TKI Karawang Terancam Hukuman Mati
Mukhamad Kurniawan | Robert Adhi Ksp 

KARAWANG, KOMPAS.com - Susansi binti Mahpudin (22), tenaga kerja Indonesia asal 
Desa Cikarang, Kecamatan Cilamaya Wetan, Kabupaten Karawang, Jawa Barat, 
terancam hukuman mati di Arab Saudi. Dia divonis membunuh anak majikan oleh 
pengadilan pada 20 April 2011 lalu. 

Kepala Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Karawang, Banuara Nadeak, Selasa 
(10/1/2012) mengatakan, informasi mengenai vonis Susanti terlambat diketahui 
karena pihak berwenang terlambat menyampaikan salinan putusan. Sidang vonis 
digelar 20 April 2011, namun salinan putusan baru disampaikan ke Kedutaan Besar 
RI lima bulan kemudian atau September 2011. 

Pihak keluarga di Karawang juga baru mengetahui kabar itu akhir Desember 2011. 
Sejak keberangkatan Susanti ke Arab Saudi tahun 2008, keluarga tidak menerima 
kabar, baik surat maupun telepon. Bersama Dinas Tenaga Kerja Karawang, keluarga 
akhirnya melacak keberadaan Susanti ke perusahaan penyalur dan instansi terkait 
di Jakarta. 

Banuara menambahkan, Susanti divonis hukuman mati karena tuduhan membunuh anak 
majikan. Dia tidak didampingi pengacara dan mengaku dipaksa membunuh anak 
majikannya. Menurut pengakuan Susanti, anak majikannya yang berusia 13 tahun 
sebenarnya tewas karena gantung diri. 

Banuara menambahkan, pemerintah Indonesia telah mengupayakan pengacara bagi 
Susanti untuk menyusun pembelaan. Pembelaan itu telah disampaikan ke pemerintah 
dan raja Arab Saudi sebagai upaya meninjau lagi kasus yang menimpa Susanti. 
Harapannya, hukuman diperingan atau bahkan dibatalkan. 



Jenazah TKW Tarlem tiba di kampungnya 
Senin, 9 Januari 2012 
 
Awes (44), suami Tarlem yakni TKI yang meninggal dunia di Jordania memandangi 
peti jezahan istrinya sesampainya di Rumah Duka RSCM, Jakarta, Minggu 
(8/1).(ANTARA/Andika Wahyu)

  Sebab di sekujur tubuh Tarlem terdapat bekas luka memar berwarna biru 
kehitam-hitaman. Pihak keluarga Tarlem juga menuntut sisa pembayaran gaji yang 
belum dibayar oleh majikannya selama enam bulan terakhir," 
Karawang (ANTARA News) - Isak tangis keluarga dan saudara mewarnai kedatangan 
jenazah Tarlem binti Unus (40), tenaga kerja wanita asal Kecamatan Ciasem, 
Subang, Jawa Barat, yang meninggal dunia di Yordania, Senin. 

Suasana haru mulai pecah ketika mobil ambulans yang membawa jenazah Tarlem tiba 
di kampung halaman keluarganya, di Kampung Krajan, Desa Sukahaji, Kecamatan 
Ciasem, Subang. 

Beberapa anggota keluarga Tarlem terlihat menangis histeris menyaksikan 
kedatangan jenazah TKW tersebut, bahkan suaminya Awes (45) terpaksa dijauhkan 
karena selalu meronta melihat jenazah istrinya di dalam peti mati. 

Tarlem adalah TKW asal Subang yang meninggal dunia di Yordania. Jenazahnya tiba 
di Indonesia pada Minggu (8/1). Namun baru bisa dibawa ke kampung halamannya 
pada Senin (9/1) karena harus diotopsi dan dimandikan terlebih dahulu di Rumah 
Sakit Cipto Mangunkusumo.

Ali, seorang kerabat almarhumah Tarlem, mengatakan pihak keluarga tetap menduga 
meninggalnya Tarlem akibat siksaan dari majikannya. 

"Sebab di sekujur tubuh Tarlem terdapat bekas luka memar berwarna biru 
kehitam-hitaman. Pihak keluarga Tarlem juga menuntut sisa pembayaran gaji yang 
belum dibayar oleh majikannya selama enam bulan terakhir," katanya. 

Tarlem menjadi TKW di Yordania sebagai pembantu rumah tangga sejak 13 April 
2010. Ia berangkat melalui PJTKI PT Delta Rona Adigun di Jakarta, dan akan 
habis kontrak Maret 2012. 

Pihak keluarga mendapat kabar meninggalnya korban pada 24 Desember 2011 dari 
Dinas Tenaga Kerja Subang. (KR-MAK) 
Editor: Aditia Maruli

Kirim email ke