Saat Angie Terjerat, Demokrat pun Sekarat
OPINI | -------
Kisah kelanjutan kasus Wisma Atlet yang dibintangi oleh Nazarudin akhirnya
menyeret Artis yang sekaligus kader Partai Demokrat Angelina Sondakh. Sontak
setelah berita itu mengudara, para kader Partai Demokrat lainnya pun ikut
brifing dengan dibarengi rasa cemas dan galau menghadapi tanggapan negatif dari
masyarakat tentang Partai kesayangannya. Ada sederet nama yang disebut
Nazarudin ikut terlibat dalam kasus ini yaitu Nirwan Amir, Annas Urbaningrum,
dan Andi Malarangeng. Citra Demokrat pun semakin memudar yang pada Pemilu
kemarin menyandang gelar Partai Pemenang Pemilu. Sampai saat ini belum ada
tindakan yang dilakukan oleh internal Partai Demokrat. Semakin Defensif nya
Partai Demokrat dalam menanggapi kasus yang menimpa kadernya tersebut, maka
diprediksi akan semakin gencarnya terpaan kritik yang dilontarkan oleh
masyarakat dan para pengamat Politik. Kepercayaan masyarakat kepada Partai
Pemerintah ini pun cenderung menurun, hal ini merupakan konsekuensi Partai
Demokrat atas
ulah kadernya itu. Partai yang pada kampanye Pemilu lalu menyuarakan untuk
berkata "TIDAK" pada Korupsi justru Sekarat karena tersandung kasus Korupsi.
Ini merupakan dilema bagi Partai Demokrat, apalagi jika Ketua Dewan Pembinanya
telah berjanji akan berdiri paling depan untuk jihad melawan Korupsi.
Kata kuncinya berada pada komitmen Partai Demokrat untuk menunjukan
keberaniannya memecat kadernya yang tersandung kasus Korupsi. Jika kondisi ini
dibiarkan dan Partai Demokrat cenderung untuk bungkam apalagi membela, maka
konsekuensi logis akan menimpanya di Pemilu 2012. Ditambah kegaduhan antara
kadernya sendiri yang saling memojokan satu sama lain membuat kondisi internal
Partai Demokrat semakin sekarat. Seharusnya para kader Demokrat berfikir
bagaimana agar tidak lagi kader Partainya terjerat kasus Korupsi. Banyak upaya
yang mesti dilakukan oleh internal Partai Demokrat untuk menghindari dan
memastikan bahwa kadernya tidak terjerat kasus Korupsi yaitu dengan upaya
Pembersihan Kader yang namanya telah masuk daftar KPK (upaya pemecatan dan non
aktifkan) dan mengecek laporan kekayaan para kadernya. Hal ini penting
dilakukan oleh internal Partai Demokrat guna menjaga nama baik dan eksistensi
Partai dalam menghadapi Pemilu 2012. Cita-cita menjadi Partai yang ingin jihad
melawa
n Korupsi pun menjadi sebuah "Fatamorgana", jika sikapnya tak kunjung
menunjukan komitmen untuk melakukan Reformasi Birokrasi.
Arjuna Putra Aldino, Mahasiswa Teknologi Pendidikan, Fakultas Ilmu Penidikan,
Universitas Negeri Yogyakarta
==========
http://nasional.kompas.com/read/2012/02/05/0350535/Apakah.Masyarakat.Ditipu.oleh.Iklan.Demokrat
Iklan Antikorupsi Angelina Sondakh
Apakah Masyarakat Ditipu oleh Iklan Demokrat?
| Jimmy Hitipeuw | Minggu, 5 Februari 2012 | 03:50 WIB
Politisi Partai Demokrat Angelina Sondakh dalam iklan Partai Demokrat
antikorupsi.
JAKARTA, KOMPAS.com - Anggota DPR RI dari Fraksi Demokrat, Angelina Sondakh,
ditetapkan tersangka oleh KPK dalam kasus dugaan korupsi Wisma Atlet.
Angie, demikian panggilan akrab bekas artis ini, dikenal sebagai tim pemenangan
Partai Demokrat dan Tim Sukses SBY-Boediono dalam Pemilu 2009 lalu. Maka tak
heran dia pun didaulat untuk menjadi bintang iklan pemenangan SBY-Boediono dan
Partai Demokrat.
Tak tanggung-tanggung untuk meraih simpati masyarakat maka Angie membintangi
iklan anti korupsi dengan tagline yang masih membekas di benak kita "Katakan
Tidak pada Korupsi".
Menjelang Pemilu dan Pilpres 2009 lalu, iklan ini hilir mudik di layar televisi
sehingga begitu akrab di telinga. Imbauan Angie untuk menolak korupsi itu
sepertinya bertolak belakang dengan kenyataan hari ini. Pengamat Politik,
Ibrehamsjah, berpendapat iklan itu telah mencoreng Demokrat.
"Rakyat tidak percaya lagi. Saya ini sering naik kereta api. Tanya tukang ojek,
sopir bajaj di Gambir (stasiun kereta api di Jakarta) mana mereka percaya
Demokrat sekarang," kata pengamat politik UI tersebut.
Menurutnya, dalam kondisi seperti ini SBY sebagai ketua Dewan Pembina Demokrat
harus tegas mencopot kader yang terindikasi korupsi. "SBY harus tegas, jangan
ragu-ragu lagi," katanya. Jika masih ragu, Iberamsjah yakin persepsi publik
terhadap Demokrat sebagai sarang koruptor akan semakin terbukti.
"Rakyat seperti dikhianati karena memberikan kemenangan di pemilu 2009 lalu.
Jadi SBY harus bersihkan kadernya yang korupsi."
"Ada yang sudah diketahui korupsi yah dicopot jangan dbiarkan sampai menjadi
tersangka," ujarnya.
http://www.balipost.com/mediadetail.php?module=detailberita&kid=33&id=61806
05 Februari 2012 | BP
Hanya dalam Tujuh Tahun Harta Angie Naik 1.000 Persen
Jakarta (Bali Post) -
Setelah ditetapkan sebagai tersangka kasus wisma atlet oleh KPK, Angelina
Sondakh kini menjadi pusat pembicaraan. Politisi Partai Demokrat ini menjadi
perhatian lantaran hartanya yang melonjak sepuluh kali lipat semenjak dia
menjadi anggota DPR.
Data yang dilansir dari pos Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara
(LHKPN) di KPK, harta mantan Putri Indonesia itu memang mengalami kenaikan yang
fantastis. Jika dihitung-hitung, hanya dalam waktu tujuh tahun sejak tahun 2003
hingga 2010, kekayaan perempuan yang akrab disapa Angie itu naik hingga 1.000
persen atau 10 kali lipat.
Yang menarik, melonjaknya kekayaan Angie ini terjadi pada saat dia
menjadi anggota DPR. Angie menjadi anggota dewan pertama kali sejak 2004, satu
tahun setelah dia melaporkan harta kekayaanya ke KPK. Dia kembali terpilih pada
Pemilu Legislatif pada 2009 dan aktif sampai saat ini di Fraksi Demokrat.
Pada 23 Desember 2003, kekayaan Angie dilaporkan hanya Rp 618 juta. Namun
pada 21 Juli 2010, harta Angie menjadi Rp 6,1 miliar. Selain harta tidak
bergerak, Angie memiliki banyak barang bergerak yang nilainya besar.
Barang-barang bergerak itu antara lain mobil BMW X5 buatan tahun 2005 senilai
Rp 630 juta. Konon, mobil mewah itu merupakan hibah. Mobil mewah lainnya adalah
Honda CRV buatan tahun 2008 yang juga hibah bernilai Rp 174 juta. Masih banyak
deretan kendaraan milik Angie seperti Toyota Innova tahun 2008 seharga Rp 180
juta.
Motor BMW tahun 2009 seharga 150 juta, alat transportasi Bombardier
(2009) seharga Rp 50 juta, Hyundai Trajet tahun 2002 seharga Rp 209 juta dan
Toyota Vios tahun 2004 seharga Rp 168 juta.
Sementara itu, harta bergerak per 23 Desember 2003 hanya sekitar Rp 151
juta. Pada 21 Juli 2010, harga tidak bergerak Angie melonjak lebih dari Rp 4
miliar. Harta tidak bergerak itu merupakan tanah warisan di Bandung seluas
1.000 meter senilai Rp 2,8 miliar dan tanah di Tangerang yang juga warisan
senilai Rp 2 miliar.
Rumhanya Sunyi
Sabtu (4/2) kemarin, awak media belum bisa mewawancarai Angie. Ketika
ditemui di kediamannya tak ada aktivitas yang mencolok. Rumah istri mendiang
Adjie Massaid ini sepi dan terlihat mobil Angie yang sedang dicuci.
Pagar rumah Angie di Perumahan Taman Cilandak Blok E nomor 14, Cilandak
Barat, Jakarta Selatan, tertutup rapat.
Ketua DPP Partai Demokrat, Gede Pasek Suardika, mengatakan Wakil
Sekretaris Jenderal Partai Demokrat, Angelina Sondakh, berada di Jakarta dan
tidak ada niat untuk melarikan diri. "Saya kemarin sudah kontak dengan Angie.
Dia mengatakan ada di Jakarta tetapi sedang tidak berada di rumahnya. Dia juga
sedang kurang sehat," kata Gede Pasek Suardika.
Menurut Pasek, Angelina juga menyatakan melalui pesan BlackBerry bahwa
dirinya selalu kooperatif dengan KPK dan tidak pernah ada niat untuk melarikan
diri. Kalau hari ini Angelina masih di tempat lain atau sudah kembali ke rumah,
menurut Pasek, Angelina sendiri yang lebih tahu posisinya.
Angelina, kata dia, juga menyatakan siap menghadapi semuanya. "Saya
memaklumi kalau Angelina saat ini agak menghindar, karena orang yang ditetapkan
sebagai tersangka tentu mengalami guncangan psikologis," katanya. (ant/kmb)
http://politik.kompasiana.com/2012/02/05/saat-angie-terjerat-demokrat-pun-sekarat/