Ref: Apakah para pelaku teror ini adalah sisa dari orang-oran yang disponsor ke 
Maluku oleh petinggi-petinggi NKRI, salah satu diantaranya adalah YBS.  Bagi 
yang belum lihat atau lihat tetapi lupa,  click ini :  
http://www.youtube.com/watch?v=5L-9HcTb1es

http://www.ambonekspres.com/index.php?option=read&cat=53&id=34553

| 
JUMAT, 29 September 2011 | 312 Hits


Polda akan Umumkan Identitas Pelaku Teror 


Ambon, AE.- Kepolisian daerah Maluku terus mengejar dan mengidentifikasi pelaku 
teror bom. Mereka kini terus mengendus jejak pelaku, dan secepatnya mengumumkan 
identitas provokator yang selama beberapa hari ini menebar teror di masyarakat. 

Kapolda Maluku Brigjen Pol Syarief Gunawan dikonfirmasi koran ini terkait 
dengan terindentifikasinya pelaku teror mengaku akan menyampaikannya ke publik 
secara jelas. “Untuk pelaku teror nanti kita sampaikan kalau indentitasnya 
sudah jelas,” ungkap Kapolda. 

Orang nomor satu di Polda Maluku ini mengatakan, hal utama yang harus dilakukan 
saat ini adalah menghimbau kepada masyarakat tetap bersatu, sehingga ada 
oknum-oknum tertentu yang membuat keributan, bisa diserahkan kepada aparat 
keamanan. “Masyarakat sekarang ini kan sudah berakitifitas dengan baik. Tinggal 
bagaimana patroli dan siskamling ditingkatkan oleh masyarakat untuk menjaga 
wilayah mereka masing-masing,” harapnya. 

Sementara itu Panglima Kodam XI Pattimura Mayjen TNI Siharsono mengajak semua 
lapisan masyarakat untuk memerangi provokator yang berupaya mengacaukan kondisi 
keamanan di Kota Ambon. “Masyarakat kan bisa melakukan pengawasan di lingkungan 
mereka masing-masing guna menciptakan perdamaian di Kota Ambon. Kita harus 
bersama-sama untuk memerangi mereka yang ingin mengacaukan Kota 
Ambon,”ungkapnya. 

Ditanya menyangkut upaya aparat keamanan mengungkap pelaku teror, jenderal 
dengan bintang dua dipundak itu mengatakan semuanya menjadi kewenangan dari 
aparat kepolisian. “ Ketika ada terjadi penemuan bom, maka aparat kepolisian 
akan segera menangani itu. Selanjutnya akan melakukan penyelidikan siapa yang 
meletakan bom tersebut,” pungkas dia.

Sementara itu, Anggota DPD RI Jack Ospara mendesak Markas besar Polri segera 
mengumumkan identitas para pelaku aksi teror bom itu. Ini penting agar tidak 
mengundang spekulasi warga soal siapa yang melakukan aksi biadab tersebut “Saya 
kira aksi teror maupun provokasi-provokasi yang dilakukan tujuannya untuk 
membuat Maluku tidak aman. Dan ini masih terus ada,” ungkap Ospara. 

Siapa orangnya, kata dia, harus diusut tuntas. Untuk mengungkap semua itu, 
intelejen Polri harus bekerja keras mencari mereka. Ospara menilai bentrokan 11 
September tidak lebih sebagai tauwaran, namun 

kemudian diprovokasi, dan berubah menjadi konflik. “Bentrokan itu hanya 
berlangsung satu hari. Itu berarti, daya tahan masyarakat Maluku sudah semakin 
kuat untuk menghindari provokasi,”akuinya. 

Ospara mengaku, kehadirannya bersama sejumlah anggota DPD dari Komite I adalah 
untuk melihat langkah-langkah yang diambil oleh Pemerintah Provinsi Maluku, 
dalam hal ini Gubernur, Kapolda, Panglima dalam mengatasi masalah bentrokan 
antar masyarakat. 

“Kita ke Ambon mempelajari sekaligus untuk melihat dari dekat apa yang 
dilakukan Gubernur, Kapolda, Panglima, tokoh agama dan tokoh adat. Karena saat 
bentrokan ada sejumlah raja yang menghubungi saya dan mengatakan wilayah kami 
aman-aman saja,” akui Ospara.
Tempat Ibadah di Ambon Dikawal Ketat

Sementara itu dari Jakarta, Kepala Polisi Republik Indonesia (Kapolri), 
Jenderal (Pol) Timur Pradopo, mengatakan, pihaknya kini mengamankan semua 
tempat ibadah di Ambon serta titik-titik yang rawan terjadi konflik.

Pengamanan masih terus dilakukan mengingat penemuan beberapa bom rakitan di 
Ambon. ''Kami melakukan pengamanan terhadap tempat-tempat ibadah di Ambon. Dan 
titik yang rawan terjadi konflik,'' kata Timur kepada wartawan, usai mengikuti 
rapat dengar pendapat dengan Timwas Kasus Century di DPR RI, Senayan, Jakarta, 
Rabu (28/9).

Kapolri mengatakan, pihaknya kini sementara melakukan pemeriksaan terhadap 
saksi-saksi dalam kasus penemuan bom rakitan tersebut. Dia berharap kasus ini 
akan segera diungkap. Karena meresahkan warga dan menjadikan kondisi keamanan 
tidak kondusif. 

Timur mengimbau masyarakat Ambon agar tetap tenang dan jangan terpancing dengan 
penemuan bom atau upaya provokasi lainnya. 

Atas penemuan bom tersebut, Mabes Polri meningkatkan status Ambon menjadi siaga 
satu. Polisi berkesimpulan Ambon belum pulih total, karena masih ada pihak yang 
menginginkan Ambon tetap rusuh. Buktinya dengan penemuan bom tersebut. 

Sebagaimana diketahui, pada Rabu (21/9) dan Sabtu (24/9) dua bom rakitan 
meledak di Terminal Mardika Ambon dan Karang Panjang (Karpan). Tidak menelan 
korban jiwa, tapi ledakan ini membuat panic warga. Selanjutnya, pada Senin 
(26/9) pagi rangkain bom rakitan ditemukan di Pattimura Park, sementara 
malamnya orang tak dikenal melempar dua bom di lokasi Karpan. 

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke