Mengungkap Tragedi Mesuji
http://www.tempo.co/read/opiniKT/2011/12/16/1719/Mengungkap-Tragedi-Mesuji
Jum'at, 16 Desember 2011 | 01:37 WIB


Betapa menyedihkan, pembantaian terhadap manusia seperti yang terjadi di 
Mesuji, Lampung, masih muncul di negeri ini. Rangkaian insiden berdarah di 
wilayah itu, yang menewaskan sekitar 30 orang dalam tiga tahun terakhir, juga 
memperlihatkan kelemahan kita dalam mengatasi sengketa. Hukum seolah tidak 
berfungsi karena dijalankan oleh aparat yang cenderung membela yang kuat.


Kasus itu mencuat setelah wakil warga Mesuji datang ke Komisi Hukum Dewan 
Perwakilan Rakyat belum lama ini. Tak sekadar melaporkan kejadian di daerahnya, 
mereka juga memutar video yang merekam pembantaian terhadap penduduk. Dalam 
berbagai kejadian, tampak pula aparat keamanan. Hanya, tidak terlalu jelas 
apakah mereka terlibat dalam peristiwa itu atau justru datang untuk melerai 
konflik.


Komisi Nasional Hak Asasi Manusia sebetulnya telah menangani kasus itu. Di 
antaranya peristiwa pada April 2011 di Desa Sungai Sodong, Kecamatan Mesuji, 
Ogan Komering Ilir, Sumatera Selatan. Kejadian ini menewaskan tujuh orang, 
yakni dua orang penduduk dan lima orang dari pengamanan swakarsa PT Sumber 
Wangi Alam.


Satu bentrokan yang telah diselidiki Komnas terjadi di lahan PT Silva Inhutani 
di Kecamatan Mesuji Timur, Kabupaten Mesuji, Lampung, pada November 2011. 
Seorang petani tewas dalam peristiwa ini. Tapi perlu dipastikan apakah video 
aksi sadistis yang kini beredar luas itu merupakan rekaman dari dua peristiwa 
tersebut.


Itu sebabnya, langkah pemerintah membentuk tim investigasi rekaman video itu 
perlu disokong. Jika benar gambar tersebut berasal dari peristiwa �dua� Mesuji 
itu, tugas tim investigasi akan lebih ringan karena sebelumnya telah ditelusuri 
oleh Komnas HAM. Tim ini tinggal mengecek lagi apakah semua rekomendasi yang 
diberikan Komisi itu telah dilaksanakan oleh para pejabat, baik di pusat maupun 
di daerah.


Penting pula dipastikan bahwa konflik antara penduduk dan perusahaan perkebunan 
telah diselesaikan. Begitu pula proses hukum terhadap para pelaku pembantaian 
seperti terekam dalam video itu. Munculnya pengaduan perwakilan penduduk Mesuji 
ke DPR mengindikasikan tidak adanya proses hukum yang adil terhadap para pelaku.


Dalam berbagai kasus, penduduk sering dikalahkan bila bersengketa dengan 
perusahaan perkebunan. Aparat keamanan dan pejabat cenderung membela 
kepentingan pengusaha. Ketidakadilan seperti itu pula yang memicu konflik 
berdarah. Apalagi pihak perkebunan akan selalu membela kepentingannya dengan 
segala cara, termasuk dengan menyewa banyak satpam, bahkan membentuk semacam 
pasukan.


Di Lampung dan Sumatera Selatan, konflik antara warga dan perusahaan perkebunan 
sudah demikian kronis dan struktural. Sepanjang 10 tahun terakhir terjadi 268 
kasus pertikaian di sektor kehutanan dan perkebunan di Sumatera Selatan. 
Sengketa lahan di Lampung juga termasuk tinggi dan kebanyakan terjadi di 
wilayah perkebunan.


Konflik hanya akan berkurang bila penegak hukum dan pejabat di daerah 
memperhatikan kepentingan rakyat kecil. Tanpa keadilan, tragedi seperti di 
Mesuji bisa terulang. Apalagi jika penegak hukum tak berani menindak tegas 
pihak perkebunan.



Saurip Kadi, Jenderal yang Ungkap Kasus Mesuji
Oleh Hasanudin Aco | TRIBUNnews.com – 16-12-2011
Perbesar Foto

TRIBUNNEWS.COM - Namanya Saurip Kadi (60). Mayjen Purnawirawan  TNI asal Brebes 
ini bikin heboh sejak kemarin. Dia memimpin rombongan Lembaga Adat Megoupak 
menghadap Komisi III DPR melaporkan soal dugaan pembantaian terhadap 30 petani 
di Mesuji Lampung sejak pemerintahan SBY.
Laporannya disertai foto dan video pembantaian yang diduga dilakukan 
Pamswakarsa yang dibekingi perusahaan sawit asal Malaysia PT Silva Inhutani.

Saurip, demikian dia disapa, ketika berbicara sangat tegas layaknya seorang 
tentara. Dalam sebuah dialog di televisi swasta nasional semalam, Saurip 
berbicara lantang dan berani mendebat Menko Polhukam Djoko Suyanto yang 
berbicara di ujung telepon. "Pak Djoko ini dulu teman saya," kata Saurip dengan 
enteng.


Dari sejumlah penelusuran Tribunnews.com, nama Saurip cukup dikenal luas. Di 
zaman pemerintahan Presiden Abdurrahman Wahid alias Gus Dur mencuat namanya 
sempat berkibar.

Ini terkait dengan munculnya isu "Dokumen Bulak Rantai" pada  2000 dimana dalam 
dokumen itu disebutkan Pangkostrad Letjen TNI Agus Wirahadi Kusumah (alm) dan 
Saurip yang kala itu menjabat sebagai Aster KSAD bersama sejumlah perwira 
tinggi TNI lainnya dituduh mengadakan pertemuan ilegal dengan sejumlah perwira 
TNI lainnya.


Saat itu Saurip dicopot dari jabatannya  sebagai Aster KSAD dan digantikan 
Mayjen TNI Sang Nyoman Suwisna, 29 Juni 2000.

Itulah jabatan terakhir tetinggi Saurip di TNI AD.

Pada Pilpres 2009 lalu, nama Saurip muncul dan hendak mencalonkan Presiden 
berpasangan dengan Aktor Deddy Nizwar. Kendati gagal jadi capres namun Saurip 
tidak patah arang. Dia melaju melalui jalur independen dan menggugat Mahkamah 
Konstitusi soal UU Pilpres.

Setelah itu nama Saurip tidak langsung tenggelam. Dia muncul lagi dengan 
tulisan-tulisannya yang masih tetap membuat heboh. Diantaranya bukunya yang 
berjudul "Menata Ulang Sistem Demokrasi dan TNI Menuju Peradaban Baru" serta 
buku berjudul "TNI AD Dahulu Sekarang dan Akan Datang". Serta berbagai buku 
lainnya seperti "Menembus Batas", Mengutamakan Rakyat" dan sebagainya. Banyak 
diantaranya mengupas soal peran TNI dalam kancah pembangunan bangsa.

Di era pemerintahan SBY-Boediono sekarang ini Saurip kadang muncul dengan 
kritikan-kritikan pun tetap mengalir.

Dari sebuah media online pada 2 Juli 2011 lalu, Saurip dikritik Benteng 
Kedaulatan yakni Ormas Pendukung SBY yang menilai aneh Saurip melontarkan 
pendapat bahwa SBY mempermalukan militer dan mendukung agar SBY diturunkan.

Nah, kini Jenderal Saurip yang dikenal keras ini muncul lagi dengan membawa 
para korban para petani yang kabarnya dibantai di Lampung. Apa cerita 
selanjutnya yang akan diperlihatkan Saurip, kita tunggu saja! (ACO)

INDONESIAN BLOG CONSORTIUM

http://jaktvnewsonline.blogspot.com/
http://adsensetravel.blogspot.com/
http://indoexchanges.blogspot.com/
http://batavia-news-networks.blogspot.com/
http://indofinancialnews.blogspot.com/
http://indonesiaupdates.blogspot.com/
http://chinese-clubs.blogspot.com/
http://tionghoanet.blogspot.com/
http://export-import-indonesia.blogspot.com/
http://jakartapost.blogspot.com/
http://lowongannet.blogspot.com/
http://iklanbarisbisnis.blogspot.com/

Kirim email ke