Nominal Bantuan Kecil
Banyak Sekolah Tolak Pendidikan Gratis
| Inggried Dwi Wedhaswary  
 M.LATIEF/KOMPAS.COM 

Pemkot Surakarta saat meluncurkan BPMKS menganggarkan dana Rp 23 miliar yang 
diambilkan dari APBD 2010, sehingga semua warga di daerah ini berhak mengajukan 
kartu BPMKS. 

MALANG, KOMPAS.com - Banyak sekolah negeri dan swasta di wilayah Kota Malang, 
Jawa Timur, menolak program pendidikan gratis yang ditawarkan oleh Dinas 
Pendidikan (Diknas) setempat. Alasan penolakan karena nominal bantuannya 
dinilai sangat kecil daripada dana yang diterima dari Peran Serta Masyarakat 
(PSM) untuk sekolah. Hal itu diungkapkan Ketua Komisi D DPRD Kota Malang 
Christea Frisdiantara, Kamis (29/12/2011), di Malang, Jawa Timur.

Christea memaparkan, dari sekitar 153 sekolah yang dibidik menerima program  
pendidikan gratis, sebanyak 48 sekolah menolak program tersebut.


Penolakan dari puluhan sekolah itu kami ketahui setelah mereka tidak memberikan 
surat pernyataan kesanggupan mengelola bantuan sekolah gratis yang diberikan 
oleh Diknas setempat. Sekolah yang menolak itu rata-rata SD dan MI swasta 

"Penolakan dari puluhan sekolah itu kami ketahui setelah mereka tidak 
memberikan surat pernyataan kesanggupan mengelola bantuan sekolah gratis yang 
diberikan oleh Diknas setempat. Sekolah yang menolak itu rata-rata SD dan MI 
swasta," tegasnya.
     
Jika sekolah bersangkutan tidak mengumpulkan surat pernyataan, maka bantuan 
yang seharusnya diberikan pada sekolah akan dicabut dan dialihkan ke sekolah 
lainnya. Nominal bantuan yang kecil menjadi alasan utama ditolaknya program 
tersebut. Apalagi, lanjutnya, jika sekolah setuju dan menerima program Diknas 
tersebut, maka sekolah yang bersangkutan secara otomatis dilarang untuk menarik 
uang apa pun kepada siswa. 

"Itu syarat utama yang diberlakukan bagi sekolah yang menerima program 
pendidikan gratis. Fungsi dan tujuan program sekolah gratis memang pihak 
sekolah tidak boleh menarik biaya (iuran) apa pun dari siswa," kata Christea.

Untuk merealisasikan pendidikan gratis tersebut Pemkot Malang telah 
menganggarkan dana dalam APBD 2012 sebesar Rp41 miliar untuk 153 sekolah mulai 
jenjang SD-SMA. Total siswa yang akan dibiayai APBD alias gratis tersebut 
mencapai 23.245 siswa.

Menurut rencana, program pendidikan gratis yang memprioritaskan sekolah-sekolah 
di pinggiran dan minim peminat (siswa) itu mulai diberlakukan awal tahun 2012. 

Kirim email ke