Redenominasi
Rp 1.000 Jadi Rp 1 Bisa Diwujudkan
| Erlangga Djumena A

JAKARTA, KOMPAS.com Pengamat Senior Ekonomi Mirza Adityazwara menegaskan, bisa 
saja Bank Indonesia (BI) mewujudkan niatnya melakukan redenominasi terhadap 
mata uang rupiah.
"Namun, syarat redenominasi bisa dilaksanakan adalah pada saat situasi ekonomi 
dan politik stabil, inflasi rendah," kata Mirza kepada Tribunnews.com, Kamis 
(8/12/2011).

Kendati demikian, mantan Kepala Ekonom Bank Mandiri ini mengatakan, perlu 
persiapan serta sosialisasi yang baik dan masa transisi yang cukup panjang 
untuk mewujudkan redenominasi.

Tahun lalu, wacana redenominasi sempat menguat ke publik. Namun, entah mengapa 
wacana itu kembali menyeruak belakangan ini.

Redenominasi adalah penyederhanaan nilai mata uang tanpa mengubah nilai tukar 
uang tersebut. Misalnya, nilai Rp 1.000 saat sekarang ini jika mengalami 
redenominasi penghilangan tiga angka nol akan menjadi Rp 1. Namun, nilainya 
tetap sama. Dengan kata lain, jika sekarang Rp 1.000 bisa untuk membeli permen 
maka ketika dipotong menjadi Rp 1 tetap bisa membeli permen yang sama.

Beberapa pihak menilai angka nol di belakang rupiah yang terlalu banyak kadang 
menjadi olok-olokan oleh negara lain ketika rupiah ditransaksikan di luar 
negeri. (Hasanudin Aco)

The Most Comprehensive Travel Blogs
http://adsensetravel.blogspot.com/
http://adsensetravelreviews.blogspot.com/
http://indonesiatravelupdates.blogspot.com/

Ekspor Batu Bara Dari Kaltim Terhenti
Antara  Kam, 8 Des 2011
Tenggarong (ANTARA) - Ekspor batu bara terhenti akibat ambruknya Jembatan Kutai 
Kartanegara (Kukar) di Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur (Kaltim).

"Sejak ambruknya Jembatan Kukar, jalur distribusi batu bara dari hulu Sungai 
Mahakam ke muara terhenti," ungkap Eksternal Relatiaon PT. Jembayan Muarabara, 
Achmad, kepada wartawan saat mendatangi posko evakuasi korban jembatan ambruk 
di Tenggarong, Rabu (7/12).

PT. Jembayan Muarabara kata Achmad mengekspor batu bara ke negeri Cina, 
Australia dan India.

Namun, sejak Jembatan Kartanegara ambruk lanjut dia, pihak PT. Jembayan 
Muarabara yang memiliki wilayah konsesi di Desa Separi, Kabupaten Kutai 
Kartanegara harus menanggung kerugian hingga tujuh juta dolar AS atau sekitar 
Rp63,2 miliar per minggu.

"Setiap hari kami mengapalkan 20 ribu ton batu bara dari dermaga kami, di 
Separi menuju ke laut untuk kemudian diekspor. Namun sejak ambruknya Jembatan 
Kartanegara, kapal ponton tidak diperbolehkan melintas di bekas reruntuhan 
jembatan karena adanya proses evakuasi," katanya.

Hingga hari ke-12 pasca ambruknya jembatan itu, katanya, batu bara yang 
tertahan di dermaga saat ini mencapai 240 ribu ton, katanya.

"Selain kerugian materi, terhambatnya jalur transportasi batu bara itu juga 
menyebabkan terjadinya gejolak konsumen batu bara di luar negeri," katanya.

Namun untuk sementara, lanjut dia, konsumen tersebut bisa memahami terhambatnya 
pengiriman setelah ada surat dari Administrator Pelabuhan Samarinda yang 
menyampaikan terjadinya bencana jembatan ambruk di Sungai Mahakam.

Namun, pihak perusahaan batu bara, kata dia, belum bisa memprediksi apakah 
proses distribusi batu bara bisa kembali normal setelah masa tanggap darurat 
jembatan ambruk pada 10 Desember 2011.

"Kami datang kesini (posko) untuk melihat kondisi proses evakuasi dan berharap 
setelah masa tanggap darurat berakhir jalur lalu lintas angkutan batu bara di 
Sungai Mahakam bisa kembali normal," katanya.

"Namun melihat kondisinya, kami pesimistis jalur lalu lintas angkutan batu bara 
di Sungai Mahakam bisa normal usai masa tanggap darurat itu," katanya.

Untuk itu, pihaknya meminta pernyataan resmi dari pemerintah terkait kapan 
kapal ponton batu bara bisa melintas dan sebagai upaya menyakinkan konsumen 
agar bisa memahami kondisi yang tengah dihadapi perusahaan batu bara khususnya 
yang memiliki jalur tansportasi di bekas reruntuhan Jembatan Kartanegara.

Sejak sepekan terakhir, beberapa orang dari pihak manajemen perusahaan batu 
bara yang beroperasi di Kutai Kartanegara termasuk manajemen PLN terlihat 
mendatangi Posko Jembatan Ambruk pada sisi Tepian Sungai Mahakam di Kota 
Tenggarong.

Selain ingin melihat langsung perkembangan proses evakuasi perusahaan batu bara 
dan pihak PLN tersebut juga meminta kepastian dari pihak berwenang terkait 
kapan jalur Sungai Mahakam bisa digunakan untuk lalu lintas ponton batu bara 
dan BBM.

Kirim email ke