JK: BBM Rp6.000/Liter, Tidak Bisa Beli, di Rumah Saja!
Yuni Astutik - Okezone

JAKARTA - Berbicara mengenai pembatasan Bahan Bakar Minyak (BBM ) bersubsidi 
seakan tidak ada habisnya. Beberapa kalangan menilai pembatasan tidak efektif, 
bahkan dikhawatirkan bisa memicu keributan.

Mantan Wakil Presiden RI Jusuf Kalla, angkat bicara soal kisruh harga BBM yang 
belum juga ada kepastian, mengingat implementasi akan dilakukan April mendatang.

"Pembatasan? Bisa berkelahi nanti," kata JK saat ditemui seusai memberi 
sambutan dalam Economy and Capital Market Outlook di Hotel Dharmawangsa, 
Jakarta, Kamis (2/2/2012).

Dia menilai, hal yang paling mudah adalah mengembalikan harga BBM bersubsidi ke 
harga asal. "Dulu Rp6.000 mampu. Di Timor-Timur Rp10 ribu. Kalau Anda merasa 
tidak mampu, tinggal saja di rumah," katanya disambut tawa wartawan.

Selain itu, dia menilai kebijakan konversi BBM ke Bahan Bakar Gas (BBG) sangat 
tidak realistis apabila diberlakukan tahun ini. "Semua bisa dilakukan asal 
kerja keras. Kalau (konversi) tahun ini, tidak realistis. SPBG tidak ada, 
Converter tidak ada," jelasnya.

Seperti diketahui, guna menekan angka subsidi pada energi, maka pemerintah 
berencana melakukan pembatasan BBM bersubsidi pada kendaraan roda empat. Dengan 
adanya pembatasan tersebut, maka mobil pribadi berpelat hitam wajib menggunakan 
BBM nonsubsidi alias pertamax. (mrt) (rhs)

Kirim email ke