http://regional.kompas.com/read/2011/12/15/00414968/Kapolda.Lampung.Bantah.Ada.Pembantaian.Warga.Mesuji

Kapolda Lampung Bantah Ada Pembantaian Warga Mesuji
| Benny N Joewono | Kamis, 15 Desember 2011 | 00:41 WIB 
 
Yulvianus Harjono/KOMPAS
Ilustrasi: Memperingati Hari Tani Nasional yang jatuh Sabtu (24/9/2011) ini, 
ribuan petani penggarap dan aktivis tani dari Moro-Moro konvoi memenuhi jalan 
lintas timur Sumatera di Kabupaten Mesuji, Lampung. 
BANDAR LAMPUNG, KOMPAS.com — Kepala Kepolisian Daerah Lampung Brigjen (Pol) 
Jodie Rooseto membantah jika pihaknya melakukan intimidasi, penggusuran lahan, 
bahkan pembantaian warga di Kabupaten Mesuji sebagaimana laporan warga ke 
Komisi III DPR, Rabu (14/12/2011).
"Tidak ada tindakan masif aparat dalam bentuk apa pun, apalagi sampai 
menewaskan warga di Mesuji," kata dia di Bandar Lampung, Rabu malam.

Menurut dia, apa yang beredar di pemberitaan hanya dibesar-besarkan dan 
merupakan informasi bias yang masih perlu didalami. "Petugas yang berada di 
sana tugasnya untuk melakukan pengamanan," kata dia.

Dia membenarkan keberadaan personel Brimob di lahan tersebut, tetapi bukan 
untuk menakuti warga, melainkan bertugas melakukan pengamanan.

Bahkan, dia membantah jika masyarakat yang lapor ke polisi terkait kejadian itu 
tidak pernah ditanggapi. "Kejadiannya saja tidak ada, bagaimana mau 
menjelaskannya," kata dia.

Dia menyatakan, nama Mesuji memang terdapat di dua wilayah, yakni wilayah 
Mesuji Lampung yang merupakan Kabupaten Mesuji dan Kecamatan Mesuji yang masuk 
dalam wilayah Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan.

Sejumlah warga Mesuji mengadu ke Komisi III DPR terkait upaya penggusuran oleh 
sebuah perusahaan kebun sawit asal Malaysia, PT Silva Inhutani, di Kabupaten 
Mesuji.

Penggusuran menggunakan cara kekerasan, yang menimbulkan korban jiwa hingga 30 
orang tewas selama kurun waktu 1997 hingga 2011. Menurut pengakuan warga, saat 
penggusuran itu, bangunan ibadah dihancurkan. Hasil panen singkong juga 
dirampas.

Bahkan, aparat kepolisian, yaitu Korps Brimob, juga melakukan pemerkosaan 
terhadap janda pada saat penggusuran.

Isu tersebut menyebar begitu cepat setelah adanya sejumlah warga Mesuji yang 
mengadu ke Komisi III DPR terkait upaya penggusuran tersebut.


TERKAIT:
  a.. Warga Mesuji Pertahankan Tanah Ulayat 
  b.. Polri Janji Telusuri Pembunuhan di Mesuji 
  c.. Aliansi Sesalkan Pelaku di Mesuji Hanya Dihukum Disiplin 
  d.. Kabareskrim: Tak Ada Pemenggalan di Mesuji 
  e.. Kapolda: Video Pembantaian Bukan di Lampung


[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke