Ref: Pada umumnya para petinggi di Jawa adalah putra-putri berasal dari Pulau 
Jawa. Di Jawa banyak sungai yang airnya berlimpah-limpah. Kalau mereka yang 
berkuasa selama ini tidak mampu mengurus, menyiapkan  persediaan air bersih 
yang cukup bagi kebutuhan penduduk, pertanian maupun untuk industri di Pulau 
Jawa yang banyak airnya, ditambah lagi  sering hujan lebat pembawa banjir 
seperti pada zaman nabi Noah, maka pertanyaannya apakah  mereka  ini pantas 
mengurus Indonesia yang komplex masalahnya? hehehehe Maaf lahir batin  apabila 
pertanyaan terlalu sulit untuk dipecahkan.

http://www.pikiran-rakyat.com/node/158405

Krisis Air di Pulau Jawa Butuh Perhatian


Rabu, 14/09/2011 - 06:34 
JAKARTA, (PRLM).- Badan Nasional Penangulangan Bencana (BNPB) menyatakan krisis 
air di Pulau Jawa semakin meningkat seiring bertambahnya jumlah penduduk, 
degradasi lingkungan dan menurunnya ketersediaan air. Krisis air di Pulau Jawa 
sebenarnya telah terjadi sejak lama.

“Kondisi ini perlu mendapatkan perhatian secara khusus dan perlu dilakukan 
upaya penanganan dalam jangka pendek,” kata Kepala Pusat Data Informasi dan 
Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho di Jakarta, Selasa (13/9).

Sutopo mengungkapkan, berdasarkan kajian Bappenas pada tahun 2005, untuk 
wilayah di luar Jakarta, Bogor, Depok, Tanggerang dan Bekasi (Jabodetabek) 
ditemukan sekitar 77 persen kabupaten/kota di Jawa telah memiliki satu hingga 
delapan bulan defisit air dalam setahun.

“Upaya penyediaan air melalui pemanenan air hujan saat musim penghujan dan 
konservasi tanah perlu dilakukan,” ujarnya.

Menurutnya, pada tahun 2025 jumlah kabupaten/kota yang difisit air meningkat 
hingga mencapai sekitar 78,4 persen dengan defisit berkisar mulai dari satu 
hingga dua belas bulan atau defisit sepanjang tahun.

“Dari wilayah yang mengalami defisit tersebut terdapat 38 kabupaten/kota atau 
sekitar 35 persen telah mengalami defisit air tinggi,” katanya.

Ditambahkannya, khusus untuk wilayah Jabodetabek yang 60 persen pasokan dari 
waduk Jatiluhur, sekitar 50 persen kabupaten/kota mengalami defisit air dan 
diperkirakan meningkat 100 persen pada tahun 2025. (A-26/kominfo).**


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke