Korporasi
Mewarnai Diferensiasi
Abun Sanda | Nasru Alam Aziz 

KOMPAS.com -- Ketika Johnny Andrean mulai memasarkan roti BreadTalk, publik 
Indonesia terperangah. Sejak pabrik terigu menyebar dan karena itu harga terigu 
relatif terjangkau masyarakat, pabrik roti tumbuh semarak. Di kota-kota kecil 
dengan penduduk di bawah 50.000 jiwa, selalu ada perusahaan roti. Lalu mengapa 
roti BreadTalk menghebohkan? 
Kehebohan itu, di antaranya, karena nama roti, rasa, aroma dan ragamnya yang 
kaya. Saat muncul di Mal Kelapa Gading, antrean panjang bisa terjadi sejak 
gerai buka hingga tutup pukul 22.00. Johnny jadi buah percakapan karena 
menembus pasar secara menakjubkan. 

Selama beberapa bulan, BreadTalk mendominasi pasar roti di kelas menengah ke 
atas, khususnya di Jakarta dan beberapa kota besar. Dari sukses BreadTalk, 
banyak perusahaan roti ikut membuat roti mirip BreadTalk, misalnya roti 
bermahkota abon. 

Munculnya roti dengan model dan rasa hampir sama, tentu saja membuat kinerja 
BreadTalk tidak berkilau seperti sebelumnya, kendati tidak bisa juga dikatakan 
anjlok. Pasar BreadTalk masih kuat dan disegani. 

Johnny Andrean juga meluncurkan J.Co. Dan seperti BreadTalk, ia diterima hangat 
pasar Ibu Kota. Bahkan kini, Johnny sudah ekspansi ke Malaysia dan Singapura. 
Kembali seperti BreadTalk, banyak perusahaan ikut menjual donat yang sama. 
Mereka setiap hari berpikir menciptakan diferensiasi. Rajin dan ulet saja tidak 
cukup. Tanpa kekhasan, keunikan produk, sulit menuai sukses. 

Kita lihat produk lain. Tatkala Seven Eleven hendak merambah pasar Ibu Kota, 
mereka terkejut melihat keperkasaan raksasa toko ritel kebutuhan sehari-hari. 
Fakta yang membuat miris ini menggugah investor Seven Eleven berpikir seribu 
kali untuk masuk DKI Jakarta. 

Akan tetapi, kemudian datanglah ide brilian menggabungkan ritel kebutuhan 
sehari-hari dengan kafe yang diyakini disukai anak-anak muda. Ada toilet, kafe 
di tempat terang benderang, termasuk sebagian di wilayah udara terbuka, praktis 
membuat Seven Eleven diterima pasar. Warga dari beragam golongan usia suka 
duduk-duduk sambil menyeruput teh atau kopi. 

Pendatang lainnya ingin larut dalam arus gaya hidup makan minum di sebuah toko 
berukuran sedang yang menjadi sentra kongko-kongko anak muda Ibu Kota. Minum di 
sana pun lumayan enak, karena relatif lebih murah dibanding di mal. 

Tampak benar bahwa diferensiasi selalu memberi hasil dan makna fantastis bagi 
suburnya bisnis. Inilah salah satu esensi diferensiasi. Siapa yang mampu 
menghadirkan keunggulan dengan baik, ia akan meraih sukses luar biasa. (Abun 
Sanda) 

INDONESIAN BLOG CONSORTIUM

http://jaktvnewsonline.blogspot.com/
http://adsensetravel.blogspot.com/
http://indoexchanges.blogspot.com/
http://batavia-news-networks.blogspot.com/
http://indofinancialnews.blogspot.com/
http://indonesiaupdates.blogspot.com/
http://chinese-clubs.blogspot.com/
http://tionghoanet.blogspot.com/
http://export-import-indonesia.blogspot.com/
http://jakartapost.blogspot.com/
http://lowongannet.blogspot.com/
http://iklanbarisbisnis.blogspot.com/
http://bimacoal.blogspot.com/
http://sarung-indonesia.blogspot.com/
http://pabriksarung.blogspot.com/
http://bethani-indonesia.blogspot.com/
http://raja-sarung.blogspot.com/
http://bethany-indonesia.blogspot.com/
http://indonesiaheraldnews.blogspot.com/
http://jakartaonlinenews.blogspot.com/
http://mitrabisnisnetworks.blogspot.com/
http://adsensetravelreviews.blogspot.com/
http://indonesiatravelupdates.blogspot.com/
http://chinabusinessnetworks.blogspot.com/
http://friends-of-indonesia.blogspot.com/
http://indoadsenseclub.blogspot.com/

Kirim email ke