http://www.hariankomentar.com/hl009.html
7 Feb. 2012
Ulama Aceh Tegaskan “Valentine Day” Haram
MENJELANG hari Valentine pekan depan, kalangan ulama Aceh kembali menegaskan
bahwa haram bagi umat Islam, terutama kalangan remaja di propinsi itu
memperingati “hari kasih sayang” (valentine day), karena bertentangan dengan
nilai-nilai Syariat Islam yang berlaku menyeluruh (kaffah).
“Haram hukumnya bagi umat muslim memperingati Valentine Day sebab tidak sesuai
dengan Syariat Islam,” kata Sekretaris jenderal Himpunan Ulama Dayah Aceh
(Sekjen HUDA) Tgk Faisal Ali di Banda Aceh, Senin (06/02). Kasih sayang dalam
Islam itu tidak mesti ditentukan harinya, tapi setiap hari dan waktu untuk
saling menyayangi sesama manusia. “Tidak sepatutnya generasi muda muslim
ikut-ikutan dengan budaya dan cara hidup orang lain,” katanya menambahkan.
Faisal Ali yang juga Ketua Pimpinan Wilayah Nahdatul Ulama (PWNU) Aceh
meng-imbau para orangtua Mus-lim, khususnya di propinsi berjuluk Serambi Mekah
untuk memberikan penge-tahuan agama dan meng-awasi anak-anaknya.
“Jangan sampai generasi muda Islam di Aceh teracuni oleh budaya hidup yang
bertentangan dengan nilai-nilai Islami. Karenanya, di-perlukan kepedulian semua
pihak khususnya para orangtua untuk membim-bingnya,” katanya.
Tanggung jawab orangtua terhadap anak-anaknya ti-dak hanya sebatas membe-rikan
nafkah dan memenuhi kebutuhan sandang serta pangan, tapi juga masalah
pendidikan agama dan akhak, ujar Tgk Faisal Ali.
Selain itu, ia mengimbau pemerintah untuk mene-gakkan dan menerapkan Syariat
Islam secara sung-guh-sungguh dan ikhlas bukan karena motif politik, sehingga
penegakannya hanya berjalan pada mo-mentum tertentu. “Pene-gakan Syariat Islam
di Aceh sulit berjalan sesuai ha-rapan jika tidak didukung sepenuhnya oleh
pemerin-tah dan pihak-pihak berwe-nang lainnya. Jadi jangan tujuan politik
menerapkan Syariat Islam di Aceh,” katanya.(an/sbr)
[Non-text portions of this message have been removed]