Refl: arena beliau pandai main gitar dan suaranya pun merdu lagi sexy membuat 
wanita terpersona ke angan-angan langit ke 7. Dan tentunya usahawan dalam 
bidang musik, artis pun ditimpahkan berlimpah-limpah. Jadi adalah pantas sekali

pasti akan lebih menguntungkan bagi musikus dan adalah “the right man on the 
right place” dari pada menjadi presiden untuk rakyat bisa.   Juga pandai main 
musik, suaranya merdu lagi sexy mempersona hati wanita. Jadi bidang musik 
adalah tepat dan pasti majunya pun pesat, fulus pun banjir air bach seperti 
zaman Noah. NKRI, sebab beliau sudah biasa dengan komando baris-baris, maju 
belok kiri belok kanan, berhenti! Istirahat, bubar, tembaaak!

Tetapi, kalau dijadkan presiden untuk urusan sosial, ekonomi dan politik 
negrara hanya  kaum elit baik sipil maupun militer purnawan atau purnama Begitu 
cepat kaum milioner dollar tumbuh tercepat di Asia, yang punya miliaran dollar 
pun naik 14 atau 15 keluarga (orang). Rakyat kecil tunggu bulan puasa baru 
dapat rejeki, iduladha mungkin satu 1kg daging kambing atau sapi itu pun harus 
berebut, siapa kuat dia dapat, siapa lemah tunggu tahun depan barus kalau 
munjur bisa dapat.

http://nasional.kompas.com/read/2011/11/15/19521076/Merekam.Bahasa.Musik.SBY.


Sisi Lain Presiden
Merekam Bahasa Musik SBY 
Herpin Dewanto Putro | Marcus Suprihadi | Selasa, 15 November 2011 | 19:52 WIB 
Share:
 KOMPAS/HERPIN DEWANTO PUTRO Inilah buku berjudul Tembang untuk Bangsa: Bahasa 
Musik SBY yang diluncurkan di Bali, Minggu (13/11/2011) malam lalu. Buku 
setebal 376 halaman yang diterbitkan oleh Red and White, RDE, dan BL Produktama 
itu berisi catatan proses kreatif Presiden SBY dalam mencipta lagu. 
TERKAIT:
  a.. Aransemen Lagu SBY 
  b.. Lagu Baru SBY Ramaikan Pembukaan SEA Games 
  c.. Lagi, Lagu SBY Dinyanyikan di Lomba Seni 
  d.. Lagu SBY Dinyanyikan pada HUT Ke-66 RI 
  e.. Lagu SBY Dinyanyikan di Rapimnas Kadin
KOMPAS.com — Di sela tugas-tugasnya, Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono 
mengambil gitar, selembar kertas, dan sebuah pena. Ia lantas mendendangkan 
wajah Indonesia dengan lirik yang ditulisnya.

Apa yang dilakukan Presiden ini tidak lain merupakan proses kreatif yang selama 
ini kurang dipahami banyak orang. Kegemaran Presiden SBY menulis lagu dan 
menyanyi memang sudah lama diketahui rakyatnya.

Dalam berbagai kesempatan, Presiden SBY selalu meluangkan waktu melakukan 
kegemarannya itu. Tempatnya pun sembarang, bisa di pesawat, Istana Negara, 
Cikeas, atau ketika berada di luar negeri. Bahkan, Presiden juga senang 
mengajak para menteri, ajudan, atau tamu di Istana Negara untuk mendengarkan 
lagunya dan ikut bernyanyi bersama.

Selayaknya musisi profesional, SBY telah memiliki empat album lagu yang sudah 
dirilis. Namun, dari kegemarannya itu pula sebagian masyarakat lalu melontarkan 
pertanyaan bernada sinis seperti, Pak SBY mau jadi presiden atau penyanyi?

Sejak terpilih sebagai Presiden Ke-6 RI, musik telah menjadi sisi lain yang 
menarik untuk disimak dan dikomentari. Maka, catatan proses kreatif Pak 
Presiden itu dijabarkan dalam sebuah buku berjudul Tembang untuk Bangsa: Bahasa 
Musik SBY setebal 376 halaman dan diterbitkan oleh Red and White, RDE, dan BL 
Produktama.

Perjalanan kreatif Presiden SBY itu dirangkum dua wartawan senior, Bens Leo dan 
Nini Sunny, selama delapan bulan. Buku ini diluncurkan bertepatan dengan 
penyelenggaraan Indonesia Music Expo (Imex) dalam ajang ASEAN Fair di Nusa Dua, 
Bali, Minggu (13/11/2011) malam lalu.

Melihat isi buku ini, pembaca akan dibuat takjub mengetahui betapa seriusnya 
seorang SBY menekuni musik. "Ada lebih 50 narasumber dalam buku ini. Mereka 
semua yang terlibat dalam kegiatan kreatif Presiden," kata Bens Leo.

Para narasumber itu juga bukan musisi sembarangan. Hampir semua musisi hebat di 
negeri ini ikut menyempurnakan karya Presiden SBY. Ada musisi senior seperti 
Idris Sardi, Ireng Maulana, Bartje van Houten, dan Ebiet G Ade.

Di kalangan penata musik ada Dwiki Dharmawan, Addie MS, Erwin Gutawa, Yockie 
Suryo Prayogo, Purwa Tjaraka, dan Andi Rianto.

Presiden SBY juga jeli menggandeng penyanyi muda yang sedang naik daun seperti 
Sandhy Sundoro, Agnes Monica, Afgan, dan Vidi Aldiano. Penyanyi dari genre 
dangdut dan keroncong juga ada, yaitu Cici Paramida dan Sundari Soekotjo.

Bahkan, Presiden SBY juga melibatkan dua musisi luar negeri yang merupakan 
sahabat pengusaha Peter F Gontha, yaitu Jeff Lorber dan Jeffrey Pescetto yang 
menggarap lagu Save Our World. Lagu versi bahasa Inggris dari lagu Untuk Bumi 
Kita itu juga sudah dikenal di luar negeri.

Pejuang musik 

Melihat keseriusan Presiden SBY dalam bermusik, penggagas Imex 2011, Franki 
Raden, menobatkan SBY sebagai pejuang musik. Alasannya, SBY sebagai presiden 
mau memakai baju seniman dan berdiri bersama para musisi.

"Musik Indonesia masih kesulitan menembus pasar internasional, padahal peluang 
sangat banyak," kata Franki. Apabila Presiden ikut bermusik, Presiden ikut 
memajukan musik Indonesia. Presiden juga ikut merasakan bila albumnya dibajak.

Kekaguman serupa terhadap talenta bermusik Presiden SBY juga diungkapkan hampir 
semua musisi yang ditulis dalam buku ini. Sebagai penulis buku tersebut, Bens 
Leo mengaku siap menjawab bila ada pertanyaan apakah buku tersebut bentuk lain 
pencitraan SBY karena tiba-tiba dinobatkan menjadi pejuang musik.

"Menurut saya seni dan politik tidak dapat disamakan. Presiden sangat 
menghargai seni, itu harus diapresiasi," kata Bens Leo.

Budayawan Jaya Suprana dalam prakatanya di buku tersebut juga mengatakan, 
kreativitas SBY jangan diterawang dengan teropong politis.

Dalam buku itu, Presiden SBY berkata, "Saya menulis lagu dan puisi, apa bedanya 
dengan kepala negara dan kepala pemerintahan di seluruh dunia yang juga 
memiliki hobinya masing-masing. Saya kira semuanya manusiawi dan sah-sah saja."

Bens Leo dan semua musisi masih berharap Presiden SBY terus berkarya untuk 
kemajuan musik dan seni di Indonesia meski kelak tidak lagi menjabat presiden. 
Mereka menanti bahasa musik SBY itu menjadi bahasa musik Indonesia yang 
dikagumi bangsa lain. 


++++++

Lagu SBY Dinyanyikan di Rapimnas Kadin
Hindra Liu | Heru Margianto | Jumat, 1 April 2011 | 09:15 WIB 

Share:
 KOMPAS/SUHARTONO Sambil memetik gitar, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono 
memperkenalkan lagu ciptaannya "Dari Jakarta ke Oslo untuk Bumi Kita" yang 
bertema konservasi hutan dan lingkungan. Pemandangan ini terjadi di Oslo, 
Norwegia, Jumat (28/5/2010). 
TERKAIT:
  a.. Presiden Yudhoyono Buka Rapimnas Kadin 
  b.. Oleh-oleh SBY dari Oslo... 
  c.. Ini Dia Lirik Lagu 'Oslo' Karya SBY 
  d.. Presiden Ciptakan Lagu Lingkungan
JAKARTA, KOMPAS.com — Acara seremonial tampaknya kurang pas jika tak dilengkapi 
dengan acara hiburan. Pada acara pembukaan Rapat Pimpinan Nasional Kadin 
Indonesia di Hotel Ritz-Carlton, Jakarta, Jumat (1/4/2011), berupa-rupa acara 
hiburan digelar.

Rapimnas ini sendiri akan dibuka oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. 
Sejumlah seniman dan artis papan atas pun dihadirkan. Tidak hanya itu, panitia 
juga memilih beberapa lagu yang akan dinyanyikan untuk menghibur undangan yang 
terdiri dari pengusaha dan pejabat. Yang terasa spesial, salah satu lagu yang 
akan dinyanyikan adalah "Dari Jakarta ke Oslo untuk Bumi Kita" ciptaan Presiden 
Yudhoyono.

Berdasarkan jadwal susunan acara, lagu itu akan dinyanyikan Firman "Indonesian 
Idol" diiringi Purwatjaraka Light Orchestra serta Padjadjaran Vocal Ensemble.

Lagu tersebut diciptakan Presiden Yudhoyono di sela-sela kunjungan kerjanya ke 
Oslo, Norwegia, akhir Mei lalu. Dalam kunjungan tersebut, Presiden dan Perdana 
Menteri Norwegia Jens Stoltenberg menyaksikan penandatanganan kerja sama 
pelestarian hutan dalam program REDD+.

"Dari Jakarta ke Oslo untuk Bumi Kita" adalah lagu kedua Presiden Yudhoyono 
yang bertema pelestarian lingkungan. Sebelumnya, Presiden pernah menciptakan 
lagu berjudul "Save Our Planet" dalam Konferensi Perubahan Iklim di Bali.

Berikut lirik lagu "Dari Jakarta ke Oslo untuk Bumi Kita":

Nun jauh di sana, di ujung dunia. 
Aku datang, menjinjing harapan.
Bersama kawanku, umat hamba Tuhan. 
Bersatu untuk kelestarian alam.

Bumi kita ini, taman kehidupan. 
Hutan dan lautan, di relung langit biru. 
Mari kita bersama, cegah kerusakan. 
Bersatulah wahai bangsa dunia.

Reff: 

Bersatu, bersatulah kawan. 
Bersatu dunia, untuk Bumi kita. 
Lakukan, mari kita lakukan.
Bergandengan tangan, untuk menjaganya.
Tengadahkan tangan, mohon pada Tuhan. 
Anak cucu kita, selamat semuanya. 


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke