http://epaper.korantempo.com/PUBLICATIONS/KT/KT/2011/12/07/ArticleHtmls/PENTAS-BUSANA-PESTA-PERKAWINAN-07122011144006.shtml?Mode=0#




           PENTAS BUSANA PESTA PERKAWINAN  
                 
                 
                    
                                
                              
                       
                                     
                                
                             
                       
                          
                                
                              
                       
                 
                        
                 
            
     
                           nk     
              
           
                     0digg          
                  
           
     

                       
                  KARAKTER ANDA ADALAH APA YANG ANDA KENAKAN.
                  INGAT, PESTA PERKAWINAN BUKAN PENTAS PERAGAAN BUSANA. TIP 
Bagaimana Tampil di Pesta Perkawinan?

                  Pesta perkawinan sering  dijadikan ajang untuk tampil 
habis-habisan. 
                  Mulai busana, tatanan rambut, rias wajah, sepatu, sampai 
perhiasan. Tak aneh jika karpet mewah di tempat pesta menjadi “panggung“ pentas 
dadakan.

                  Pemandangan itu tampak pada resepsi pernikahan Edhie Baskoro 
Yudhoyono dan Siti Rubi Aliya Rajasa di Jakarta, pekan terakhir bulan lalu. 
Memang tak semua tamu berdandan “polpolan“ demi hajat menantu orang nomor satu 
di negeri ini.
                  Tapi sejumlah figur publik menampilkan busana yang mewakili 
karakternya.

                  Istri bekas Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat Hidayat Nur 
Wahid, Diana Abbas Thalib, mengenakan gamis berwarna ungu dengan jilbab senada 
yang dimodel sanggul bunga. Menurut dia, hanya butuh 45 menit untuk persiapan 
resepsi.“Ini jilbabnya dibantu asisten saya, enggak perlu ke salon,“ ujarnya 
saat ditemui dalam antrean masuk menuju gedung resepsi.

                  Di belakang Diana, artis senior Christine Hakim mengenakan 
kebaya merah muda dengan kain tradisional berwarna se nada. Sekilas kain bawaha 
yang ia pakai dengan ujung bordir emas mirip motif Kalimantan.“Ini kain Bali, 
kalau kalung saya kalung Sumatera,“ ujarnya.
                  Christine, perempuan yang pernah dipuji Presiden Timor Leste 
Ramos Horta, mengaku hanya butuh waktu satu jam untuk tampil cantik ke Jakarta 
Convention Center.

                  Sambil antre, yang memakan waktu sama dengan dandannya, 
Christine bercengkerama dengan Etty Djody, istri pengusaha Setiawan Djody. Etty 
tampak anggun dengan kebaya hitam dan kain batik cokelat, dipermanis dengan 
sampiran selendang batik. “Motifnya parang kombinasi,“ ujar perempuan yang 
mengenakan sanggul Jawa tersebut. Etty mengaku sering mengenakan kebaya lengkap 
dengan sanggulnya. Tapi memang itu tidak untuk semua pernikahan yang harus ia 
hadiri. “Tergantung saja sih,“katanya.

                  Di antrean agak belakang, tampak Pemimpin Redaksi Seputar 
Indonesia Arif Suditomo bersama istrinya, Puji Lidya Susanti.
                  Puji memakai songket sebagai bawahan dan selendang. Di 
tengah-tengah, songket berwarna kuning dan merah itu dipadukan dengan atasan 
hitam, sehingga kilau songket tidak terlalu menyilaukan. “Ini songket koleksi 
dari ibu saya. Dia kan orang Palembang, sudah lima tahun kami memilikinya,“ujar 
Puji.

                  Selain para selebritas di atas, undangan dari berbagai 
kalangan hadir dengan busana tradisional yang pantas untuk pesta, ada pula yang 
mengenakan jas lengkap dan busana ala Barat. DIANING SARI an, memang sebaiknya 
undangan memakai busana yang bagus serta berdandan yang rapi. Namun usahakan 
jangan terlalu heboh sampai menarik perhatian tamu lainnya, sehingga 
mengalahkan sang pengantin.
                  Pesta perkawinan itu adalah harinya sang pengantin menjadi 
ratu dan raja sehari.

                  1. Jangan bersaing dengan pengantinnya untuk tampil cantik.

                  Dalam menghadiri acara pernikahan

                  2. Jangan memakai kaus dan jins.

                  Walaupun punya kaus dan jins berharga mahal serta bermerek 
ter kenal, sebaiknya tak dikenakan saat pesta pernikahan. Jika ingin meng 
hadiri pesta pernikahan, persiap kan baju yang pas untuk acara tersebut. Jika 
cuma punya anggar an kecil, pakailah baju muslimah berbentuk blus atau batik 
saja.

                  Tak perlu membeli baju baru se tiap kali menghadiri acara 
pesta pernikahan. Mengenakan jins dan kaus memberi kesan seper ti tamu tak 
diundang.

                  3. Busana yang pantas.

                  Busana yang sering digunakan para undangan yang pantas 
biasanya kebaya, batik, gaun panjang/gamis, dan blus muslimah.

                  4. Perlu tampil seksi?
                  Pada beberapa acara pernikahan, sering muncul tamu dengan 
gaun lengan pendek dan panjang sekitar lutut, bahkan ada yang lengannya lebih 
pendek atau tanpa lengan, dengan potongan leher agak rendah, dan panjang gaun 
di atas lutut. Jika masih dalam batas wajar, silakan, tapi jangan sampai tampak 
terlalu terbuka sehingga menampilkan organ intim, baik yang di bagian atas 
maupun bawah. Hindari busana terlalu seksi di pesta pernikahan. Mungkin itu 
cocok untuk pesta ulang tahun atau acara yang lebih santai.

                  5. Tak perlu mengikuti tren.

                  Hadirilah pesta pernikahan dengan baju yang kita punya di 
rumah.
                  Tidak perlu tas clutch “bling-bling“, perhiasan emas yang 
ngejreng, dan aksesori busana pesta jika tak ada.
                  Bagi pengantin, kehadiran kitalah yang penting, bukan baju 
atau aksesori yang dikenakan. Berikut ini beberapa tip busana yang sebaiknya 
dikenakan saat menghadiri pesta resepsi pernikahan.




                       

                 
           
                 TOP    
                  
           
           
           
     


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke