Wamentan: sawah yang baik hanya 48 persen 
Kamis, 8 Desember 2011 22:41 WIB | 659 Views

 
Rusman Heriawan (FOTO ANTARA)

Medan (ANTARA News) - Wakil Menteri Pertanian Rusman Heriawan mengatakan, hanya 
48 persen lahan pertanian di tanah air yang berada dalam kondisi baik sebagai 
lokasi bercocok tanam.

"Setidaknya, itu data yang dikeluarkan Kementerian Pekerjaan Umum (PU)," 
katanya dalam Rapat Kordinasi Dinas Pertanian se-Sumatera Utara di Medan, Kamis.

Selebihnya, kata Wamentan, ada yang dalam kondisi rusak ringan (16 persen), 
rusak sedang (26 persen) dan rusak berat (10 persen).

Pihaknya telah mendiskusikan hal itu dengan Kementerian PU agar memberikan 
perhatian dan prioritas dalam perbaikan infrastruktur pertanian.

Perhatian tersebut dibutuhkan untuk mendukung upaya memperkuat ketahanan pangan 
yang telah menjadi perhatian Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.

"Jadi, jangan hanya infrastruktur jalan saja yang diperhatikan," katanya.

Menurut dia, semakin sedikitnya jumlah lahan pertanian yang baik untuk bercocok 
tanam itu juga mengkhawatirkan karena semakin banyak alih fungsi lahan.

Di Pulau Jawa, proses alih fungsi lahan tersebut terjadi secara massif dengan 
menjadikannya sebagai lokasi perumahan dan aktivitas lain di luar pertanian.

Ironisnya, lahan-lahan yang dialihfungsikan tersebut justru area persawahan 
yang subur dan produktif dalam menghasilkan kebutuhan pangan masyarakat.

Kondisi itu sempat memunculkan wacana untuk moratorium atau menunda alih fungsi 
lahan pertanian di tanah air.

Di satu sisi, pihaknya sangat menyetujui wacana tersebut dengan maksud 
terjaganya jumlah pasokan beras untuk mendukung ketahanan pangan di Indonesia.

Namun di sisi lain, pembangunan yang dilakukan di lahan-lahan itu juga sulit 
dihalangi karena sebagian di antaranya untuk penyediaan berbagai kegiatan 
industri.

Jika moratorium tersebut dilakukan, dikhawatirkan akan menyebabkan kegiatan 
industri berbagai bahan kebutuhan masyarakat akan terganggu.

(T.I023/I007) 

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke