----- Original Message -----
From: ASAHAN

Revolusi tanpa people power? Itu cuma reformasi dalam bentuk yang 
semurni-murninya. Hasilnya?
Sekarang? ya seperti sekarang ini. Besok? ya seperti sekarang ini. Lusa? ya, 
seperti sekarang ini. Hingga tahun 2014? . Ya seperti sekarang ini. Kemarin? 
ya, seperti sekarang ini.
Revolusi bukan gertak tapi adalah tindakan nyata, tindak kekerasan lawan 
kekerasan. Karenanya orang-orang sering bilang: "Jangan bermain-main dengan 
revolusi!"
Revolusi tanpa people power berarti: kuburan, penjara-penjara, represi 
penguasa, terorisme negara tanpa perlawanan alias korban konyol. Revolusi 
memerlukan munisi. Tanpa munisi tidak akan ada revolusi.
ASAHAN.

  ----- Original Message -----
  From: Chalik Hamid

  KONGRES PERUBAHAN
  Karpet Merah Revolusi Sudah Dibentangkan di Gedung YTKI
  Kamis, 05 Januari 2012 , 19:22:00 WIB
  Laporan: Ade Mulyana
  IST

  RMOL. Karpet merah yang menutup lantai auditorium Gedung Yayasan Tenaga Kerja 
Indonesia (YTKI) di Jl. Gatot Subroto, Jakarta Selatan seperti menemukan 
padanannya.
  Ruangan yang dijejali sekitar 200 orang itu, tiba-tiba saja memanas. Padahal 
di luar hujan mengguyur Jakarta dengan derasnya. Namun semangat perubahan dari 
hadirin yang datang dari berbagai latar belakang itu, bak menyesaki tiap 
centimeter ruang. Demikian bersemangatnya mereka, bahkan kata perubahan� yang 
selama ini digadang-gadang bagai tak lagi cukup.

Revolusi!� adalah kata yang mereka anggap pas untuk mewakili kegeraman terhadap 
rezim yang kini berkuasa.
  Kamis, 5 Januari 2012, bisa jadi sejarah perubahan untuk Indonesia yang lebih 
baik akan diukir dari gedung ini. Sebuah pertemuan lintas latar belakang 
digelar dengan tajuk Kongres Perubahan. Mereka yang hadir ada mahasiswa, buruh, 
petani, tokoh agama, ekonom, dan lainnya. Tidak tanggung-tanggung, tagline yang 
diusung adalah “Hentikan Rezim Korup, Kekerasan, dan Pendusta�. Kata demi kata 
berwarna merah darah dan hitam legam dari kalimat itu tertulis dengan amat 
jelas pada sebuah backdrop raksasa berukuran 3x9 m bertengger dengan gagah di 
dinding depan.

  Tumpukan dolar Amerika yang berserak menjadi ilustrasi untuk Rezim Korup. 
Sedangkan �Rezim Kekerasan" diwakili dengan gambar aksi demo yang dihadang 
barikade polisi dan moncong senjata yang mengarah ke para demonstran. Oya, 
masih ada ilustrasi di bagian ini, seorang demonstran digotong polisi dengan 
dihadiahi bogem mentah, tendangan polisi, dan popor senjata. Sementara itu, 
gambar demonstran yang bertopeng wajah SBY lengkap berhidung panjang Pinokio 
melengkapi kata �rezim pendusta�. Sebuah penggambaran yang amat pas!
  Banyak tokoh yang hadir. Tapi tidak semua dari mereka sempat berbicara. 
Maklum, waktunya memang amat ketat. Intelektual muda Yudi Latif, pengamat 
ekonomi Ichsanuddin Noorsy, kyai muda Maman Imanulhaq dari Cirebon, Romo 
Kristo, dedengkot Ikatan Alumni UI (Iluni) Hariyadi Darmawan adalah beberapa 
saja di antara para tokoh yang bicara. Juga ada tokoh Papua dan buruh ikut urun 
rembuk. Dan, tentu saja, tokoh nasional perubahan Rizal Ramli tidak 
ketinggalan. Maka lengkaplah acara yang dimoderatori duet Indro Tjahyono 
aktivis 1978 dan Koordinator Indonesia Bersih Adhie M Massardi. Kongres ditutup 
dengan pembacaan Seruan Nasional oleh mantan aktivis 1998 Kasino.

  Cukup Bicara!
  Para tokoh yang disebut dan tidak disebut tadi berbicara saling melengkapi. 
Benang merah yang mereka sampaikan adalah, bahwa rezim sekarang sudah abai 
terhadap rakyatnya. Rezim sekarang lebih suka berkhidmat kepada para majikan 
asingnya yang menjajah lewat ekonomi. Mereka juga sudah sampai pada kesimpulan, 
revolusi adalah sebuah keniscayaan!
  Demokrasi sudah diselewengkan. Mari kita ubah demokrasi dengan cara yang 
benar agar bisa menyejahteraan rakyat. Untuk itu, langkah pertama dan utama 
adalah segera hentikan rezim ini!,� kata Yudi Latif.
  Kita sudah banyak sekali diskusi-diskusi. Saya kira cukup berbicara. Kita 
sudah harus beraksi. Sekarang waktunya berbuat! Sekali lagi kita harus 
melakukan revolusi sosial, supaya tidak diadu domba. Saatnya revolusi,� ujar 
Hariyadi Darmawan, pria sepuh yang hari itu datang dengan tongkat.
  Seperti gayung bersambut, KH Damanhuri menambahkan perlunya dilakukan 
berbagai persiapan untuk melakukan perbuatan. Sudah sejauh mana persiapan kita 
untuk melakukan perubahan? Kalau semuanya memang sudah siap, jangan 
tunggu-tunggu lebih lama lagi. Bismillah, Allhu akbar,� pekik Damanhuri yang 
disambut yel-yel hadirin.

  Ukir Sejarah
  Rizal Ramli yang juga Ketua Umum Aliansi Rakyat untuk Perubahan mengatakan, 
bisa jadi orang-orang yang berkumpul di YTKI saat itu tidak sadar, bahwa mereka 
sedang mengukir sejarah. Pasalnya, sering orang salah beranggapan, bahwa 
sejarah hanya dibuat oleh para pahlawan atau orang-orang terkenal dan besar.
  Waktu Kongres Pemuda 1928, pesertanya sedikit dan bukan orang-orang yang 
terkenal. Namun mereka militan. Dari sini gerakan kemerdekaan dikuatkan. Baru 
beberapa waktu kemudian sejarah mencatat mereka sebagai para pahlawan. Hari 
ini, kita akan mengukit sejarah perubahan untuk Indonesia yang lebih baik,� 
tukas Rizal Ramli, mantan Menko Perekonomian yang sejak awal getol mengusung 
ekonomi konstitusi.

  Terkait perubahan, eh ... revolusi yang mengencang di forum itu, Rizal Ramli 
justru melontarkan pertanyaan kepada para audien.
Apakah kita akan membiarkan rezim ini bertahan sampai 2014?�
  "Tidak!!!" jawab peserta kongres dengan menggelegar.
  Kalau begitu, mari kita rapatkan barisan. Bersama seluruh elemen rakyat, kita 
akan lakukan perubahan dengan cara-cara damai. Ingat, ini bukan people power. 
Kita akan menggalang people movement, gerakan rakyat. Sebagaimana gerakan 
rakyat Indonesia pada masa revolusi kemerdekaan. Perjuangan kita tidak akan 
berhenti pada seruan-seruan saja, kita akan ikuti dan dorong dengan berbagai 
aksi konkret di lapangan,� ujar Rizal Ramli yang disambut dengan pekik 
�revolusi" dari hadirin sambung-menyambung, bergulung-gulung. [dem]

  Baca juga:
  Ki Joko Bodo: Pohon Trembesi di Istana Tumbang, Presiden SBY Bisa
  Ditumbangkan
  Inilah Dokumen Lengkap Seruan Nasional Hentikan Rezim PKK
  Dalang Edan: Revolusi Bukan Karena Benci Presiden SBY
  KONGRES AKHIRI REZIM
  Fatayat NU Keluarkan Resolusi untuk SBY-Boediono

http://www.tionghoa.co.cc
http://tionghoanet.blogspot.com
http://biznetter.blogspot.com
http://indonesiaupdates.blogspot.com
http://jakartapost.blogspot.com

Kirim email ke