SBY pintar main gitar, selain itu juga beliau adalah penyanyi bersuara merdu, 
demikian komentar seorang pengemarnya. Biasanya lagu-lagu romatik 
lengang-lengang kangkung yang dimainkan.  Tetapi, sekarang dengan adanya  “gaya 
baru” yang dijanjikan,  berarti gaya lagu-lagunya pun baru. Apakah lagu dangdut 
goyang sexy ataukah musik dan lagu-lagu tarik perut akan disuara merdukan?  CD 
lagu Janji Gaya Baru, pasti laris. Insyaallah!.


http://nasional.kompas.com/read/2011/09/19/00070723/Tahun.Ketiga.SBY.Janjikan.Gaya.Baru

Pemerintahan

Tahun Ketiga, SBY Janjikan Gaya Baru
Hindra Liu | Tri Wahono | Senin, 19 September 2011 | 00:07 WIB 
Share:
 KOMPAS/ALIF ICHWAN Presiden Susilo Bambang Yudhoyono 

JAKARTA, KOMPAS.com — Pada bulan Oktober 2011, usia kepemimpinan Presiden 
Susilo Bambang Yudhoyono-Wakil Presiden Boediono berusia dua tahun. Banyak 
terjadi dinamika selama dua tahun, mulai dari kasus Century hingga kasus 
korupsi yang mendera Kementerian Pemuda dan Olahraga serta Kementerian Tenaga 
Kerja dan Transmigrasi.

Selama hampir dua tahun pemerintahan, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono 
(Presiden SBY) melihat dan merasakan sendiri beberapa kekurangan terkait 
kinerja pemerintahan pada umumnya dan kabinet pada khususnya. Pihak Istana 
Kepresidenan mengakui adanya penurunan kepercayaan masyarakat atas kepemimpinan 
duo SBY-Boediono.

"Ada sejumlah alasan obyektif yang kami mengerti sebagai penyebab penurunan 
itu. Sebagian karena faktor eksternal dan sebagian lagi karena faktor internal. 
Kami membereskan yang di dalam, membenahi pekerjaan rumah, dan mencuci yang 
kotor," kata Staf Khusus Presiden Bidang Komunikasi Politik Daniel Sparringa 
kepada para wartawan melalui pesan singkat, Minggu (18/9/2011).

Memasuki tahun ketiga, sambung Daniel, Presiden akan memulai gaya pemerintahan 
yang lebih menggambarkan dinamika di luar istana. "Kami yang di dalam akan 
lebih seirama dengan derap langkah yang di luar," kata Daniel.

Menurutnya, tak ada kata terlambat untuk memulai gaya pemerintahan yang baru. 
"Namun, semua orang juga harus tahu bahwa yang kita perlukan adalah 
kontinuitas, bukan jalan pintas. Berhenti berpikir bahwa ada jalan mudah untuk 
sebuah transformasi yang sangat mendasar, yang cakupan dan jangkaunnya 
melampaui ruang negara dan pasar. Masyarakat juga harus berubah dalam cara 
pandang dan orientasi. Optimis, berpikir positif, dan kritis adalah kombinasi 
yang konstruktif," kata Daniel. 

TERKAIT:
  a.. "Reshuffle" Bukan Sekadar Menggusur Menteri 
  b.. Istana: "Reshuffle, the Sooner, the Better" 
  c.. LSI: Kabinet Jadi Beban Pemerintah 
  d.. Demokrat Tidak Berani 
  e.. "Reshuffle" Sekarang atau Tidak Sama Sekali

  a.. TIMNAS, Aksi Balik Kanan Bubar Jalan... 
  b.. Foto-foto Pemakai Rok Mini Seksi yang... 
  c.. [Hukum] Pernikahan: Perjanjian Pra... 
  d.. SBY Tak Mungkin Tahan Sampai 2014


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke