http://epaper.tempo.co/PUBLICATIONS/KT/KT/2012/02/06/ArticleHtmls/Nasib-Anas-Tunggu-Proses-Hukum-KPK-06022012005014.shtml?Mode=0
Nasib Anas Tunggu Proses Hukum KPK
JAKARTA
"Yudhoyono meminjam KPK untuk `bersih-bersih'."
Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono menyatakan
partainya tak akan memberhentikan Anas Urbaningrum dari jabatan ketua umum
sampai yang bersangkutan terbukti bersalah. “Kami tunggu proses hukum yang
berlangsung di Komisi Pemberantasan Korupsi,“ ujarnya dalam konferensi pers
yang digelar di kediamannya di Cikeas kemarin.
Yudhoyono menggelar jumpa pers berkaitan dengan kasus korupsi Wisma Atlet SEA
Games. Kasus ini menyeret beberapa tokoh Partai Demokrat, seperti mantan
Bendahara Umum Muhammad Nazaruddin, Wakil Sekjen Angelina Sondakh, dan Ketua
Umum Anas Urbaningrum. Anas, meski belum dinyatakan sebagai tersangka,
disebut-sebut ikut menikmati fee dari proyek tersebut.
Menurut Yudhoyono, sampai saat ini Anas masih menjalankan tugas sebagai ketua
umum partai.“Kecuali kalau KPK berkata lain.“Dia percaya KPK bisa melaksanakan
tugasnya secara adil dan obyektif.
Dalam pidatonya, dia menegaskan, partai akan memberikan sanksi bagi siapa pun
yang menjadi tersangka dalam kasus korupsi.Yudhoyono sempat menyinggung adanya
desakan agar Anas mundur dari jabatannya. Namun partai masih memberi kesempatan
kepada Anas dan menyerahkan masalah tersebut kepada KPK.
Tak hanya itu, dia juga mengungkapkan kekecewaannya atas anjloknya popularitas
partai akibat kasus ini. “Nila setitik, rusak susu sebelanga,“ujarnya.
Sanksi, kata Yudhoyono, tak hanya diberikan kepada mereka yang berada dalam
kepengurusan pusat, tetapi juga yang di daerah.“Saya masih mendengar satu-dua
kader yang melakukan perbuatan tidak terpuji di daerah,”ucapnya.
Yudhoyono meminta para kader menghentikan gerakan politik internal. “Itu tidak
perlu.” Pada saat Yudhoyono menggelar jumpa pers, Anas sibuk mengirim kicauan
melalui media sosial Twitter. Salah satu kicauan Anas melalui akun
@anasurbaningrum adalah mengutip bait lagu Yogyakarta milik KLA Project,
“sebagian sisi hijau-indahnya Yogya di sore hari. Di malam hari: musisi jalanan
mulai beraksi (KLA Project).” Dia berada di Yogyakarta mengikuti sarasehan
nasional yang digelar Pemuda Islam Indonesia.
Anas terus berkicau hingga Yudhoyono selesai menggelar jumpa pers. Bekas Ketua
Umum Himpunan Mahasiswa Islam ini sempat membalas salah satu pengikutnya:
“@AndiniAziz69 Fitnah dan serangan adalah vitamin pahit untuk jaga kesehatan.
Salam berkah akhir pekan.“
Kepada wartawan, Anas menyerahkan tudingan keterlibatannya dalam kasus korupsi
kepada KPK.“Kalau dikomentari, malah muncul opini-opini yang
menyesatkan,“ujarnya. Dia juga membantah kabar pengunduran dirinya seperti yang
dilontarkan salah satu Ketua Partai Demokrat, Ruhut Sitompul.
“Ditanggapinya, ya, dengan kerja, kerja, dan kerja.“ Anas juga menawarkan
bantuan hukum kepada Angelina Sondakh, yang ditetapkan sebagai tersangka oleh
KPK. “Jika Mbak Angie butuh, kami akan sediakan penasihat hukum untuk
mengadvokasi persoalan yang dihadapi.” Pengamat politik dari Universitas Gajah
Mada,Yogyakarta, Ari Dwipayana, mengatakan Yudhoyono tak punya keberanian
mengambil sikap dalam kisruh di Partai Demokrat. Sebaliknya, Yudhoyono
memanfaatkan KPK sebagai instrumen untuk membereskan persoalan internal partai.
“Dia meminjam tangan KPK untuk ‘bersih-bersih’,”ujarnya.
[Non-text portions of this message have been removed]