http://www.ambonekspres.com/index.php?option=read&cat=53&id=35959

SELASA, 12 Desember 2011 | 1300 Hits


KONI Terlantarkan Kareteka Maluku di Batam 


Ambon, AE.- Maluku berhasil meloloskan 4 karateka ke Pekan Olahraga Nasional 
(PON) XVIII di Provinsi Kepulauan Riau 2012 mendatang. Mereka tampil memukau, 
dan bisa berprestasi. Hanya saja prestasi yang diraih tidak membuat Komite 
Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Maluku berbesar hati.

Induk olahraga ini justeru menelantarkan karatekanya di Batam.
Tim yang terdiri dari 14 karateka dan sejumlah official ini, terancam tidak 
bisa kembali ke Kota Ambon. Mmereka tidak lagi memiliki dana guna membiayai 
perjalanan kembali ke Kota Ambon. 

Ketua Bidang Organisasi Pengprov FORKI Maluku yang juga Official tim Pra PON 
Maluku Feros Matulessy mengatakan, sebelum tim Pra PON Maluku berangkat ke 
Batam, Forki melakukan koordinasi dengan KONI Maluku karena ada dana pra PON 
dari Cabang Olahraga Karate. Belakangan, Sekum KONI Maluku menyampaikan tidak 
ada dana. 

FORKI akhirnya mencari jalan keluar untuk meminjamkan sejumlah dana. Koordinasi 
dengan Gubernur Maluku dilakukan melalui Ernes Kuhuparuw yang ditunjuk FORKI 
sebagai manager tim. Gubernur membantu dana Rp 75 juta, untuk keberangkatan 
tim, sementara dana yang dibutuhkan oleh tim sebesar Rp 150 juta.

Dengan keterbatasan dana, lanjut Matulessy, FORKI memberangkatkan 14 orang 
atlet dari 23 atlet yang harus diberangkatkan. Hasil yang diperoleh dari Pra 
PON, 4 orang atlet lolos mengikuti PON XVIII di Kepulauan Riau tahun 2012 
mendatang. Keempat atlet tersebut masing-masing Agriyonis Ipol Kls-84 kg Putra, 
Benjamin Muskitta Kls- 67 kg Putra, Agustino Tanamal Klas- 60 kg Putra, serta 
Merlyn Entamoning Kls-50 kg Putri. 

Keberhasilan ini, lanjut Matulessy, telah melampui keberhasilan Pra PON dari 
Cabang Karate tahun 2007 di Solo yang hanya meloloskan 2 orang atlet pada PON 
2008 di Kalimantan Timur. Dengan meloloskan tiga orang atlet putra, otomatis 
Maluku diberi jatah main pada Kelas beregu Putra di PON XVIII Kepualauan Riau. 
“Dengan hasil itu kita diharuskan menambah 2 orang atlit putra ke dalam tim PON 
Karate Maluku sehingga total atlet yang harus disiapkan ke PON sebanyak 6 
orang,” ujarnya.

Setelah meraih keberhasilan, sekarang kondisi tim Pra PON Maluku sangat 
memprihatinkan, karena tidak ada dana untuk kembali lagi ke Kota Ambon. Bahkan 
untuk makan pun tim Pra PON Karate Maluku dibantu oleh orang Maluku yang ada di 
Batam. Padahal saat peringatan hari olahraga nasional, 

pemerintah daerah pernah memasang baliho besar dengan kalimat yang begitu 
memukau, “ Dengan Hari Olahraga Nasional, Kita Angkat Nama Daerah di Kancah 
Nasional maupun Internasional. Kalimat yang luar biasa namun sangat disayangkan 
hanya sebatas slogan kosong tanpa bukti. Tragis memang, mengangkat nama Maluku 
di mata Nasional namun nyaris tidak dihargai oleh Pemerintah Daerah,”kesalnya.

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke