Menarik untuk mengisi liburan hari NATAL, nontonlah film dibawah yang 
mengisahkan perkawinan Jusril pemuda Pariaman dengan Pia pemudi Tionghoa.

<< Jangan Panggil Aku Cina >>

http://www.bioskopgratis.com/indonesia-movie/jangan-panggil-aku-cina


Cerita berawal dari seorang gadis keturunan Cina bernama Olivia (Leony) atau 
Pia, yang tinggal di Pondok (Pecinan di kota Padang). Keluarganya miskin, ia 
hidup dengan ibu, nenek dan seorang kakak laki2 angkat yang bukan orang Cina. 
Dari kecil ia sudah berteman dengan orang2 Minang, sehingga dia merasa dirinya 
adalah gadis Minang, dan ingin menikah sebagaimana adat Minang. Sementara itu, 
kakak laki2 angkatnya Remon, suka berjudi. Uang penghasilan dari penjualan 
usaha keripik balado keluarga pun diambil Remon untuk berjudi, sampai ia tak 
sanggup lagi membayar hutang2nya.

Suatu hari, seorang dokter yang baru bekerja di sebuah Puskesmas bernama Yusril 
(Teddy Syah) dimintai pertolongan oleh anak pertama dari mamaknya (mamak adalah 
saudara laki2 dari ibu) untuk membeli keripik balado di malam hari. Takdir 
mempertemukan ia dengan Pia, satu2nya toko keripik balado yang masih buka saat 
itu. Yusril pun membawa keripik balado pesanan itu ke rumah Mamaknya.

Yusril yang baru saja diangkat menjadi dokter tentu saja menarik perhatian 
keluarga Mamaknya. Apalagi Mamaknya-lah yang membiayai biaya perkuliahan 
Yusril. Istri si Mamak pun terfikir untuk menjodohkan Yusril dengan putri 
keduanya, Ana. Hal ini yang kita sebut dengan baliak ka bako, dimana anak dari 
seorang laki2 menikah dengan salah satu anggota keluarga besar laki2 tersebut. 
(Bako adalah keluarga ayah) Dan di usianya yang sudah hampir 30 tahun, ternyata 
Ana juga sudah lama memendam rasa pada Yusril. Maka ibu Ana pun sangat 
bersemangat menjodohkan Ana dan Yusril, apalagi beliau sangat yakin Yusril akan 
menerima pernikahan tersebut, karena sudah sepatutnya kemenakan yang sudah 
dibiayai sekolahnya oleh mamaknya mematuhi perintah mamaknya, termasuk menikahi 
anak dari mamaknya.

Di sisi lain, Yusril dan Pia pun semakin saling mencintai. Suatu saat, Pia 
dimintai tolong untuk merias pengantin. Disaat itulah dia baru mengetahui bahwa 
laki2 yang berasal dari Pariaman itu dibeli dengan uang penjemput. Uang 
penjemput merupakan adat yang dahulunya dipakai di seluruh daerah di Sumatera 
Barat. Namun kemudian tinggal beberapa daerah saja yang masih memakai adat itu, 
contohnya Padang dan Pariaman. Uang penjemput itu bukan untuk membeli laki2, 
tetapi sebagai penghormatan kepada keluarga laki2 yang telah membesarkan anak 
laki2 tersebut, karena untuk selanjutnya laki2 akan bertanggung jawab pada 
keluarga barunya. Pia pun diberi tahu bahwa laki2 bertitel dokter dan insinyur 
memiliki harga yang paling tinggi di Pariaman.

Betapa hancur hati Pia, ketika mengetahui ternyata Uda Yusril adalah orang 
Pariaman, dokter pula. Namun Yusril tak gentar, ia tetap melamar Pia dan 
memperkenalkan Pia pada ibunya. Ibu Yusril sangat marah karena wanita pilihan 
Yusril adalah gadis Cina. “Kenapa harus Cina, nak? Masih banya gadis Minang 
yang cantik2! Lalu bagaimana dengan agamanya?” Kemudian Yusril meyakinkan bahwa 
memang masih banyak gadis Minang yang cantik, tetapi pilihan hatinya jatuh pada 
Pia. Dan untuk urusan agama, ia yakin Pia bisa mengikuti suaminya.

Hal ini pun sampai ke telinga keluarga Mamak. Mereka pun kesal, kemudian 
menyampaikan syarat kepada Yusril apabila Yusril tidak mau menikahi Ana, yaitu 
Pia harus membayar uang penjemput sebesar 40 juta ( ini settingannya tahun 2002 
). Ibu Yusril yang awalnya sudah merestui hubungan Yusril dan Pia pun jadi 
bingung. Bagaimana mungkin Pia bisa membayar 40 juta sementara keluarga Pia 
sangat miskin. Diam2, Yusril menjual mobilnya dan mendapat uang 20 juta dari 
penjualan mobilnya.

Sementara di keluarga Pia sendiri, ternyata nenek Pia menyimpan koin2 berharga 
yang nilainya bisa mencapai 40 juta. Beliau tidak pernah memberitahukan 
siapapun tentang koin2 emas itu, hingga akhirnya ada saat yang tepat untuk 
mengeluarkannya. Namun ternyata Remon pun memiliki hutang dengan nilai yang 
sama. Dan apabila tidak dibayarkan, rumah mereka akan disita. Pia pun mulai 
mengalah dan berniat menunda pernikahannya dengan Yusril dan membiarkan uang 
dari koin2 emas itu dibayarkan untuk hutang Remon. Namun ternyata Yusril 
mengajukan usul lain, ia punya 20 juta, dengan meminjam uang 20 juta lagi, 
mereka tidak perlu menunda pernikahan mereka.

Setelah perenungan panjang di keluarga Mamak, begitu juga Ana yang kemudian 
ikhlas melepas Yusril, mamak pun kemudian tidak tega melihat kondisi 
kemenakannya. Ia pun memanggil Yusril dan memberikan Yusril uang tunai 40 juta. 
“Uang itu silakan kau pakai untuk melanjutkan kuliahmu. Aku tidak keberatan 
kamu menikah dengan siapapun, jika itu wanita pilihanmu, aku tidak akan ikut 
campur. Maka aku membatalkan syarat uang penjemput itu.” Yusril pun berterima 
kasih pada Mamaknya, dan kemudian ia dapat melangsungkan pernikahan dengan Pia, 
dengan uang penjemput simbolis menggunakan uang yang diberikan oleh Mamak 
sendiri, yang dibuat seolah2 berasal dari Pia.


Kirim email ke