http://www.antaranews.com/berita/287111/antam-mulai-bangun-proyek-feni-halmahera-timur

Antam mulai bangun proyek FeNi Halmahera Timur
Rabu, 30 November 2011 18:22 WIB | 1360 Views

 
Proyek Feronikel Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Hatta Rajasa (tengah) 
didampingi Dirut Antam Alwinsyah Lubis (kanan), Gubernur Maluku Utara Thaib 
Armaiyn (kedua kanan) dan Bupati Halmahera Timur Rudy Erawan (kedua kiri) 
meninjau maket Proyek Feronikel seusai meresmikan Poyek Feronikel Halmahera 
Timur, Maluku Utara, Rabu (30/11).(FOTO ANTARA/M Agung Rajasa)


Jakarta (ANTARA News) - PT Antam (Persero) Tbk resmi memulai pembangunan 
fasilitas pengolahan bijih nikel menjadi feronikel di Halmahera Timur, Rabu.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian RI Hatta Rajasa bersama Direktur Utama 
Antam, Alwinsyah Lubis, secara resmi melakukan seremoni pemancangan tiang 
pertama proyek yang berlokasi di Halmahera Timur, Maluku Utara, kata siaran 
pers perusahaan itu. 

Peresmian proyek FeNi Haltim itu juga dihadiri Gubernur Maluku Utara dan Bupati 
Halmahera Timur yang sangat mendukung proyek itu untuk dapat segera 
direalisasikan dan diharapkan dapat turut membantu pengembangan ekonomi 
masyarakat setempat di Maluku Utara.

"Konstruksi Proyek FeNi Haltim menandai dimulainya proyek kunci kedua kami di 
tahun ini setelah di bulan April lalu konstruksi proyek Chemical Grade Alumina 
(CGA) Tayan dimulai," kata Direktur Utama Antam, Alwinsyah Lubis. 

Ia menambahkan, proyek ekspansi di bidang pengolahan bijih nikel menjadi 
feronikel itu juga menunjukkan kompetensi perusahaan untuk bergerak ke arah 
industri hilir yang memiliki nilai tambah.

"Proyek FeNi Haltim merupakan proyek strategis Antam dalam upaya untuk terus 
bertumbuh menjadi korporasi global berbasis pertambangan dengan pertumbuhan 
sehat dan standar kelas dunia," kata dia.

Proyek FeNi Haltim merupakan salah satu proyek Master Plan Percepatan dan 
Perluasan Pembangunan Ekonomi Indonesia (MP3EI) untuk Koridor Ekonomi Papua dan 
Kepulauan Maluku serta merupakan salah satu proyek terbesar saat ini di wilayah 
Indonesia Timur.

Dikemukakan, proyek FeNi Haltim merupakan proyek strategis Antam yang bertujuan 
untuk meningkatkan nilai tambah cadangan nikel Antam melalui kegiatan 
pengolahan bijih nikel menjadi feronikel.

"Proyek FeNi Haltim nantinya akan memiliki kapasitas produksi 27 ribu ton nikel 
dalam feronikel dengan `commissioning operation` diharapkan telah dimulai pada 
akhir tahun 2014," kata dia.

Alwinsyah mengatakan, proyek FeNi Haltim akan dikembangkan oleh anak perusahaan 
(entitas anak) Antam, yaitu PT Feni Haltim (FHT) yang seluruh sahamnya secara 
langsung maupun tidak langsung dimiliki oleh Antam.

Estimasi nilai proyek FeNi Haltim, dipaparkannya, sebesar 1,6 miliar dolar AS, 
termasuk 600 juta dolar AS untuk pembangunan pembangkit listrik berkapasitas 
275MW yang akan dikembangkan oleh PT PLN (Persero).

Pada awal 2011, lanjut dia, Antam telah menjalin sinergi dengan PT PLN 
(Persero) meliputi kerjasama suplai energi selama 30 tahun untuk operasi dan 
infrastruktur proyek FeNi Haltim.

Dikemukakan juga, PT PLN (Persero) berencana untuk membiayai, membangun dan 
mengoperasikan pembangkit listrik untuk kebutuhan proyek Feni Haltim.

"Untuk membantu pendanaan proyek FeNi Haltim dan proyek pertumbuhan Antam 
lainnya, Antam telah menunjuk konsorsium financial arranger, yang terdiri dari 
Bank Mandiri, Bank Rakyat Indonesia, Mandiri Sekuritas, Goldman Sachs, Deutsche 
Bank, Sumitomo Mitsui Banking Corporation Ltd. dan Standard Chartered Bank," 
katanya.

Konsorsium itu, dikatakannya, akan mendukung proyek FeNi Haltim dalam 
mendapatkan pendanaan dengan skim yang optimal untuk jumlah sampai dengan satu 
miliar dolar AS.

(S026) 
Editor: Suryanto

COPYRIGHT © 2011

Berita Terkait
  a.. Antam raih penghargaan upakarti keselamatan pertambangan
  b.. Kehadiran PT Antam berkah bagi masyarakat Maluku Utara 
  c.. Tujuh menteri hadiri pembangunan pabrik feronikel di Halmahera 

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke