Palestina karena sama agama, tetapi Papua karena banyak untungnya maka oleh 
karena praktek kolonilisme diterapkan..

From: Victor F. Yeimo 
Sent: Wednesday, September 21, 2011 6:36 AM
To: Media Care ; KCM ; KOMPAS mailinglist ; Milis FSI ; The Jakarta Post ; 
Indonesia Tionghoa ; Jawa Pos ; ASAP Sydney ; Green All Views ; Stephen ; 
[email protected] ; [email protected] 
Subject: [mediacare] RI Dukung Palestina Merdeka di PBB, Bagaimana Dengan Papua 
Barat?

  
            RI Dukung Palestina Merdeka di PBB, Bagaimana Dengan Papua Barat?   
  
            Written by Administrator    
            Wednesday, 21 September 2011 04:09 
            Press ReleaseRI Dukung Palestina Merdeka di PBB, Bagaimana Dengan 
Papua Barat?Dalam sidang Umum PBB yang dimulai hari ini (21/9) di New York, 
Indonesi akan menjadi garda terdepan untuk mendukung upaya Palestina menjadi 
anggota PBB. Indonesia telah mendukung kemerdekaan Palestina sejak 
deklarasinya. Tetapi bagaimana dengan nasib wilayah Papua Barat yang masih 
dijajah oleh Indonesia selama setengah abad?Pekan ini, pada 19-28 September 
2011 Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa akan mewakili RI dalam Sidang Umum 
PBB ke-66 di New York, Amerika Serikat. Dalam siaran pers, Kamis lalu (15/9), 
Menlu Marty Natalegawa mengingatkan, Indonesia telah mengakui kemerdekaan 
Palestina beberapa jam setelah dideklarasikan pada 1988 lalu.Ketua Komisi I DPR 
RI Mahfudz Siddiq juga mengatakan, dukungan parlemen dan pemerintah Indonesia 
sudah bulat terhadap perjuangan kemerdekaan dan pengajuan keanggotaan Palestina 
dalam Sidang Majelis Umum PBB di New York pekan ini.Sikap politik luar negeri 
Indonesia itu harus dibuktikan juga dalam komitmennya untuk mendukung hak 
kemerdekaan dan kedaulatan bangsa Papua Barat. Bila Indonesia menyadari bahwa 
pendudukan Israel di wilayah Palestina adalah sebuah penjajahan, maka Indonesia 
pun harus menyadari bahwa pendudukan Indonesia sejak tahun 1963 di Papua Barat 
adalah sebuah penjajahan.Sudah cukup banyak rakyat Palestina yang menjadi 
korban oleh resim zionist Israel, dan cukup banyak rakyat Papua Barat yang 
menjadi korban resim kolonialime dan militerisme Indonesia di Papua Barat. 
Sudah waktunya rakyat Papua Barat mengatur nasipnya sendiri seperti juga rakyat 
Palestina, Sudan Selatan, Kosovo, dan lainnya.Indonesia sebagai anggota PBB 
harus ikut aktif dalam menciptakan perdaiaman dunia. Tetapi, bagaimana dengan 
nasip bangsa Papua Barat? sudah cukup lama Indonesia dan dunia internasional 
menutup diri terhadap penderitaan orang Papua Barat. Orang Papua Barat terus 
menjadi korban kepentingan kolonialisme Indonesia dan kapitalisme global.Oleh 
karena kepentingan itu, PBB dan Indonesia telah meniadakan wilayah Papua Barat 
yang harus dimerdekakan sesuai semangat komisi dekolonisasi PBB melalui 
resolusi 1514. Indonesia harus menyambut pernyataan Sekjen PBB, Ban Ki-Mood di 
Auchland, New Zealand 7 September 2011 lalu bahwa masalah Papua Barat harus 
dibahas kembali dalam komisi dekolonisasi PBB, dimana komisi ini beberapa kali 
dipimpin oleh Marty Natalegawa sebagai ketua Komisi.VIctor YeimoInternational 
Spokesperson for West Papua National Committee [KNPB]
            KOMITE NASIONAL PAPUA BARAT  [KNPB]
            West Papua National Committee
            =============================================
            Press Release
            Jayapura, 21 September 2011


            RI Dukung Palestina Merdeka di PBB, Bagaimana Dengan Papua Barat?


            Dalam sidang Umum PBB yang dimulai hari ini (21/9) di New York, 
IndonesiA akan menjadi garda terdepan untuk mendukung upaya Palestina menjadi 
anggota PBB. Indonesia telah mendukung kemerdekaan Palestina sejak 
deklarasinya. Tetapi bagaimana dengan nasib wilayah Papua Barat yang masih 
dijajah oleh Indonesia selama setengah abad?

            Pekan ini, pada 19-28 September 2011 Menteri Luar Negeri Marty 
Natalegawa akan mewakili RI dalam Sidang Umum PBB ke-66 di New York, Amerika 
Serikat. Dalam siaran pers, Kamis lalu (15/9), Menlu Marty Natalegawa 
mengingatkan, Indonesia telah mengakui kemerdekaan Palestina beberapa jam 
setelah dideklarasikan pada 1988 lalu.

            Ketua Komisi I DPR RI Mahfudz Siddiq juga mengatakan, dukungan 
parlemen dan pemerintah Indonesia sudah bulat terhadap perjuangan kemerdekaan 
dan pengajuan keanggotaan Palestina dalam Sidang Majelis Umum PBB di New York 
pekan ini.

            Sikap politik luar negeri Indonesia itu harus dibuktikan juga dalam 
komitmennya untuk mendukung hak kemerdekaan dan kedaulatan bangsa Papua Barat. 
Bila Indonesia menyadari bahwa pendudukan Israel di wilayah Palestina adalah 
sebuah penjajahan, maka Indonesia pun harus menyadari bahwa pendudukan 
Indonesia sejak tahun 1963 di Papua Barat adalah sebuah penjajahan.

            Sudah cukup banyak rakyat Palestina yang menjadi korban oleh resim 
zionist Israel, dan cukup banyak rakyat Papua Barat yang menjadi korban resim 
kolonialime dan militerisme Indonesia di Papua Barat. Sudah waktunya rakyat 
Papua Barat mengatur nasipnya sendiri seperti juga rakyat Palestina, Sudan 
Selatan, Kosovo, dan lainnya.

            Indonesia sebagai anggota PBB harus ikut aktif dalam menciptakan 
perdaiaman dunia. Tetapi, bagaimana dengan nasip bangsa Papua Barat? sudah 
cukup lama Indonesia dan dunia internasional menutup diri terhadap penderitaan 
orang Papua Barat. Orang Papua Barat terus menjadi korban kepentingan 
kolonialisme Indonesia dan kapitalisme global.

            Oleh karena kepentingan itu, PBB dan Indonesia telah meniadakan 
wilayah Papua Barat yang harus dimerdekakan sesuai semangat komisi dekolonisasi 
PBB melalui resolusi 1514. Indonesia harus menyambut pernyataan Sekjen PBB, Ban 
Ki-Mood di Auchland, New Zealand 7 September 2011 lalu bahwa masalah Papua 
Barat harus dibahas kembali dalam komisi dekolonisasi PBB, dimana komisi ini 
beberapa kali dipimpin oleh Marty Natalegawa sebagai ketua Komisi.'

            VIctor Yeimo
            International Spokesperson for West Papua National Committee [KNPB]


            Clik disini untuk versi bahasa inggrisnya 




      ============= 
      Victor F. Yeimo, 
      International Spokesperson for the West Papua National Committee [ KNPB ]
      "Tidak ada kemenangan revolusioner tanpa teori revolusioner" 

     




[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke