Kapal selam yang dibuat di Korea adalah atas dasar lisensi dari HWD Jerman.
http://www.defensenews.com/story.php?i=8625583&c=ASI&s=SEA SEOUL, South Korea - A South Korean shipbuilder said Dec. 21 it had signed the country's largest-ever weapons export deal, worth $1.1 billion, to sell three submarines to Indonesia. It also marked the first time that South Korea has grabbed a deal to sell submarines abroad, Daewoo Shipbuilding and Marine Engineering said in a press statement. Under the contract, Daewoo will deliver the three submarines, each weighing 1,400 tons, to Jakarta by the first half of 2018. Each of the submarines can carry 40 personnel and will be equipped with eight weapons tubes to fire torpedoes and guided missiles. The deal brings the volume of South Korea's defense exports this year to an all-time record $2.4 billion, more than double the amount from a year ago, the state-run Defense Acquisition Program Administration said. It is the second major defense deal between the two countries. In May, the South's state-run Korea Aerospace Industries agreed to export 16 supersonic T-50 Golden Eagle trainer jets worth $400 million to Jakarta. ++++ http://www.suarapembaruan.com/home/korsel-ekspor-kapal-selam-ke-indonesia/15185#Scene_1 Korsel Ekspor Kapal Selam ke Indonesia Kamis, 22 Desember 2011 | 15:34 Ilustrasi kapal selam Korsel [google] Berita Terkait a.. Kapal Selam Tiongkok Capai Kedalaman 4.000 Meter [SEOUL] Produsen kapal Korea Selatan (Korsel) menyatakan pihaknya telah menandatangani kontrak terbesar untuk kesepakatan ekspor senjata, Rabu (21/12). Kontrak senilai US$ 1,1 miliar itu didapat untuk penjualan tiga kapal selam ke Indonesia. Menurut Daewoo Shipbuilding dan Marine Engineering, penjualan kapal selam ini juga menandai pertama kalinya Korsel telah meraih kesepakatan untuk penjualan kapal selam di luar negeri. Sesuai dengan kontrak, Daewoo akan menyerahkan tiga kapal selam, masing-masing seberat 1.400 ton, ke Jakarta pada paruh pertama 2018. Setiap kapal selam dapat membawa 40 personel dan akan dilengkapi dengan delapan tabung senjata untuk menembak rudal torpedo dan peluru kendali. Kesepakatan itu mendongkrak volume ekspor pertahanan Korea Selatan tahun ini dengan rekor sepanjang masa menjadi US$ 2,4 miliar, lebih dari dua kali lipat jumlah dari tahun lalu. Menurut Program Akuisisi Pertahanan Administrasi (DAPA), kontrak penjualan ini adalah kesepakatan besar kedua pertahanan antara kedua negara. Pada Mei, Korea Aerospace Industries (KAI) yang dikelola pemerintah menyepakati ekspor 16 unit pesawat latih supersonik T-50 Golden Eagle senilai US$ 400 juta ke Jakarta. [U-5] [Non-text portions of this message have been removed]
