KPK Dinilai Tak Mau Ungkap "Ketua Besar"
Tri Wahono

JAKARTA, KOMPAS.com Komisi Pemberantasan Korupsi dinilai tidak berani 
mengungkap siapa "ketua besar" yang terungkap dalam perbincangan Mindo Rosalina 
Manulang, rekan terdakwa Muhammad Nazaruddin, dengan politikus Partai Demokrat, 
Angelina Sondakh.

Padahal, percakapan dalam BlackBerry Messenger milik Mindo, dan ada dalam 
berita acara pemeriksaannya, itu bisa menjadi kunci orang yang menerima hasil 
korupsi proyek wisma atlet SEA Games di Palembang dan proyek Stadion Hambalang 
di Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Demikian dikatakan Hotman Paris Hutapea, penasihat hukum Nazaruddin, terdakwa 
korupsi proyek wisma atlet, Rabu (21/12/2011), di Pengadilan Tindak Pidana 
Korupsi, Jakarta. "Mindo Rosa mengaku ada BBM (BlackBerry Messenger) dari 
Angelina, intinya 'ketua besar' harus dibikin kenyang.

Harus dikirim apel malang (rupiah) dan apel washington (dollar Amerika 
Serikat). Namun, tidak ditanya oleh penyidik siapa 'ketua besar' itu," katanya. 
Tim penasihat hukum Nazaruddin pun mengirimkan surat kepada KPK, mempertanyakan 
kebijakan itu.

Dalam sidang, majelis hakim menolak keberatan tim penasihat hukum Nazaruddin 
dan memerintahkan jaksa penuntut umum melanjutkan sidang dengan memanggil 
saksi. Menurut Ketua Majelis Hakim Darmawati Ningsih, dakwaan jaksa memenuhi 
syarat formal ataupun materiil serta sah dan bisa diterima menjadi dasar 
pemeriksaan. Nazaruddin dan pengacaranya mempermasalahkan dakwaan jaksa karena 
penyidik tak menanyakan soal suap dan penerimaan uang suap kepada terdakwa. 
(BIL/WHY/TRA)
http://jaktvnewsonline.blogspot.com/
http://adsensetravel.blogspot.com/
http://indoexchanges.blogspot.com/
http://batavia-news-networks.blogspot.com/
http://indofinancialnews.blogspot.com/

Kasus Bank Century
Dokumen Bank Century 1 Troli Dikirim ke KPK
Suhartono | Robert Adhi Ksp

JAKARTA, KOMPAS.com - Tim Sembilan yang juga inisiator Hak Angket Bank Century 
DPR akan mengirimkan dokumen dan data-data tambahan terkait Bank Century kepada 
Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Dokumen dan data yang akan dikirimkan sebanyak satu troli. Semua dokumen itu 
direncanakan akan dikirimkan ke KPK pada wal tahun depan.

Hal itu dilontarkan salah seorang anggota Tim Sembilan DPR Bambang Soesatyo 
saat dihubungi Kompas, Rabu (21/12/2011) di sela-sela masa resesnya di 
Semarang, Jawa Tengah.

"Ya, kita akan kirim data dan dokumen tambahan sebanyak satu troli ke KPK. Ini 
untuk memperkuat penyelidikan yang akan dilakukan KPK untuk menuntaskan kasus 
hukum Bank Century, dengan kepemimpinan KPK yang baru di bawah Abraham Samad, " 
tandas Bambang.

Ia khawatir, data dan dokumen yang pernah dikirimkan DPR kepada KPK hilang atau 
dihilangkan untuk menutup-nutupi penuntasan kasus hukum Bank Century.

"Oleh karena itu, kami akan kirimkan lagi," tambahnya. Dengan pengiriman data 
dan dokumen lengkap itu, tak ada alas an KPK kekurangan bahan. "Kan, KPK 
sendiri mempunyai akses dan kemampuan mendapatkan data dan dokumen lainnya," 
papar dia lagi.

Data dan dokumen itu, tak hanya transkripan dan surat menyurat mantan Menteri 
Keuangan Sri Mulyani, Gubernur Bank Indonesia Boediono dan rapat-rapat selama 
proses pengucuran dana talangan Rp 6,7 triliun kepada bank gagal yang 
dianyatakan berdampak sistemik, akan tetapi juga rekening dan bukti transaksi 
yang dimiliki Tim Sembilan," jelas Bambang.

Anggota Tim Sembilan selain Bambang asal GFraksi Partai Golkar tercatat adalah 
Akbar Faizal dari Fraksi Hanura, Andi Rahmat asal Fraksi PKS, Maruarar Sirait 
dari Fraksi PDIP, Ahmad Muzani dari Fraksi Gerindra, Muhammad Misbakhun dari 
Fraksi PKS (kini sudah tidak lagi menjadi anggota DPR), Andi Rahmat dari Fraksi 
PKS, Chandra Tirta Wijaya dari Fraksi PAN, Lili Wahid dari Fraksi PKB, dan 
Kurdi Moekri dari Fraksi PPP. Tidak ada satupun anggota Fraksi Demokrat ikut 
dalam tim ini.
http://indonesiaupdates.blogspot.com/
http://chinese-clubs.blogspot.com/
http://tionghoanet.blogspot.com/
http://export-import-indonesia.blogspot.com/
http://jakartapost.blogspot.com/
http://lowongannet.blogspot.com/
http://iklanbarisbisnis.blogspot.com/

Kirim email ke