polisi,” kata 
Hong Can di situs yang sama.

Tahun lalu, seorang pria berusia 22 tahun divonis enam tahun penjara setelah 
melabrak seorang mahasiswa di satu universitas di China utara dan meneriakkan, 
”Lawan saya jika kamu berani. Ayah saya Li Gang.” Ia lalu ditangkap dan dihukum 
setelah terjadi aksi protes di situs internet yang dimotori para mahasiswa 
perguruan tersebut.

Li Gang adalah wakil kepala polisi wilayah itu. Peringatan dari anaknya itu 
menjadi sebuah gerakan luas masyarakat untuk melawan keluarga kaya dan 
berkuasa. Tianyi, remaja berusia 15 tahun, sebenarnya tidak mempunyai surat 
izin mengemudi, seperti diberitakan Beijing News.

Sedangkan rekannya, Su Nam, mengendarai mobil bernomor pelat khusus untuk 
kalangan terbatas, tetapi palsu, seperti dilaporkan beberapa media. Kedua 
remaja itu kemudian ditangkap oleh polisi dengan tuduhan ”menyulut masalah�.

Banyak komentar di online, mendesak aparat agar menjatuhkan hukuman berat 
kepada keduanya. Para pejalan kaki dan pengendara lain di Beijing sering kesal 
dengan para pengendara mobil mewah milik pejabat tinggi dan orang kaya. 
(REUTERS/CAL)
BLOG & Feed Tionghoanet
http://tionghoanet.blogspot.com
http://feeds.feedburner.com/Tionghoanet

BLOG Indonesia Updates
http://indonesiaupdates.blogspot.com

BLOG & Feed LowonganNet
http://lowonganNet.blogspot.com
http://feeds.feedburner.com/Lowongannet

BLOG & Feed Export Import Marketplaces
http://export-import-indonesia.blogspot.com
http://feeds.feedburner.com/Export-import-indonesia

Kirim email ke