Anas Habiskan 7 Juta Dolar untuk Kongres Demokrat
21 Desember 2011 
http://www.suarapembaruan.com/politikdanhukum/anas-habiskan-7-juta-dolar-untuk-kongres-demokrat/15110#Scene_1


[JAKARTA] Terdakwa kasus suap pembangunan Wisma Atlet SEA Games, Muhammad 
Nazaruddin kembali membeberkan fakta perbuatan yang dilakukan oleh Ketua Umum 
(Ketum) DPP Partai Demokrat, Anas Urbaningrum dalam kongres Partai Demokrat 
yang digelar awal tahun 2010 lalu.

Mantan Bandahara Umum (Bendum) DPP Partai Demokrat ini mengungkapkan bahwa Anas 
mengeluarkan uang sebesar 6.975.000 dollar Amerika untuk menduduki kursi Ketum 
DPP Partai Demokrat. Bahkan, Nazaruddin menunjukkan fotokopi kuitansi senilai 6 
juta dollar Amerika yang diserahkan Anas Urbaningrum kepada orang 
kepercayaannya, yaitu Yulianis.

Uang tersebut, lanjut Nazaruddin, diberikan kepada sekitar 325 DPC Partai 
Demokrat untuk memilih Anas sebagai Ketua Umum DPP Partai Demokrat. Namun, 
besarannya berbeda-beda, ada yang mendapat 10 ribu dolar Amerika, 15 ribu dolar 
Amerika dan 20 ribu dolar Amerika. 

"Yulianis orang kepercayaan Anas. Yulianis yang menyerahkan kepada 
koordinator-koordinator. Uang nya, memang diambil dari PT Adhi Karya sebesar Rp 
50 miliar dari proyek pembangunan Hambalang," kata Nazaruddin di Pengadilan 
Tipikor, Jakarta, Rabu (21/12).

Kemudian, lanjut Nazaruddim, uang tersebut diambil lagi sebesar Rp 20 miliar 
dari Adi Saptinus yang merupakan orang dari PT Adhi Karya. "Akhir Desember 2009 
itu yang dibahas Anas adalah proyek pembangunan Hambalang. Proyek Hambalang itu 
harus diselesaikan sebesar Rp 2,7 triliun itu. Tetapi, tahap pertama Rp 1,7 
triliun," ungkap Nazaruddin. 

Dalam eksepsinya, Nazaruddin tidak menjelaskan mengenai kasus Wisma Atlet. 
Sebaliknya, membeberkan mengenai peran Anas Urbaningrum dalam kasus proyek 
pembangunan sport center Hambalang, Jawa Barat.

Dalam penjelasan Nazaruddin, terlihat jelas bagaimana Anas Urbaningrum sangat 
berperan dalam kasus Hambalang. Sebab, semua atas perintah Anas.

"Pada Mei 2009 terakhir kali saya bertemu Dirut PT Duta Graha Indah (DGI), 
Dudung Purwadi. Pada waktu itu akan betemu Anas. Dalam pertemuan itu, yang 
datang adalah Anas, Dudung, Manajer Marketing PT DGI, Mohamad El Idris dan 
saya. Pertemuan itu untuk membicarakan proyek Hambalang dan tidak ada yang 
lain," ungkap Nazaruddin.

Kemudian, pada Desember 2009 dia dipanggil oleh Anas dalam kapasitas sebagai 
bendahara fraksi Partai Demokrat. Dipanggil juga Angelina Sondakh dalam 
kapasitas sebagai koordinator Banggar DPR RI. Saat itu, Anas memerintahkan 
untuk bertemu Menpora, Andi Mallarangeng untuk membicarakan proyek Hambalang.

Selanjutnya, pertemuan terealisasi di kantor Menpora yang dihadiri oleh Andi 
Mallarangeng, Ketua Komisi X DPR RI, Mahyudin, Angelina Sondakh dan dirinya. 
Dalam pertemuan tersebut disepakati bahwa Menpora dan Angelina selaku 
koordinator banggar akan membuat anggaran kusus untuk proyek hambalang. 
Sementara, teknisnya akan dibahas detail antara Wafid dan Angelina.

Namun, Nazaruddin mengaku tidak terlibat jauh dalam proyek Hambalang tersebut. 
Sebab, hanya berperan untuk mengenalkan antara Angelina dan Mindo Rosalina 
Manullang (Rosa) sebagaimana diperintahkan Anas pada
Januari 2010. [N-8]
INDONESIAN BLOG CONSORTIUM

http://jaktvnewsonline.blogspot.com/
http://adsensetravel.blogspot.com/
http://indoexchanges.blogspot.com/
http://batavia-news-networks.blogspot.com/
http://indofinancialnews.blogspot.com/
http://indonesiaupdates.blogspot.com/
http://chinese-clubs.blogspot.com/
http://tionghoanet.blogspot.com/

Kirim email ke